Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
RENCANA BAGUS


__ADS_3

''What's your plan going forward?"


(apa rencananmu kedepannya?) Tanya Wen Xie Luo pada seorang pria tampan yang baru saja bangkit dari ranjang mereka. Pria tampan yang bertubuh tinggi tegap itu menyulut ****** cerutunya, sembari duduk dekat jendela.


''Be patient, I know you can't wait to be with that sl14l4n man. But we can't rush. I've prepared a great plan, to give a little gift in their relationship.'' Jawab lelaki itu dengan senyum sinis di wajah tampannya.


(Bersabarlah, aku tau kau sudah tidak sabar untuk segera bersama pria s14l4n itu. Tapi kita tidak dapat terburu-buru. Aku sudah menyiapkan sebuah rencana bagus, untuk memberikan sedikit hadiah dalam hubungan mereka.)


"Put on your clothes, I need you to do something for me." Titah Hendrix lalu melenggang pergi meninggalkan kamar itu. Wen Xie Luo sebenarnya sudah amat enggan berada di kediaman milik Hendrix. Apalagi ia di sana juga dijadikan sebagai budak pemuas nafsu oleh lelaki itu. Tetapi Wen Xie Luo sadar, ia pun masih sangat membutuhkan bantuan dari Hendrix sendiri. Sebab, anggota keluarga yang berada di negaranya sudah tidak ingin membantu Wen Xie Luo. Bahkan dengan tegas mereka menyatakan telah mengakhiri hubungan kekeluargaan dengan dirinya.


(Kenakan pakaianmu, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.)

__ADS_1


Dengan malas, Wen Xie Luo menuruti perintah Hendrix dan meraih pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian menyusul pria itu ke lantai bawah. Tempat yang mereka tinggali saat ini memang jauh dari keramaian dan hanya berisikan beberapa orang saja. Sebab, mereka harus berpindah-pindah untuk mengecoh orang-orang yang melakukan pencarian Wen Xie Luo.


"Tonight there will be a big party in building X. I would like you to serve a business partner who will be able to assist us in executing my plans.) Mata Wen Xie Luo terbelalak mendengar ucapan yang keluar dari mulut Hendrix. Ia tak percaya, bagaimana mungkin pria di hadapannya ini membuat dirinya untuk melayani orang lain seperti seorang p3l4cur.


(Malam ini akan ada sebuah pesta besar di gedung X. Aku ingin kau melayani seorang rekan bisnis yang akan dapat membantu kita dalam melancarkan rencananku.)


"Are you crazy? You think I'm a prostitute who will be happy to serve anyone? I don't want to!" Mendengar bantahan Wen Xie Luo, Hendrix menjadi geram dan mencengkram kuat leher wanginya itu. Dengan wajah merah, Wen Xie Luo mencoba meronta. Ia hampir saja kehabisan nafas, andai Hendrix tidak segera melepaskan cengkeramannya.


"Do you consider yourself still the daughter of the Wen family? Remember, you're just a useless woman I picked up. Your fate is now in my hands. If you don't want to do what I say, I will gladly banish you to a place of entertainment." Wen Xie Luo tidak dapat berkata-kata. Ia hanya bisa meratapi nasibnya yang buruk. Bahkan hal itu membuat kebenciannya pada Zyrra menjadi kian dalam.


(Apakah kau menganggap dirimu ini masih putri dari keluarga Wen? Ingat, kau hanyalah wanita tak berguna yang aku pungut. Nasibmu kini berada di tanganku. Bila kau tidak ingin menuruti apa yang aku ucapkan, aku dengan senang hati akan membuangmu ke tempat hiburan.)

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Usia baby Zea, kini telah menginjak enam bulan. Tubuhnya yang semula kecil kini telah berisikan daging dan lemak-lemak. Gadis kecil cantik itu menjadi semakin gempal dan manis. Zea tumbuh dengan penuh kasih sayang serta perhatian khusus dari seluruh anggota keluarga Argantara.


"Hei cucu manis eyang, apa hari ini Zea udah minum susunya? Udah makan buburnya? Sini, biar eyang bawa kamu main." Tuan Bima ingin menggendong Zea, tetapi tangannya lebih dulu ditahan oleh tangan lain.


"Kakek, Zea makin berat dan juga semakin aktif. Nanti sakit pinggang Kakek kambuh lagi." Ucap Zyrra lembut, mengingat beberapa waktu ini Tuan Bima sering mengeluh sakit pinggang. Apalagi bila ia sudah menemani Zea bermain hingga lupa waktu. Senyum manis dan tawa riang Zea membuat Tuan Bima melupakan ancaman rasa sakit di pinggangnya.


Ya, usia Tuan Bima memang sudah tak muda lagi. Pria yang dulunya gagah serta pekerja keras itu, telah berubah menjadi seorang lelaki tua renta yang mudah sakit-sakitan. Meskipun begitu, ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk dapat terus melihat tumbuh kembang kedua cicitnya, Joi dan Zea.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2