Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
KEGUSARAN JOVAN


__ADS_3

"Saya menyukai Anda Manajer Zyrra!"


Zyrra agak terkejut mendengar ungkapan perasaan dari lelaki muda itu. Wanita itu menarik nafas dan menghembuskannya kembali, lalu memegang pundak pria itu dan menunjukkan jari manisnya yang bertahtakan cincin permata padanya.


"Maaf saya sudah menikah."


Bagaikan tersambar petir di siang bolong perasaan pria itu saat ini. Dia tertunduk kemudian mulai membenarkan kacamata yang di kenakannya.


Bahkan saat Zyrra ingin kembali berlalu, pria itu malah menarik perhatian banyak orang di tempat itu dengan menangis histeris bagaikan anak yang baru berusia lima tahun.


"Huwa!!!! Saya patah hati...! Mamah....! Dia nolak Putu, Mah...!"


Hal itu membuat Zyrra kebingungan sendiri, terpaksa dia berjalan mundur dan kembali menghampiri pria itu. Dengan menutup wajahnya menggunakan telapak tangan, Zyrra menarik pemuda itu ke tempat yang agak sepi.


"Ssst!  Kau gila?! Sudah berapa usiamu?!"


"Huwa...! Manajer jahat banget, aku dibentak... Huwa!!!"


Pria itu makin mengencangkan tangisannya dan membuat Zyrra makin geram.


"Ok, ok! Mau kamu apa?"


"A..aku, ma..mau Manajer Zy..Zyra ja..jadi pacar saya..."


"Tapi saya beneran udah punya suami."


"Huwa...!!!"


Karena terlalu frustasi sekaligus malu akibat Putu yang tak kunjung berhenti menangis, Zyrra terpaksa menuruti keinginan pria itu dan menjadi kekasihnya.


"Ok! Aku jadi pacar kamu! Tapi kamu harus berhenti nangis! Bikin malu!"


Seketika pria itu tersenyum bahagia walaupun masih sesenggukan, tapi dia tetap mencoba menghentikan air matanya. Dan saat Putu yang ingin memeluk Zyrra, wanita itu langsung mengulurkan kepalan tangannya ke wajah pria itu.


"Gak usah macam-macam! Saya juga terpaksa."


"Jadi...hiks..hiks...kita udah resmi pacaran ya?" Tanya pria itu meyakinkan status mereka sambil masih terisak.


"Hm!" Zyrra hanya bergumam dan enggan menatap wajah pria itu.


"Kalo gitu mana nomor kamu?"


"Buat apa?!" Tanya Zyrra dengan bola matanya yang melebar. "Ya, kan, kita udah pacaran. Hiks..hiks...jadi aku harus tau nomor kamu."


"Tsk! Sini ponsel kamu!"


Putu mengulurkan ponselnya pada Zyrra dan disambut oleh wanita itu. Zyrra pun mengetik nomornya pada layar ponsel pria itu.


"Udah! Aku mau pulang."


"Ok sayang, hati-hati di jalan...!"


Zyrra bahkan sampai mual mendengar kata sayang dari Putu, dia pun berlari menjauh dari pria aneh yang baru saja menjadi pacar dadakannya.


'Astaga Tuhan...mimpi apa coba aku semalam, bisa-bisanya aku ketemu orang kaya gitu.' Dumel Zyrra dalam hati dan terus berlari menuju pintu keluar pusat perbelanjaan itu.

__ADS_1


Malam hari saat pesta ulang tahun perusahaan berlangsung, semua karyawan telah berkumpul. Perusahaan telah membagi dua tempat untuk karyawan perusahaan.


Tempat pertama diisi oleh karyawan tingkat bawah seperti Manajer, Supervisor, office Manajer, Section manajer, serta karyawan biasa.


Sedangkan tempat kedua diisi oleh CMO, CTO, CFO, COO dan CEO. Serta tamu undangan penting lainnya.


Dan Zyrra berada di tempat pertama bersama temannya Lola saat ini. Kehadiran kedua orang wanita itu menyita banyak perhatian.


Bagaimana tidak, malam ini Zyrra tampil sangat menawan dengan dress yang dikenakannya. Ditambah lagi dengan gaya rambutnya yang disanggul cantik. Menampakkan leher jenjang miliknya yang berhiaskan kalung berlian.


Jangankan kaum pria, yang memang sudah kodrat mereka untuk mengagumi para wanita, menjadi makin terpesona dengan kecantikan yang ditampilkan oleh Zyrra.


Bahkan para karyawan wanita yang menghadiri acara itu pun ikut mengagumi penampilan Zyrra malam ini.


Lola dan Zyrra melangkah ke tengah acara berlangsung dengan membawa segelas minuman di tangan mereka. Senyum manis tertarik di wajah kedua wanita itu. Hingga seorang pria datang mendekat ke arah Zyrra dan menyapa wanita itu.


"Hai sayang..."


Mendengar suara yang tidak asing bagi Zyrra, membuat sirna seketika senyuman di wajahnya. Zyrra ingin pergi meninggalkan tempat itu namun, lebih dulu di cegah oleh pemilik suara tadi.


"Kamu mau kemana?"


Zyrra melihat penampilan seorang pria bercelana panjang kotak-kotak, dengan dasi kupu-kupu yang bertengger di lehernya, plus, kacamata tebal khas seorang Putu.


'Ya, Allah...' batin Zyrra beristigfar, sambil memalingkan wajahnya ke sisi lain.


"Sayang??? Ra, kamu pacaran sama Putu?" Tanya Lola dengan penuh kebingungan dan rasa tidak percaya.


"Ia, kami baru aja jadian sore tadi di pusat perbelanjaan Xx." Jawab Putu dengan nada nyaring, membuat semua mata langsung tertuju pada mereka.


"Ceritanya panjang, intinya aku terpaksa nerima dia." Ucap Zyrra mencoba memberi penjelasan.


...****************...


Di tempat lain, Jovan kini merasa gelisah karena wanita itu tidak berada satu ruangan dengannya. Apalagi sebelum tiba di tempat ini, Jovan melihat penampilan Zyrra yang begitu menawan, membuat Jovan makin gelabakan di acara itu.


Akhirnya Jovan pergi ke toilet untuk mencuci muka dan mendinginkan otaknya sejenak. Entah mengapa, makin hari Jovan menjadi makin memikirkan tentang wanita itu.


Toilet tempatnya berada saat ini terhubung langsung dengan ruangan tempat karyawan biasa mengadakan pesta. Dan di sana datanglah beberapa orang pemuda yang tengah membicarakan Zyrra.


"Hey apakah kau sudah melihatnya tadi? Si Putu busuk itu jadi kekasih Manajer Zyrra."


"Ah, aku rasa itu hanyalah hayalan dari Putu busuk itu saja, mana mungkin Manajer Zyrra yang secantik itu mau dengan pria aneh sepertinya."


"Entahlah, tapi tadi aku lihat Putu selalu berada di dekat Manajer Zyrra dan juga memanggilnya dengan sebutan sayang ."


"Mungkinkah mereka benar-benar ada hubungan spesial?"


"Kalau benar begitu, entah pelet apa yang di pakai si Putu busuk sampai-sampai Manajer Zyrra yang begitu canti dan seksi mau menerima dia sebagai kekasihnya.


'Putu busuk? Pelet? Apa yang sebenarnya terjadi?!'


Jovan yang semula ingin mendinginkan otaknya dengan mencuci wajah di toilet, justru makin panas saat mendengar istrinya saat ini berpacaran dengan pria lain.


Dengan langkah panjang, ia menghampiri beberapa pria itu dengan wajah yang memerah akibat menahan emosi.

__ADS_1


"Di mana Zyrra sekarang?"


"Tu..Tuan Jovan, Manajer Zyrra ada di dalam." Jawab mereka dengan terbata.


Dapat terlihat jelas bila Jovan saat ini tengah marah besar, hanya saja mereka tidak mengetahui apa penyebab kemarahan sang pemilik perusahaan itu.


Di dalam ruangan yang bercahaya temaram, Jovan mencari keberadaan Zyrra diantara banyaknya orang yang berada di tempat itu.


Hingga matanya melihat sosok yang dicari berdiri dekat dengan seorang pria berkacamata tebal. Dan seperti yang dibicarakan oleh beberapa pria tadi, lelaki yang berada di sisi Zyrra saat ini nampak enggan menjauh dari wanita itu. Membuat Jovan makin geram dan menghampiri mereka.


"Ikut saya!"


Tanpa mendengar persetujuan dari Zyrra, Jovan menarik pergelangan tangan wanita itu. Tapi lengan Zyrra yang bebas justru di tahan oleh Putu, membuat langkah Zyrra terhenti.


Jovan memalingkan pandangannya dan melihat pria berkacamata itu tengah menggenggam jemari lentik Zyrra.


"Lepaskan tanganmu!"


"Ti..tidak! Zyrra pacar saya, jadi saya harus berada di sisinya."


"Lepaskan, atau saya patahkan tangan kamu menjadi tiga!"


Wajah Jovan sudah seperti udang rebus yang memerah akibat emosinya. Andaikan saja Zyrra tidak cepat-cepat menengahi masalah itu, mungkin saat ini Jovan telah menghajar pria  bernama Putu itu.


"Cukup! Putu lepas!"


Putu tetap menggamit jemari Zyrra sambil menggelengkan kepalanya.


"Lepas! Saya ada urusan saat ini."


"Tapi kamu nanti ke sini lagi gak?"


"Ia saya akan kembali kemari."


Putu akhirnya melepaskan genggaman tangannya pada Zyrra dan membiarkan wanita itu pergi bersama CEO mereka.


Saat di tempat yang sepi, Jovan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Zyrra. Matanya di penuhi dengan api kecemburuan dan memusnahkan pikiran jernihnya.


Dengan penuh emosi, Jovan melampiaskan amarahnya pada bibir ranum milik Zyrra. Dapat Zyrra rasakan ciuman yang begitu mendominasi hingga membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Sekuat tenaga wanita itu mencoba mendorong tubuh Jovan. Namun, semakin dia melawan, pria itu malah makin menggila dalam memagut bibirnya.


Saat merasa tidak ada perlawanan dari Zyrra lagi, Jovan mulai melepaskan tautan bibirnya dan mulai mengatur nafas.


"Kamu gila?! Ada apa denganmu, hah?!"


"Kamu bilang aku gila? Kamu yang ada apa!? Kamu jelas-jelas sudah bersuami, tapi malah berpacaran dengan pria lain. Apakah kamu masih bisa di katakan waras?!"


BERSAMBUNG...


***Yey...!!! Akhirnya udah bab 32 nih...thank's untuk yang udah baca karya-karya aku


Mohon kritik dan saran sebagai bentuk dukungan kalian ya!!!


Ingat,buat tekan like dan jadikan favorit😉😉😉 kalo bisa vote juga ya😁

__ADS_1


__ADS_2