Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
AKU MUAL MELIHAT WAJAHMU!


__ADS_3

"Oh, begitukah? Tapi saya tidak yakin." Jawab Zyrra santai dan membuka kemeja yang ia kenangan, hingga menyisakan tank top yang menampakkan dada sintal miliknya.


Hal itu membuat teman-teman Jovan bersiul senang akan pemandangam yang mereka dapati. Jovan menatap perbuatan Zyrra dengan penuh amarah, ia tidak rela tubuh indah istrinya di lihat oleh orang lain. Namun ia juga penasaran apa yang akan di lakukan oleh wanita itu selanjutnya.


Dengan langkah gemulainya, Zyrra mendekatkan diri pada Jovan. Ia menyikap rok yang di kenakannya ke atas hingga kembali menampilkan paha putih miliknya. Wanita itu pun duduk di pangkuan Jovan seraya mem49ut lembut b*bir milik sang suami.


"Wah...!" Seru teman-teman Jovan yang melihat perlakuan nakal Zyrra.


Jovan bahkan ikut terbawa suasana yang di ciptakan wanita itu, hingga Zyrra mengakhiri pa9utan keduanya. Ia meraih sebotol wine dari atas meja dan ingin meminumnya. Namun Jovan lebih dulu mencegah tangan wanita itu karena mengingat istrinya yang sedang mengandung anak mereka saat ini.


"Cukup! Kau gila? Kau sedang hamil! Jika kau hump..!" Ucapan Jovan terhenti saat Zyrra kembali memag*t bib*r Jovan.


"Kalau begitu kita pulang!" Ucap Zyrra dengan tegas dan bangkit dari pangkuan Jovan. Ia meraih kemeja miliknya yang tergeletak di atas lantai.


Sebelum pergi, Zyrra menghampiri gadis penghibur tadi yang masih memegangi kepalanya yang bersimbah darah dan setengah sadar. Zyrra berbisik di telinga wanita itu dan tersenyum menang.


"Walaupun dia adalah kekasihmu, tapi dia adalah suamiku! Tidak akan ada yang bisa mengambil apa yang sudah menjadi milikku kecuali akulah yang membuangnya. Lain kali, bawalah otakmu bila kau ingin menjadi j4l4ng, agar tidak mengalami hal yang sama!"


Zyrra memanggil Denis untuk membawa Jovan pergi dari tempat itu. Dan sesampainya mereka di mobil, Zyrra tidak mampu lagi menahan rasa mual di perutnya. Ia memuntahkan apapun yang terasa begitu mendesak kelurahan sejak berada di dalam tempat terkutuk itu.


Jovan ingin sekali membantu Zyrra, tapi ia sendiri tak dapat bangkit dan terus memegangi kepalanya yang terasa seperti berputar. Hingga Zyrra telah mengeluarkan semua isi perutnya, barulah ia bangkit dan ikut masuk ke dalam mobil. Tapi wanita itu justru duduk di kursi depan, dekat dengan Denis.


"Nyo...Nyonya, mengapa Nyonya duduk di sini?" Tanya Denis gugup, ia tidak ingin mendapat masalah karena hal ini.


"Aku mual mencium bau orang itu. Cepat jalan! Aku ingin segera mandi!"

__ADS_1


Denis segera melajukan mobilnya menuju kediaman Argantara untuk mengantarkan kedua atasannya itu. Tidak ada pembicaraan selama perjalanan, hanya Zyrra yang masih sesekali mual akibat aroma alkohol yang melekat pada pakaiannya.


"Apakah tidak sebaiknya kita berhenti di superm4rket untuk membeli minyak kayu putih Nyonya?" Tanya Denis yang cemas akan keadaan Zyrra saat ini.


"Tidak, tidak! Mengemudilah lebih cepat agar kita bisa lekas sampai." Jawab Zyrra lemah, tenaganya seperti telah terkuras habis setelah kembali memuntahkan isi perutnya, entah untuk yang keberapa kali.


Akhirnya mereka tiba di kediaman Argantara, Denis mencari beberapa pelayan untuk membantu Zyrra menuju kamar, sedangkan dirinya akan membantu Jovan.


Malam ini Zyrra memutuskan untuk tidur di kamar tamu, ia masih saja mual tiap kali melihat wajah Jovan. Namun, sudah hampir dua jam ia berbaring dan memejamkan mata, kantuk tak kunjung jua menghampirinya. Ia merasa begitu lapar, Zyrra akhirnya kembali bangkit dan menuju dapur untuk mencari sesuatu yang dapat ia makan.


Di dalam kulkas hanya tersedia beberapa sayuran dan juga roti, Zyrra terpaksa menggunakan bahan seadanya itu untuk membuat makan malam. Karena hanya ada roti dan sayuran, Zyrra memutuskan untuk membuat sebuah roti isi sederhana dan memakan itu dengan lahap.


Setelah merasa cukup kenyang, Zyrra kembali ke kamarnya tak lama kantuk pun datang dan wanita itu kini telah terlelap.


Pagi hari yang cerah, matahari telah menjulang tinggi di atas awan. Zyrra merasakan benda yang berat melingkar di atas perutnya, perlahan wanita itu membuka mata dan mendapati Jovan yang tengah memeluk tubuhnya saat ini.


Dan begitu melihat wajah Jovan, perut Zyrra tiba-tiba saja kembali mual. Ia bergegas menuju kamar mandi dan memuntahkan roti isi buatannya semalam ke dalam kloset.


Mendengar suara muntah-muntah, Jovan bangkit san menyusul Zyrra menuju kamar mandi dan memijat tengkuk wanita itu dengan lembut.


"Huft...huft...!" Zyrra mencoba bernafas, wajahnya sangat pucat dan keringat pun membanjiri kening wanita itu. Jovan ingin membantu Zyrra untuk membersihkan sisa muntahan dari mulut wanita itu, namun tangannya segera di tepis oleh Zyrra.


"Menjauh dariku! Aku mual melihat wajahmu!" Jawab Zyrra, dan benar saja setelah berucap demikian wanita itu kembali memuntahkan isi perutnya yang sudah kosong.


Jovan bangkit meninggalkan Zyrra dan berjalan keluar dari kamar itu dengan wajah muram. Ia hanya meminta seorang asisten rumah tangga untuk membantu Zyrra di dalam.

__ADS_1


Tuan Bima yang melihat Jovan berjalan keluar dari kamar mandi menghampiri laki-laki itu dan membawanya ke ruang baca.


"Kau ini bagaimana? Istrimu sedang hamil muda, tapi kamu malah menghabiskan malammu di sebuah bar dan bukannya menemani Cucu menantuku?!"


"Maaf Kek, Jovan sedang banyak masalah saat itu."


"Jadi kau bebas ke tempat terkutuk itu?!"


Jovan tertunduk diam, ia sadar bila perbuatannya memang salah. Dan mungkin karena itu, Zyrra tidak ingin berdekatan dengannya lagi.


"Kalau sampai Kakek mendengar hal bodohnya lain yang kamu lakukan, percayalah! Kakek akan membuatmu kehilangan Zyrra untuk selamanya."


Jovan yang semula menunduk kini langsung mendongakkan kepalanya dan menatap wajah sang Kakek.epa tau bila ancaman Kakeknya bukanlah main-main.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH KARANGAN DAN HAYALAN DARI AUTHOR....


...**DAN APABILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA TOKOH SERTA KARAKTER, ITU SEMUA HANYALAH KEBETULAN....


mohon dukungan kalian dengan memberikan👍 (like), ❤ (favorit) dan juga vote**


penasaran ga sama kelanjutan kisahnya? Kalau ia, tunggu episode selanjutnya lagi ya...


I love you all reader's kudos yang setia😉😉

__ADS_1


__ADS_2