
"Tuan, saat ini Nona Zyrra tengah berada di sebuah restoran yang tak jauh dari sini bersama suaminya." Ucap Haikal, tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Robin saat ini setelah orang sebelumnya meninggal dunia. Haikal adalah putra dari Zhorr, pria yang Robin percaya untuk menjaga dan mengajarkan Zyrra ilmu bela diri. Sayangnya, Zhorr harus meninggal karena melindungi Zyrra dari musuh-musuh Ayahnya. Hingga kini, Haikal lah yang menggantikan posisi sang Ayah menjadi orang kepercayaan Robin.
"Bawa aku ke sana. Aku ingin melihat putriku secara langsung." Ucap Robin dengan mata berbinar. Kerinduan selama puluhan tahun, kini akhirnya dapat ia cicil. Meskipun Robin masih belum berani untuk bertemu langsung dengan Zyrra, tapi melihat putrinya dari jauh ia sudah merasa puas.
Mobilpun melaju menuju restoran tempat Jovan dan Zyrra makan siang. Haikal sudah memesankan tempat duduk yang berdekatan dengan meja mereka. Dengan begitu, Robin dapat dengan jelas melihat secara langsung wajah putri yang amat ia rindukan.
Akan tetapi ketika Robin telah tiba di sana, ia justru menemukan putrinya tengah berbincang dengan seorang pria yang tidak asing. Pria muda yang begitu akrab dalam ingatannya. Dia adalah Dearn, musuh besar kelompoknya, sekaligus orang yang telah mencelakai istri tercintanya dua puluh satu tahun yang lalu.
Mata tua Robin sampai terbelalak melihat pria itu yang sangat nampak memiliki niatan tersembunyi terhadap putrinya. Melihat itu tanpa pikir panjang lagi, Robin mengambil langkah lebar ingin menghampiri Zyrra. Ia tidak ingin kejadian puluhan tahun silam kembali terulang. Kali ini, meskipun harus mengorbankan ratusan nyawa, Robin akan tetap melindungi putrinya, Zyrra.
Namun untungnya, Zyrra seperti tidak terlalu merespon pria itu dan berlalu meninggalkannya begitu saja. Membuat Robin mengurungkan niatnya dan menuju meja yang telah Haikal pesan untuk mereka.
Di meja sebrang tempat duduknya, ia melihat pria muda tampan yang menyambut kedatangan Zyrra. Tatapan mata pria itu penuh dengan cinta. Robin dapat dengan jelas melihat cinta yang tulus dari pria di hadapan putrinya itu.
__ADS_1
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Makanan lezat telah tersaji di atas meja, saat Zyrra kembali dari toilet. Mata cantiknya berbinar menatap makanan-makanan lezat itu. Dengan satu suapan penuh, Zyrra melahap sesendok borlengo ke dalam mulutnya. Senyum puas pun terlukis indah pada raut wajah cantik wanita keturunan Indonesia Itali itu.
"Gimana, enak?"
"Em, enak banget. Aku ga nyangka bisa makan makanan ini lagi."
"Lagi? Emang kamu pernah makan ini sebelumnya?"
"Mio zio? Paman kamu? Dia asli Itali? Terus sekarang dia di mana?" Tanya Jovan penasaran. Seingatnya, istrinya ini tumbuh di panti asuhan. Lalu bagaimana mungkin ada seorang Paman yang membiarkannya tumbuh di panti?
"Bukan, aku memanggilnya paman, karena di adalah pegawai di panti tempat tinggalku dulu. Dia juga yang ngajarin aku karate sama latihan nembak. Tapi, pas aku pulang sekolah, dia tiba-tiba aja menghilang. Dan sampe sekarang, aku udah ga pernah liat dia lagi di panti."
__ADS_1
"O... Pantes aja kamu jago berantemnya ya?"
"Kenapa? kecewa?" Tanya Zyrra dengan agak ketus. Pertanyaan Jovan barusan seakan membandingkan dirinya dan Bella. Hormon kehamilan yang mendominasi membuat rasa cemburu Zyrra mudah tersulut. Menjadikannya tidak dapat mengontrol emosinya sendiri.
"Engga lah. Justru aku makin kagum sama kamu, sayang. Karena selain cantik, pinter masak, dan juga seksi, kamu ternyata jago gelud juga. Jarang-jarang Lo ada perempuan seunik kamu ini."
"Alah...! Alesan! udah ah, aku ga mau denger kamu ngomong lagi. Makin kamu ngomong, makin ilang selera makanku nanti."
Jovan hanya bisa menghembuskan nafas berat melihat tingkah Zyrra yang saat ini. Tapi, ia pun tak mau ambil pusing. Toh, semua ini terjadi karena Zyrra tengah mengandung calon anaknya. Jadi, dia harus lebih bersabar dan mengerti akan sikap Zyrra yang mudah berubah-ubah. Jovan tidak ingin, kejadian waktu dulu terulang kembali. Dimana Zyrra, harus masuk rumah sakit dan mereka pun hampir saja kehilangan calon bayi, akibat kebodohannya yang tidak bisa mengontrol emosi.
BERSAMBUNG....
*Hai readersku yang setia...
__ADS_1
Thank's untuk like dan dukungannya ya...
I love you all 😙😙😙***