Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
JOI SIUMAN


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Joi berada di rumah sakit itu. Matanya masih terus terpejam dengan kabel-kabel yang masih tetap menempel pada tubuh kecil itu untuk memonitor detak jantungnya.


Jovan, Zyrra, Bella dan Jonan terus bergantian menunggui Joi di rumah sakit itu secara bergantian. Dan siang ini adalah giliran Bella untuk menjaga Joi, menggantikan Zyrra yang sudah semalaman di ruangan itu. Apalagi dengan kondisinya yang masih hamil muda, tentu saja Bella tau wanita itu akan sangat membutuhkan banyak istirahat sebab tubuhnya yang mudah lelah.


Sebenarnya Zyrra ingin menolak tawaran Bella yang ingin menggantikannya, namun wanita itu terus bersikeras hingga akhirnya Zyrra pun setuju.


"Terima kasih karena sudah mau menjaga Joi untukku. Maafkan aku yang sudah menghancurkan hubungan kalian. Sungguh, ini di luar keinginanku." Sesal Zyrra lirih.


"Jangan ungkit hal yang sudah berlalu, lagi pula ini bukanlah kesalahanmu. Mungkin aku dan Jovan memang tak seharusnya bersatu, hingga Tuhan mengirikanmu untuk menggantikan aku di hati Jovan."


Zyrra tak menyangka bila wanita yang hatinya sangat baik itu, harus merasakan kehancuran akibat dirinya. Walaupun ini semua bukanlah kehendaknya, namun ia tetap merasa bersalah karena sudah merebur pria orang lain. Zyrra tau betul betapa sakitnya itu, mengingat ia juga pernah mrngalaminya. Akhirnya Zyrra pamit pulang, dan meninggalkan Joi bersama Bella.


Setelah kepergian Zyrra, Bella duduk di sisi Joi dan menggenggam jemari kecil lelaki itu. Hingga ia melihat sebuah keajaiban hari ini, Joi sepertinya menunjukkan tanda-tanda akan sadar dari tidur panjangnya.


"Mamah..." Itulah kata pertama yang keluar dari mulut kecil Joi.


Betapa senangnya Bella mendengar ucapan Joi yang menyebutnya Mamah.


"Ia sayang, Mamah di sini." Ucapnya sambil menciumi tangan lelaki kecil itu.


Joi perlahan membuka mata dan melihat Bella yang berada di sisinya dan bukanlah Zyrra.


"Tante Bella, di mana Mamah Zyrra?"


Laksana bola yang di lambungkan tinggi ke atas awan dan di hempaskan kembali kebumi, seperti itulah perasaan Bella saat ini ketika putra kandungnya menyebut wanita lain sebagai Ibunya. Ia mencoba tersenyum dan menjawab pertanyaan dari Joi.

__ADS_1


"Mamah kamu, baru aja pulang. Semalaman dia udah jagain Joi, jadi Tante kasihan dan gantiin dia deh. Joi ga marahkan?"


"Engga kok Tante, Joi juga seneng ada Tante yang mau jaga Joi."


Bella mencium kening anak itu dengan lembut dan mengusap surai hitam lebatnya. Rambut Joi sama persis seperti yang dimiliki oleh Jonan. Begitu juga dengan garis wajah yang ia miliki, mereka terlihat begitu mirip, Joi seperti duplikat kecil dari Jonan. Hanya bagian mata dan alisnyalah yang sama dengannya.


Para Dokter pun tiba di ruangan itu dan memeriksa keadaan Joi. Mereka pun mulai melepaskan satu persatu alat pada tubuh Joi dan hanya menyisakan infus serta alat bantu pernafasan yang masih menempel di hidung pria kecil itu.


...****************...


Kembali ke perusahaan, Jovan dan Jonan yang baru saja melakukan rapat dengan para Dewan Direksi, mendapatkan kabar mengenai Joi. Mereka bergegas menuju rumah sakit dengan mobil masing-masing. Namun Jovan tidak memberitahukan hal itu pada Zyrra sebab Bella melarangnya. Ia tau Zyrra sangat lelah dan butuh istirahat yang cukup.


Jovan pun setuju dan memutuskan untuk memberitahukan hal ini nanti malam saja. Sebab ia pun mengetahui betapa sayangnya Zyrra pada anak kecil itu hingga tidak memperdulikan kondisi tubuhnya sendiri.


Kedua mobil mewah itu tiba do depan rumah sakit dan mengundang perhatian banyak orang di sana. Apalagi saat kedua lelaki berparas tampan itu turun, banyak para suster wanita yang berteriak histeris karena kagum akan ketampanan kedua orang itu.


"Bukankah itu CEO Jovan? Pemilik perusahaan Argantara grup itu? Sedang apa dia di rumah sakit ini? Siapa yang sakit?" Tanya salah seorang pasien pada keluarganya.


"Aku dengar putranya di rawat di rumah sakit ini."


"Putra? Bukankah dia baru saja menikah, lalu bagaimana mungkin sudah memiliki anak? Atau jangan-jangan dia memiliki hubungan gelap sebelum di nikahkan? Pantas saja istrinya tidak diketahui hingga saat ini."


Jovan yang tidak mengetahui dirinya telah menjadi bahan gosip saat ini, terus saja melangkah menuju ruangan Joi. Ia tiba di sana dan melihat Bella yang tengah menyuapi anak laki-laki itu.


"Papah..!" Ucap Joi dengan senyum lebar di wajahnya.

__ADS_1


"Jagoan Papah, gimana perasaan kamu? Ada yang masih sakit?"


"Kepala Joi masih sakit Pah, tapi nggak papa kok, Joi kuat!"


"Anak Papah hebat,"


Bella melihat pemandangan yang mengharukan itu. Terbesit dalam benaknya andai saja Joi itu memanglah benar putranya bersama Jovan, tentu saja mereka akan menjadi keluarga kecil yang amat bahagia kini. Sayangnya itu semua hanya menjadi harapan yang tidak mungkin menjadi nyata.


Jonan mendekati Joi dan ikut memeluk tubuh kecil anak itu. Entah mengapa ada rasa yang begitu melegakan saat melihat Joi telah berhasil melewati masa kotanya pasca operasi minggu lalu.


"Om kangen banget main sama Joi lagi, cepet sembuh ya, biar kita bisa main dan jalan-jalan kaya dulu lagi."


"Siap Om!" Jawab Joi sambil memberikan hormat pada Jonan layaknya para anggota pasukan negara.


Ketiga orang dewasa di sana pun tertawa melihat tingkah lucu anak kecil itu. Walaupun Joi masih kecil, tapi ia tau bila dua laki-laki dewasa di hadapannya itu pasti bersedih dengan keadaannya saat ini. Jadi dia berusaha mengurangi beban di fikiran mereka dan menyembunyikan rasa sakitnya dengan tetap menampilkan keceriaan pada wajahnya.


Suasana ruang rawat Joi kini di penuhi dengan canda tawa. Hingga ham besuk pun berakhir dan Joi harus kembali beristirahat. Jovan, Jonan dan Bella kembali ke kesibukan mereka masing-masing.


Jovan memutuskan untuk kembali ke perusahaan, sedangkan Jonan mengajak Bella untuk makan siang di luar. Tak seperti biasanya, Bella kali ini menyetujui tawaran Jonan begitu saja. Sebab ia memang sengaja ingin membuka hati untuk pria itu agar dapat terus dekat dengan putra mereka. Toh Jovan tak lagi bisa ia miliki, dan telah bahagia bersama wanita lain. Jadi tak salah bukan bila ia juga ingin bahagia bersama pria lain yang sebenarnya adalah ayah dari putra tinggalnya.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI BELAKA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT DAN KARAKTER, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN....

__ADS_1


mohon dukungan kalian dengan terus memberikan like, komen dan juga Votenya ya...😉


jangan lupa juga buat jadikan favorit cerita ini supaya bisa tahu bab terbaru dalam cerita ini...


__ADS_2