Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
NGIDAM MAKANAN ITALI


__ADS_3

Melihat Zyrra yang membawa pergi Jovan begitu saja, Wen Xie Luo tidak dapat bersuara. Andaikan saja ia tidak sedang berada di negara orang, Wen Xie Luo jamin, sudah tidak akan ada lagi wanita yang bernama Zyrra Azasya di dunia ini. Dengan langkah geram, Wen Xie Luo meninggalkan ruangan Jovan menuju mobilnya dan pergi dari Argantara grup.


"Fūrén, lǐngzhǔ xiānqián jiào dào. Tā shuō, rúguǒ nǐ jīntiān xiàwǔ bìxū huí zhōngguó." Ucap supir Wen Xie Luo saat sang majikan sudah duduk di dalam mobil.


(Nyonya, tadi Tuan besar menelpon. Beliau mengatakan, bila Anda harus segera kembali ke Cina sore ini.)


Tatapan Wen Xie Luo masih tertuju ke luar jendela, ia seakan tidak mendengar ucapan sang supir. Untung saja, supir yang mengantar dan menjemputnya di Indonesia ini adalah orang kepercayaan keluarganya. Jadi dia telah hapal betul akan sikap manja wanita muda itu.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


"Lusa akan ada pameran dari butik Ss. Aku dan Lola ingin hadir di acara itu, apa kamu bisa bantu?"


"Butik Ss? Nanti akan ku tanyakan pada Denis, biasanya mereka akan mengirimkan undangan pada perusahaan kita."


Pasangan suami istri itu menikmati makan siang mereka sambil berbincang-bincang. Tanpa kedua pasangan itu menyadari, ada sepasang mata yang memandang ke arah mereka. Tatapan mata pria itu tertuju pada Zyrra, setiap hal yang wanita itu lakukan tak lepas dari penglihatannya. Pandangan mata yang teduh dan memancarkan kerinduan mendalam.


'Zyrra, apa kamu tau aku begitu merindukan senyumanmu itu? Aku benar-benar jatuh cinta pada semua yang ada pada dirimu. Sayangnya, kamu sudah milik orang lain. Aku hanya bisa berharap kamu akan bahagia bersama Tuan Jovan.' Batin Arya.

__ADS_1


Ya, pria yang memandang ke arah Jovan dan Zyrra itu adalah Arya Surya Wiguna. Pertemuannya dengan Zyrra di halte bus, telah sukses membuat hatinya terpaut. Senyum manis dan kecantikan yang dimiliki oleh seorang Zyrra memang mampu melelehkan hati kaum Adam. Tak terkecuali putra bungsu keluarga Surya Wiguna itu.


"Gimana makanan di sini?"


"Em, enak. Tapi aku kurang suka."


"Kenapa?"


"Aku lagi pengen makan makanan yang lain."


"Kamu pengen makan apa emang?"


"Kok gitu? Jangan gitu dong sayang, nanti anak kita ileran loh. Emang kamu tega liat anak kita nanti ileran?"


"Ih, amit-amit! Aku tuh pengen makanan Itali," Ucap Zyrra dengan nada lemah di ujung kalimatnya. Jovan tersenyum lembut, ia mengangkat tangannya dan membelai surai panjang Zyrra.


"Ok, kalo gitu, kita ke restoran Itali. Kebetulan aku tau restoran yang enak dan nyaman"

__ADS_1


Biasanya setelah Jovan menuruti keinginannya, Zyrra akan tersenyum manis. Tapi kali ini wajahnya tetap masam, bahkan Zyrra nampak membuang nafasnya kasar.


"Kenapa? Kok masih cemberut?"


"Aku pengennya makan langsung ke sana." Lirih Zyrra pelan. Kini Jovan tau mengapa istrinya itu enggan untuk menyampaikan kidamnya. Ternyata yang diinginkan oleh calon bayi mereka sangatlah rumit. Tapi, demi sang buah hati, Jovan pun tetap akan menurutinya. Toh bagi Jovan, pergi ke Itali hanya seperti Jakarta-Bandung bagi orang biasa. Tanpa basa basi lagi, Jovan merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah benda pipih.


"Nis, suruh para maskapai siapkan pesawat. Siang ini aku dan istriku akan berangkat ke Itali."


Mata indah Zyrra terbelalak kaget mendengar perintah Jovan pada asistennya. Bukan apa-apa, ia pikir mungkin besok Jovan baru bisa memenuhi keinginannya. Tapi rupanya, suaminya itu bahkan meminta Denis untuk menyiapkan pesawat pribadi untuk terbang siang ini juga.


"Paspor dan baju ganti kita gimana?" Pertanyaan polos itu meluncur begitu saja dari bibir seksi Zyrra. Wanita cantik itu lupa, dengan siapa dia bersuamikan sekarang. Bagi keluarga Argantara, untuk melakukan perjalanan menuju luar negri, tentu semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, mereka telah memiliki banyak koneksi dalam berbagai bidang, misalnya seperti kali ini.


"Semuanya sudah diurus sama Denis. Kita hanya tinggal nyiapin diri kita aja, sayang."


Baru kali ini Zyrra menyadari, betapa beruntungnya dia yang telah bersuamikan Jovan. Selain tampan, pria itu pun amat memanjakannya dengan limpahan kasih sayang. Dan satu hal lagi yang paling utama, yaitu latar keluarga yang dimiliki suaminya.


Zyrra pun mengakui, selama dia menyandang gelar sebagai menantu keluarga Argantara, dirinya seakan menjadi orang terpandang. Kemampuan ia pergi, akan mendapat perhatian lebih dari orang-orang. Kehidupan yang Zyrra jalani saat ini, tentu jauh berbanding terbalik dari kehidupannya yang lalu. Di mana, dia akan selalu diremehkan dan di kucilkan oleh khalayak ramai hanya karena paras dan setatus sosial yang ia miliki. Sebab sejak kecil, Zyrra telah tumbuh di panti asuhan. Bahkan, teman-temannya di panti pun mengucilkannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2