Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
DOKUMENTASI GENERASI KE EMPAT


__ADS_3

Siang ini Jovan menemani Zyrra ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan pada kandungannya. Mereka menemui Dokter Obgyn terbaik hasil rekomendasi Dokter Radit tempo hari di rumah sakit itu. Tak seperti pasien lain yang harus mengantri terlebih dahulu, sebagai istri dari Dewa pengusaha se-Asia, kedatangan Zyrra di sambut oleh para suster dan Dokter di sana. Tanpa menunggu lama lagi, Zyrra sudah langsung di persilakan masuk.


"Silahkan berbaring Nyonya,"


Setelah Zyrra membaringkan diri, Dokter mengeluarkan alat transducer dan mengoleskan gel ke atas permukaan perut Zyrra yang nampak sedikit menyembul.


"Wah, rupanya si baby sehat ya Tuan, Nyonya. Perkembangannya juga sangat baik, tangan dan kaki bayi sudah mulai terbentuk." Ucap Dokter yang di simak oleh Zyrra. Tapi tidak dengan Jovan, ia begitu takjub melihat tumbuh kembang sang janin yang berada di dalam perut istrinya itu. Mata Jovan tak berkedip memandangi layar monitor yang menampilkan buah hati mereka.


"Bisakah kami meminta hasil rekaman barusan Dok?" Tanya Jovan ketika Dokter wanita itu selesai memeriksa kandungan Zyrra.


"Buat apa?" Tanya Zyrra balik yang tidak mengerti akan jalan pikiran suaminya.


"Aku mau buat sebuah dokumentasi tentang penerus generasi ke empat, keluarga Argantara."


"Tentu Tuan, kami akan siapkan rekaman tadi untuk kalian bawa pulang." Jawab Dokter dengan senyum lebar di wajahnya. Ia dapat mengerti betapa pentingnya penerus generasi keluarga ternama tersebut.


"Apakah ada keluhan lain yang Nyonya rasakan?"


"Tidak, semuanya baik-baik saja."


"Bagaimana dengan jenis kelaminnya Dok?"


"Untuk jenis kelamin, baru bisa di lihat saat memasuki usia kehamilan di trimester kedua nanti."

__ADS_1


Selesai melakukan pemeriksaan, Jovan menemani Zyrra kembali ke kediaman Argantara.


"Kamu ga usah nemenin aku pulang, kan ada Pak Edy yang bisa antar jemput aku."


"Aku tau, tapi aku ga tenang kalo ga langsung lihat kamu aman sampai rumah."


Zyrra tak dapat berucap lagi, semenjak kehamilannya, Jovan memang semakin over protektif padanya. Bahkan terkadang pria itu tak mengizinkan Zyrra untuk turun dan ikut makan bersama. Alasannya karena takut dia akan terjatuh dari tanggalah, takut Zyrra kelelahanlah, dan masih banyak lagi pemikiran-pemikiran berlebihan lainnya. Alhasil, kamar mereka kini berpindah ke lantai satu, agar menghindari kemungkinan-kemungkinan itu.


Tibalah mereka di kediaman Argantara, Jovan mengantarkan Zyrra ke kamar mereka dan memastikan wanita itu sudah terlelap, barulah ia kembali ke perusahaan.


...****************...


Perusahaan Argantara grup kini kedatangan sepasang manusia menjijikkan. Ya, setidaknya itulah yang di rasakan Lola saat melihat pria yang pernah menghianati Zyrra, demi wanita yang terlihat tidak lebih baik seujung kukupun itu. Kedua orang itu dengan santainya mengumbar kemesraan di depan banyak orang.


Pitto bersama dengan kekasihnya itu menunggu kedatangan Jovan. Kerjasama di antara mereka kali ini memang akan mempertaruhkan banyak sekali modal. Namun, itu akan setimpal dengan keuntungan yang akan mereka dapatkan di kemudian hari. Bagaimana tidak? Argantara grup adalah perusahaan raksasa yang menguasai perekonomian di Indonesia. Jadi, apabila pabrik yang ia kelolai dapat bekerja sama dengan perusahaan besar itu, sudah bisa di pastikan bila pabriknya akan makin berjaya dan dapat masuk ke pasar dunia.


"Selamat siang Tuan Jovan, ini adalah contoh parfum yang akan kami pasokan ke setiap hotel Anda." Ucap Pitto menyodorkan beberapa botol sempel parfum pada Jovan. Sementara mata Viona hampir saja melompat dari tempatnya ketika melihat ketahanan ketampanan yang dimemiliki oleh Jovan.


'Oh Tuhan...! Ganteng banget, kenapa ada laki-laki yang seganteng ini di dunia? Wajahnya kaya pangeran-pangeran di negri dongeng...' gumam Viona dalam hati. Ia tak dapat berpaling dari pesona yang dimiliki Jovan. Viona menatap lekat wajah tampan Jovan, setiap pergerakan yang dilakukan oleh organ itu tak kuputuskan dari pandangan Viona.


'Lihatlah hidung mancungnya itu, rahangnya yang tegas, alis tebal, dan aw! Bibir tebal yang menggoda miliknya! Ah.... aku bisa gila kalau terlalu lama berada di sini!' Pekik wanita itu dalam hati. Bahkan otak Viona sudah berfantasi liar seketika hanya dengan memandang wajah tampan Jovan.


Prilaku menyebalkan Viona tak luput dari pandangan Denis yang berada di sisi atasannya, Jovan. Ia melihat mata wanita itu hampir tak berkedip saat memandang ke arah Jovan. Bahkan Viona tak segan-segan menurunkan harga durinya dengan bertingkah selayaknya wanita penghibur di klub malam.

__ADS_1


Jovan meminta asistennya Denis untuk mencoba setiap aroma parfum. Namun, bagi mereka kaum pria semua aroma sama saja, tidak ada yang istimewa di antara itu. Semua varian terasa enak, jadi Denis tidak dapat memilih parfum mana yang cocok untuk di gunakan pada hotel mereka kelak.


"Maaf Tuan, saya rasa wanita akan lebih peka akan aroma ini."


Jovan pun mengangguk setuju, jadi dia meminta Pitto untuk meninggalkan sempel parfum itu terlebih dahulu dan mencari orang yang tepat untuk memilih aroma parfum mana yang cocok bagi kamar dalam setiap hotel yang di naungi oleh Argantara grup.


"Maaf Tuan Pitto, saya masih harus menghadiri rapat dengan perusahaan asing. Bisakah Anda meninggalkan sempel parfum itu di sini? Saya akan mencari seseorang untuk memilih aroma parfum yang cocok bagi hotel kami."


"Tak masalah Tuan, kalau begitu saya akan meninggalkan sempel ini di sini. Selamat siang Tuan Jovan."


Pitto bangkit dan menyalami Jovan, pria itu pun meninggalkan ruangan tersebut bersama kekasihnya.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJA AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^


^^^votenya ya...^^^


^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^

__ADS_1


Iā™”U READER'S...šŸ˜™šŸ˜™


__ADS_2