Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
SENYUMAN PERTAMA


__ADS_3

Mengingat Wen Xie Luo bukanlah warga negara Indonesia, kasus wanita itu harus di tangani oleh negara asalnya. Dengan sangat terpaksa, Wen Xie Luo harus kembali ke Tiongkok sebagai narapidana. Kabar tersebut tentu akan membuat orang tua Wen Xie Luo murka kepadanya. Tetapi Wen Xie Luo sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Ia hanya dapat pasrah dan menerima kekalahan dalam persaingan cintanya.


Wen Xie Luo di berangkatkan kembali ke Cina dengan menggunakan pesawat khusus. Jovan tidak ingin Wen Xie Luo melarikan diri saat kembali ke negara assalamualaikum mengingat wanita itu adalah orang yang licik. Setibanya di bandara, Wen Xie Luo di jemput oleh kepolisian setempat yang akan membawanya menuju penjara.


Tiba-tiba saja mobil mereka dihadang oleh beberapa mobil asing yang menghalangi jalan. Bahkan, terdapat beberapa orang preman dengan senjata lengkap membisikkan pistol ke arah mobil Polisi tersebut. Merasa kalah jumlah, para Polisi membiarkan para bandit itu membawa Wen Xie Luo pergi. Berharap, nyawa mereka dapat terselamatkan dan mereka dapat melapor kepada atasan bila Wen Xie Luo telah dibawa pergi. Sayangnya, para bandit itu tak memiliki jiwa kemanusiaan, mereka menembaki para polisi hingga tak bernyawa lagi.


Dengan perasaan tamu dan bahagia, Wen Xie Luo di bawa menuju sebuah Fila tepi laut. Di sana ia disambut oleh pria muda berwajah tampan. Pria itu lalu mengajak Wen Xie Luo untuk bekerja sama dalam mencapai satu tujuan. Yaitu, membiarkan Jovan dan istrinya Zyrra agate mereka bisa memiliki salah satunya.


Dengan senang hati, Wen Xie Luo menerima tawaran itu. Meskipun Wen Xie Luo telah memutuskan untuk tidak lagi berbuatlah merebut Jovan, tetapi setidaknya untuk sementara waktu ini ia dapat tenang. Dan setelah Wen Xie Luo bisa menemukan cara agar Jovan mau mencabut tuntutannya, barulah Wen Xie Luo akan membuat rencana baru.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


Kabar menghilangnya Wen Xie Luo telah sampai ke telinga Jovan sekeluarga. Robin yang sudah mengetahui cerita tentang rencana pembunuhan Wen Xie Luo tempo hari menjadi ikut geram. Ia menawarkan bantuan untuk menemukan keberadaan wanita ular itu.


"If we keep letting him linger, he'll have the chance to escape even further."


(Bila kita terus membiarkannya berlama-lama, dia akan memiliki kesempatan untuk melarikan diri lebih jauh lagi.)


"Aku setuju dengan pendapat, Tuan Robin. Menghilangnya Wen Xie Luo ini, pasti ada seseorang yang terlibat. Dan orang itu, pastinya memiliki kekuasaan besar. Bahkan orang yang kita perintahkan untuk mengawasi keluarga Wen pun tidak bisa menemukan petunjuk. Keluarga itu seakan benar-benar tidak mengetahui keberadaan putri mereka."


(Aku telah menyebarkan orang-orang ku di beberapa titik. Mereka akan segera mengabarkan padaku bila menemukan petunjuk.)


Sementara para pria dewasa sedang bertukar pikiran di ruang keluarga, Zyrra dan Bella sibuk menemani anak mereka bermain. Joi dan Zea terlihat saling menyayangi satu sama lain, meskipun mereka hanya saudara sepupu. Joi tak lagi bersikap dingin pada Bella dan Jonan setelah pertemuannya dengan Zyrra hari itu. Anak kecil itu kembali bersikap manis di hadapan kedua orang tuanya. Membuat hati Bella dan Jonan lega, meskipun ucapan putra mereka itu masih selalu terngiang dalam ingatan mereka.

__ADS_1


"Joi sepertinya udah siap punya adik. Apa kalian ga berencana buat kasih adik ke dia?"


"Entahlah, Ra. Aku masih ingin memberikan kasih sayang sepenuhnya buat Joi. Aku takut, kasih sayang kamu akan terbagi kalau kamu memiliki anak kedua."


Zyrra dapat mengerti perasaan bersalah yang Bella rasakan untuk Joi. Memang ini tidak sepenuhnya kesalahan Bella, semuanya terjadi karena perbuatan orang tak bertanggung jawab yang telah memisahkan ibu dan anak itu.


"Aku yakin, Joi ga akan berpikir gitu." Ucap Zyrra sambil menggenggam punggung tangan Bella. Hubungan kedua wanita itu kian membaik hari demi hari. Tak ada rasa canggung di antara keduanya bila sudah membahas putra sulung mereka. Meskipun ada kisah cinta antara Bella dan Jovan di masa lalu, Bella terus mencoba untuk melepaskan semua itu. Agar dirinya bisa bahagia bersama suami dan putranya, Joi.


"Mah! Lihat, Dedek bisa senyum." Seru Joi melihat senyuman pertama Zea untuknya. Bella dan Zyrra mendekat ke arah kakak beradik itu, dan benar saja, Zea kini sudah bisa tersenyum memamerkan gusi merah jambu miliknya.


"Wah selamat ya, Joi. Joi adalah orang pertama yang melihat senyuman Dedek Zea.

__ADS_1


BERSAMBUNG……


__ADS_2