
Melihat Zyrra yang tidak beraksi akan bubur yang ia sodorkan, Jovan sadar bila istrinya itu pasti masih marah. Dan itu tentu sangat tidak baik bagi kondisinya saat ini. Jadi Jovan berinisiatif untuk membujuk Zyrra dan menjelaskan semuanya.
"Maaf karena sudah membuat kamu seperti ini. Aku ga tau, kenapa aku ga bisa mengontrol emosi dan berpikir lebih jernih kalau sudah menyangkut tentang kamu. Apa lagi saat aku melihat kamu jalan dengan laki-laki lain seperti tadi. Aku jadi makin takut, aku takut kehilangan kamu."
Mendengar penjelasan Jovan, air mata Zyrra turun tak terbendung lagi. Ia amat jengkel, kesal dan kecewa atas semua sikap Jovan padanya. Padahal pagi ini ia ingin meluapakan kejadian kemarin dan berbaikan dengan Jovan. Tapi pria itu justru menambah keruh suasana dengan kembali menuduhnya. Bahkan tuduhan yang dilakukan oleh Jovan kali ini lebih menyakitkan dari yang kemarin.
"Hiks..hiks..kamu menyebalkan! Kamu jahat! Aku benci kamu Jovando Argantara! Aku sangat membencimu!" Ucap Zyrra sambil memukul tubuh Jovan sekuat tenaga. Jovan bahkan samapi merasakan tulang dadanya yang hampir patah akibat pukulan pukulan yang dilakukan oleh Zyrra. Tapi ia menerima itu semua, asalkan dapat mengurangi emosi Zyrra padanya.
"Ok, ok. Maaf, maafkan aku."
"Ga! Aku benci kamu! Kenapa kamu harus bilang cinta ke aku kalo akhirnya cuman bikin aku sakit? Kenapa kamu harus perlakukan aku dengan lembut kalau akhirnya kamu perlakukan aku kaya gini? Semestinya dari awal kamu ga usah lakuin itu semua! Ga usah...! Hiks..hiks..."
"Maaf, aku janji ini terakhir kalinya aku berbuat bodoh kaya tadi. Aku bener-bener cinta kamu Zyrra, aku ga pernah main-main sama perasaanku ke kamu." Tutur Jovan sambil memeluk tubuh Zyrra, berharap dapat meredakan emosi istrinya. Dan untungnya itu berhasil, Zyrra sudah jauh lebih tenang setelah mengatakan semua isi hatinya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Napoli, Italia.
Terdapat sekelompok mafia yang paling ditakuti oleh seluruh penjuru kota Roma. Mafia itu dipimpin oleh seorang pria yang berusia sekitar lima puluhan tahun. Ia adalah pemimpin yang terkenal akan kejejamannya dan juga kekayaan yang ia miliki. Dari seluruh mafia yang terdapat di kota Roma itu, belum ada yang mampu menyaingi kekuasaan yang ia miliki.
"Tuan, kami telah mendapatkan keberadaan putri Anda. Hanya saja-"
"Hanya saja apa?!" Tanya pemimpin mafia itu dengan tatapan garang yang siap melenyapkan siapapun dihadapannya.
"Hanya saja, ia kini telah bersuami dan akan memiliki anak dengan pria itu."
__ADS_1
"Br3ngs3k! Bajingan mana yang berani mempersunting putriku tercinta tanpa seijin dariku?!"
"Dia adalah pengusaha muda yang menduduki urutan terkaya dan tersukses nomor tiga di dunia. Dia juga memiliki beberapa perusahaan di kota ini yang cukup berkembang baik."
"Aku tidak perduli mengenai semua yang kau ucapkan! Yang aku ingin ketahui adalah, latar belakang b4j1ng4n itu!" Hardik sang ketua mafia, membuat anak buahnya terjingkat ke belakang. Orang suruhan yang ia perintah untuk mencari tau keberadaan putrinya pun menyerahkan sebuah map yang berisikan data-data mengenai seorang pria muda yang terlihat cukup tampan.
"Cari cara agar orang ini bisa membawa putriku ke mari. Aku ingin dia membuktikan ketulusannya pada putriku. Bila ia tidak mampu, maka langsung habisi saja beserta seluruh anggota keluarganya. Namun bila ia berhasil, aku akan menyerahkan tahtaku saat ini padanya."
"Baik Tuan."
"Putriku, maafkan Ayah yang gagal menjagamu. Ayah berjanji, setelah semua kesalahan Ayah di masa lalu, Ayah akan menebus semuanya dengan baik." Ucap pria paruh baya itu sambil memandangi sebuah bingkai poto yang terisi dengan gambar gadis manis berusia empat tahun.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
"Kapan jadwal pemeriksaan kehamilanmu?"
"Hari ini Kakek," Jovan yang mendengar hal itu langsung menoleh. "Hari ini? Bukannya itu masih lusa?"
"Ya, semestinya jadwalnya memang lusa. Tapi Dokternya ngasih tau bulan kemarin, kalo dia akan pergi ke suatu tempat dan mungkin itu agak lama. Jadi dia memajukan jadwal check up-ku."
"Baiklah, nanti akan ku antar!"
"Nggak perlu, bukannya kamu ada meeting penting hari ini?" Tolak Zyrra lembut. Ia melihat jadwal yang terdapat dalam pesan Denis pagi ini saat Jovan tengah mandi.
"Itu tidak seberapa penting dibandingkan kalian." Ucap Jovan sembari mengelus perut Zyrra lembut.
__ADS_1
"Ya itu benar! Keluarga adalah yang paling penting." Ucap Tuan Bima menegaskan. Usai sarapan bersama, Jovan membawa Zyrra menuju mobilnya dan menuju rumah sakit di mana Zyrra akan melakukan pemeriksaan kehamilannya.
Sesampainya di rumah sakit, Dokter langsung meminta Zyrra untuk berbaring. Ia kemudian mengoleskan sebuah gel dan mulai menggerakkan alat transducer di atas perut Zyrra yang mulai sedikit menonjol.
"Apakah ada pergerakan belakangan ini?"
"Ya, seperti ada tikus yang bergerak-gerak saat pagi hari tiba."
Dokter tersenyum mendengar ucapan Zyrra, ia terus menggerakkan alat itu hingga monitor menampakkan gambar seorang malaikat kecil.
Jovan bahkan sampai terpaku melihat calon bayi mereka yang telah berbentuk saat ini. Berbeda dengan terakhir kali mereka melakukan pemeriksaan, bayi itu hanya terlihat seperti gumpalan saja. Kali ini bukan hanya Jovan yang terpana akan pemandangan itu, bahkan Zyrra sendiri tidak menyangka bila bayi yang berada dalam kandungannya telah tumbuh sebegitu cepat.
"Dalam usia kandungan Nyonya Zyrra yang sudah menginjak tiga belas minggu ini, sudah nampak jelas kaki, tangan dan bentuk wajahnya. Hanya saja untuk jenis kelaminnya, mungkin baru bisa kita ketahui di pemeriksaan bulan depan. Jadi untuk pergerakan yang Nyonya rasakan setiap pagi, itu menandakan bila tumbuh kembang si dedek bayi sangat sehat."
Jovan baru tersadar dari ketakjubannya setelah mendengar ucapan Dokter barusan. Setelah membantu Zyrra untuk mendudukkan diri, ia langsung bertanya mengenai rasa gerakan dalam perut Zyrra yang tidak ia ketahui sebelumnya.
"Kamu kok ga pernah kasih tau aku kalo dia mulai ada pergerakan?"
"Em, sebenarnyaaku mau kasih tau kamu, tapi kamunya belum bangun. Dan pas kamu bangun dia udah ga gerak lagi."
"Kenapa ga kamu bangunin?"
"Males ah! Kamu kalo dibangunin suka kaya kebo. Susah banget,"
BERSAMBUNG...
__ADS_1