Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
KEHAWATIRAN TUAN BIMA


__ADS_3

Pagi ini Tuan Bima mendatangi tempat kejadian di mana Jovan mendapatkan luka tembakan, juga menghilangnya menantu generasi kedua keluarga Argantara. Lokasi yang cukup jauh dari keramaian, serta jalanan terjal di sekeliling tebing, memang amat menyulitkan pencarian. Sudah hampir satu Minggu berlalu, bahkan orang-orang yang sudah Tuan Bima kerahkan belum juga menemukan titik terang mengenai keberadaan Zyrra. Bahkan Jovan sendiri pun belum juga ada tanda-tanda akan sadar.


Dertt...dertt...


Ponsel dalam saku Tuan Bima bergetar, s buah panggilan dari dokter yang merawat Jovan melakukan panggilan kepadanya.


"Yes?"


"Mr. Argantara, I want to inform you that if Mr. Jovan has regained consciousness, we will immediately transfer him to the treatment room."


"Thank you for the information, I will immediately go to the hospital."


Tuan Bima bersama beberapa orangnya bergegas menuju rumah sakit. Sedangkan beberapa orang lainnya tetap tinggal dan mencari petunjuk tentang keberadaan Zyrra.


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


"Ada kabar terbaru tentang keberadaan Zyrra dan keadaan Jovan? Kapan Kakek akan kembali?"

__ADS_1


"Masih nihil. Aku rasa, kepulangan Kakek juga akan di undur sampai kondisi Jovan membaik."


"Aku harap akan ada titik terang dari masalah ini. Aku ingin cepat-cepat membahas mengenai Joi, pada mereka." Wajah ayu Bella kembali muram bila sudah membahas mengenai putra mereka. Perasaan bersalah terus saja menghantuinya, ia ingin segera menebus semua waktu yang sudah terbuang beberapa tahun belakangan ini. Dan yang lebih penting, Bella ingin Joi memanggilnya dengan sebutan "Mamah" sama seperti yang anak itu lakukan pada Zyrra.


"Sabar ya sayang, orang-orang kita juga sudah berusaha di sana. Semoga akan ada kabar baik dari sana hari ini."


Jonan hanya dapat menghibur Bella dengan ucapan-ucapan singkatnya. Ia tidak ingin kekasihnya itu terus larut dalam kesedihan. Karena biar bagaimanapun juga, semua ini bukanlah mutlak kesalahan Bella. Dalam kasus menghilangnya baby Joi dulu, ia pun turut andil. Sebab, ia terlalu bodoh karena tidak segera mengetahui tentang kehamilan Bella. Padahal dia juga tau, bila itu adalah pengalaman pertama baginya.


Tok...tok...tok...


"Permisi Tuan Jonan, investor dari Dubai telah tiba. Rapat akan segera diadakan." Jonan hanya mengangguk singkat pada sekertarisnya, lalu memandang ke arah Bella.


"Aku bakal mati bosan kalo nunggu kamu disini. Aku mau keluar dulu, sore nanti jangan lupa kita ada janji mau ajak Joi makan malam bareng."


"Ok honey,"


Mereka pun berpisah, Jonan pergi ke ruang rapat, sedangkan Bella pergi meninggalkan perusahaan Argantara grup. Ia sudah ada janji dengan seorang teman lama di restoran tak jauh dari perusahaan ini.

__ADS_1


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


"Di mana Zyrra?" Tanya Jovan ketika melihat Kakeknya yang datang sendirian.


"Kamu fokus sama kesehatan kamu dulu. Kita bahas masalah ini setelah kamu sehat nanti."


"Engga Kek, aku harus pergi cari Zyrra! Zyrra dan anakku sedang butuh aku." Jovan meronta dan ingin melepaskan selang infus dari tubuhnya. Untung saja ada beberapa perawat yang menahan hal itu, sebab kondisi tubuh Jovan memang belum memungkinkan pasca pengangkatan peluru dari dalam tubuhnya. Kondisi Jovan saat ini tentu saja membuat hati Tuan Bima menjadi semakin sedih.


Tuan Bima kini makin meningkatkan jumlah orang yang melakukan pencarian demi menemukan keberadaan Zyrra. Ia khawatir bila terus seperti ini, keadaan Jovan akan makin memburuk. Dan yang paling Tuan Bima takutkan adalah, berakhirnya Jovan di rumah sakit jiwa seperti sang Ibu. Meskipun Tuan Bima masih memiliki cucu lain seperti Jonan, tetapi cucu keduanya itu masih belum dapat ia percaya selayaknya Jovan.


Sikap Jonan yang masih senang bermain-main dan melalaikan urusan perusahaan membuat Tuan Bima sulit untuk mempercayakan perusahaan kepadanya. Ditambah lagi hubungannya bersama keturunan keluarga Vandov yang makin membuat hati Tuan Bima gusar.


Ia takut, suatu saat Bella akan mengkhianati Jonan, lalu membeberkan rahasia perusahaan kepada keluarga Vandov yang sudah menjadi musuh bebuyutan keluarga itu. Inilah mengapa, sejak awal Tuan Bima menentang keras hubungan antara Jovan dan Bella. Bahkan Tuan Bima rela menyetujui pernikahan antara Jovan bersama Zyrra. Meskipun Tuan Bima sendiri tau bila mereka memiliki surat pernikahan kontrak yang juga dapat merugikan perusahaan. Tapi setidaknya, resiko ini jauh lebih sedikit ketimbang membiarkan hubungan antara Jovan dan Bella terus berlanjut


BERSAMBUNG...


POV dimana percakapan Dokter dan Tuan Bima yang belum di translite.

__ADS_1


Dokter: Tuan Argantara, saya ingin memberitahukan bila Tuan Jovan telah sadarkan diri, kami akan segera memindahkannya ke ruang perawatan.


Tuan Bima: Terimakasih atas informasinya, saya akan segera menuju rumah sakit.


__ADS_2