Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
BELLA KEMBALI BERTEMU DENGAN TUAN BIMA


__ADS_3

Tuan Vandov telah berulang kali mengetuk pintu kamar piutrinya, namun tak jua ada jawaban. Nampaknya Bella benar-benar kecewa akan keputusan sepihak yang di lakukan oleh kedua orang tuanya kali ini.


"Bella..! Buka pintunya, ada yang Mommy ingin bicarakan."


"Sudahlah Mom, biarkan saja dulu. Toh dia bukan lagi anak remaja yang akan mogok makan bila sudah ngambek."


Nyonya Vandov pun akhirnya berhenti mengetuk pintu kamar putrinya dan mengikuti sang suami ke lantai bawah. Di sana telah berkumpul saudara-saudari dari Nyonya Vandov beserta putra dan putri mereka.


"Hoe? Ging hij akkord?"


{Bagaimana? Apakah dia sudah setuju?}


"Nee, hij wilde ons niet eens onmoeten."


{Tidak, dia bahkan tidak ingin menemui kami.}


"Het is omdat je hem te veel verwent. Tot ze uitgroeit tot een rebels meisje."


{Itu karena kalian terlalu memanjakannya. Dia tumbuh menjadi gadis yang pembangkang.}


Para tetua dari keluarga Nyonya Vandov yang tengah memberikan omelan serta cacian itu seketika terdiam saat melihat Bella telah hadir di tengah mereka.


"Kalian tidak bisa menyalahkan Mommy. Aku tidak menyetujui perjodohan ini karena sudah memiliki calon ku sendiri."


"Siapa? Orang dari keluarga Argantara itu? Kamu tau sendiri bagaimana penolakan yang dilakukan oleh Tuan Bima atas hubungan kalian." Ucap sepupu Bella yang lebih tua darinya.


"Apa kamu ingin terus menunggu pemuda yang telah beristri itu? Ingat Bella, jangan lagi kamu melakukan kesalahan seperti Daddy dulu hanya karena sebuah obsesi." Ucap Tuan Vandov menasehati putrinya.


"Aku bukan akan menikah dengan dengan Jovan." Jelas Bella dan membuat semua orang saling pandang.

__ADS_1


"Lalu?"


"Aku akan menikah dengan Jonan."


"Kau gila? Apa yang dimiliki oleh keturunan Argantara itu hingga membuatmu begitu terobsesi ingin memasuki keluarga itu hah?!" Tanya Paman Bella sarkas. Ia adalah Kakak tertua dari Nyonya Vandov.


"Bella, kalau kamu terus seperti ini, kami terpaksa menikahkanmu secara paksa. Asal kamu tau, kita memiliki banyak hutang budi pada keluarga Hendrix, jadi kami hanya bisa menjadikanmu sebagai pelunasan hutang budi itu." Tutur Tuan Vandov dengan wajah murung. Bukan keinginannya untuk menjadikan putri semata wayangnya sebagai bahan pertukaran jasa. Namun, mereka tidak memiliki pilihan lain, sebab sudah terlanjur memakan jasa dari keluarga Bramasta.


"Maaf Dad, tapi Bella benar-benar ga bisa," Ucap Bella lirih.


"Kenapa Bel? Apa karena putra keluarga Argantara itu? Mommy mohon Bel, demi keluarga kita. Kali ini saja, kamu bisa membantu keluarga ini."


"Tapi Mom,"


"Daarom verwen je je dochter altijd. Ze groeide op tot een meisje dat niet weet hoe ze verantwoordelijk moet zijin voor Het gezin." Lagi-lagi Kakak Nyonya Vandov memarahi sang Adik.


"Cukup! Kalian tidak perlu menyalahkan Mommy dan Daddy. Ini bukan kesalahan mereka, aku tidak bisa menikah dengan Hendrix karena sudah memiliki pilihan ku sendiri!"


"Siapa? Pria yang sudah beristri itu?" Tanya sepupu Bella dengan nada sinis.


"Aku masih memiliki harga diri dan tidak akan merebut milik orang lain." Jawab Bella tak kalah sinis.


"Oh, jadi dengan Adiknya atau Tuan Bima sendiri? Aku tidak menyangka, hanya demi dekat dengan Jovan, kau-."


"Aku sudah memiliki putra dengannya. Apakah alasan ini sudah cukup?" Pernyataan Bella membungkam mulut semua orang yang berada di rumah itu. Bahkan wajah Tuan dan Nyonya Vandov seketika menjadi pucat dan saling beratapkan. Dengan penuh emosi Bella meninggalkan kediaman Vandov tanpa membawa apapun, kecuali ponsel di dalam tas mininya.


Wanita itu memutuskan kembali ke kota A, dengan menggunakan kereta. Sesampainya Bella di kota A, Bella segera meminta Jonan untuk menemuinya di sebuah restoran


FLASH BACK OFF...

__ADS_1


"Kamu serius?"


Bella mengangguk dengan wajah serius, ini adalah satu-satunya cara agar dia dapat terlepas dari perjodohan yang keluarganya lakukan. Dan selain itu, ia akan bisa lebih dekat dengan Joi, putra kandungnya yang telah menghilang selama bertahun-tahun lamanya.


"Baikalah, aku akan membawamu bertemu dengan Kakek."


Kedua orang itu membayar makanan yang mereka pesan dan meninggalkan restoran itu. Mobil yang dikendarai Jonan melesat di jalanan kota A. Jantungnya berdebar cepat, ia tau konsekuensi apa yang akan diterimanya setelah menceritakan semua ini pada sang Kakek. Namun, demi bersama Bella, ia akan melakukan apapun.


"Apa kamu yakin melakukan ini?" Tanya Bella khawatir. Ia tau betul temperamen Tuan Bima, sebab dulu Jovan pernah membawanya bertemu dengan pria tua itu untuk tujuan yang sama. Sambutan yang diberikan oleh Tuan Bima semula begitu ramah, namun berubah drastis kala mengetahui bila Bella adalah keturunan Vandov. Pria tua itu menentang mati-matian hubungan keduanya dan mengancam akan mengeluarkan Jovan dan Jonan dari ahli waris. Hingga akhirnya pria yang ia cintai itu, kini telah menikah dengan wanita lain dan akan segera memiliki anak.


"Aku yakin." Jawab Jonan dengan mantap. Tak ada lagi wanita yang dapat menggantikan posisi Bella dalam hatinya. Jadi, demi wanita itu ia akan mengambil resiko apapun.


Mobilpun tiba di kediaman keluarga Argantara, dengan menggandeng tangan Bella, Jonan melangkah masuk ke dalam rumah besar itu. Kaki mereka berhenti di ruang tengah, saat menemukan Tuan Bima sedang duduk dan membaca koran.


"Kenapa kau membawa wanita itu ke rumah ini?" Tanya Tuan Bima tanpa memandang ke arah Jonan dan Bella.


"Aku akan menikahinya."


BERSAMBUNG...


...***Ok gais....thank's buat like kalian....


Jangan lupa jadikan vaforit cerita ini ya...


Dukungam kalian ini sangat berguna buat aku😙😙


Jangan ketinggalan novel karyaku yang lainnya ya...


Ada yang berjudul what's wrong with my bos?,istri masa depanku dan taruhan berhadiah cinta***

__ADS_1


__ADS_2