Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
BERCOCOK TANAM


__ADS_3

"Ahk..!" Teriak Zyrra kala merasakan bagian bawahnya yang sudah di robek oleh Jovan.


Akhirnya Jovan sudah dapat menembus benteng pertahanan milik Zyrra dan dapat memulai bercocok tanam di ladang subur tersebut.


Untuk beberapa saat, Jovan membiarkan juniornya berendam dalam kawah hangat milik Zyrra. Hanya agar memberikan waktu bagi sang pemilik ladang membiasakan tanah subur itu pada benda asing yang sudah tertangkap di sana.


Jovan mulai kembali melakukan pergerakan saat di rasa Zyrralah yang menginginkan hal lebih.


Dan seperti yang di ucapkan oleh Dokter Radit tadi, Jovan memang harus bekerja keras untuk memuaskan nafsu Zyrra yang seperti tidak ada puas-puasnya.


Hingga ketika matahari mulai terbit, Zyrra baru saja mencapai titik kepuasan dan dapat terlelap dalam dekapan hangat Jovan.


Ada rasa bangga, senang dan juga penyesalan dalam dada Jovan saat ini. Ia bangga karena dapat memuaskan wanitanya malam ini dalam pengalaman pertama mereka.


Ia juga senang karena dialah lelaki pertama yang merasakan manisnya madu dari kuntum bunga milik Zyrra.


Namun ia juga menyesal karena harus melewati semua itu dengan cara yang kotor menurutnya. Ya, walaupun bukan dia yang menginginkan hal itu.


Dengan nafas terengah yang bersahutan, keduanya akhirnya dapat tertidur walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 05.59 pagi.


Keringat yang membasahi tubuh keduanya tidak di hiraukan lagi, akibat rasa kantuk yang kian mendera. Bahkan ranjang tempat mereka berbaring saat ini sudah seperti korban gempa bumi yang tidak beraturan lagi.


...****************...


Di perusahaan, semua orang tengah menunggu kehadiran Jovan untuk dapat memulai rapat. Namun hingga tengah hari, pria tampan itu tak kunjung datang.


Membuat Jonan dan Denis kelimpungan dalam menghendel rapat tersebut.


"Sebenarnya Jovan kemana sih? Emangnya dia gak bilang mau kemana sama kamu?"


"Maaf Tuan, tapi Tuan Jovan kemarin tidak memberitahukan kepergiannya pada saya."


"Haish..! Bikin susah orang aja!" Gerutu Jonan pada kelakuan saudaranya itu.


Pria bertubuh tegap dan paras tampan itu kemudian meraih ponselnya dan menghubungi seseorang untuk menanyakan keberadaan sang Kakak.


"Hai Bel, apa Jovan lagi sama kamu?"


"Enggak Jo, Jovan lagi gak sama aku, kan kamu tau udah beberapa waktu ini Jovan ga hubungin aku lagi." Ucap Bella dengan nada yang terdengar pilu.


"Oh, ok. Sory udah ganggu."


'Kalo Jovan gak sama Bella, terus dia kemana?' Tanya Jonan dalam hati.

__ADS_1


Seluruh orang dalam divisi teknisi sedang kebingungan mencari keberadaan Zyrra. Wanita itu tiba-tiba saja tidak datang hari ini.


Padahal hari ini adalah penentuan dari setiap divisi untuk mempresentasikan laporan bulanan pada kepala divisi.


"Manajer Zyrra tidak hadir, bahkan ponselnya pun tidak dapat di hubungi."


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kepala divisi pasti akan memarahi dan memberikan tugas ganda untuk divisi kita."


"Ya, dan itu semua gara-gara Manajer Zyrra yang tidak kompeten itu!"


Pembicaraan dari para karyawan tidak sengaja di dengar oleh Jonan. Kini ia tau mengapa Jovan tidak berada di perusahaan saat ini. Rupanya lelaki itu tengah berduaan dengan istrinya.


...****************...


Zyrra perlahan membuka mata, hal pertama yang dia jumpai adalah jendela lebar dengan pemandangan luar yang mulai menggelap.


Dia mencoba bangkit dan mengingat apa yang terjadi padanya barusan.


"Ssst..." Desis Zyrra sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


Juga sekujur tubuh yang terasa sangat lelah seperti habis melakukan perjalanan jauh. Apalagi organ bagian bawahnya yang mulai terasa pedih saat Zyrra menggerakkan kakinya.


(Prof Author: ya gimana enggak coba?😕 wong semalaman habis main kuda-kudaan😂😂)


Saat rasa pening di kepalanya terasa sedikit berkurang, Zyrra mulai membuka mata dan mendapati dirinya yang sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.


"Ya Allah, apa yang sudah ku lakukan?" Lirih Zyrra kemudian terisak.


Jovan yang sedang tidur pun terbangun akibat suara isakkan Zyrra. Pria itu kemudian bangkit dan memeluk tubuh Zyrra yang bergetar akibat tangisnya.


Merasakan seorang pria yang sedang memeluk tubuhnya, Zyrra langsung mendorong tubuh lelaki itu. Dan betapa terkejutnya Zyrra saat mengetahui siapa pria yang sudah merebut mahkota kebanggaannya.


"Jovan? Kamu bin*t*ng b*ad*b! Kamu jahat Jovan! Kamu jahat!" Ucap Zyrra sambil memukul-mukul dada Jovan untuk melampiaskan emosinya.


Jovan yang sudah tahu akan berakhir seperti ini hanya dapat menerima pukulan itu tanpa berminat untuk mengelak. Pria itu bahkan membawa Zyrra kedalam dekapannya.


"Maaf..maaf.." Hanya itu kata yang dapat keluar dari bibir Jovan.


Zyrra yang seakan kehabisan tenaga hanya dapat pasrah akan dekapan hangat lelaki itu seraya terus saja terisak di sana.


Setelah merasa sedikit lega, Zyrra melepaskan diri dari pelukan Jovan dan ingin bangkit.


"Ah..!" Ia merasakan sakit di bagian bawahnya dan tidak dapat berdiri.

__ADS_1


"Kau mau kemana? Biar ku bantu."


Zyrra ingin menolak tapi ia juga tidak tahan akan rasa pedih dan sakit di organ v miliknya. Akhirnya Zyrra memutuskan menerima bantuan dari Jovan untuk pergi ke kamar mandi.


"Aku ingin membersihkan diri."


Tanpa berkata apapun lagi, Jovan langsung mengangkat tubuh Zyrra dalam gendobgannya dan membawa wanita itu ke kamar mandi.


Sesampainya di sana Jovan langsung membantu Zyrra menyiapkan air hangat di bhatubh untuk wanita itu mandi.


Saat air hangat sudah siap, Jovan memasukan tubuh Zyrra secara perlahan ke dalam bhatubh lalu ikut menyusul.


"Ka..kamu mau apa?"


"Mandi, badan aku juga lengket."


Zyrra memicingkan matanya menatap Jovan, namun bukannya takut Jovan malah mencium bibir Zyrra singkat.


"Jangan marah-marah, lagian apa sih yang belum aku lihat?"


"Kamu!" Zyrra ingin melayangkan tamparan pada wajah Jovan, namun segera di tahan oleh ria itu.


"Eits, coba kamu ingat-ingat siapa yang minta di layani semalam?"


Dengan wajah kesal Zyrra melayangkan tatapan tajam untuk Jovan. Namun, perlahan-lahan ingatannya mulai bermunculan di otaknya.


Zyrra menutup mulutnya sendiri saat mengingat kejadian memalukan yang di lakukannya semalam.


Pipi Zyrra mulai memunculkan semburat merah, ia tidak menyangka dirinya dapat begitu liar di hadapan Jovan.


"Apa? Sudah ingat?" Tanya Jovan dengan menyilangkan tangan di depan dadanya.


Zyrra tersenyum canggung dan membalikkan tubuhnya membelakangi Jovan. Wanita itu juga merutuki dirinya sendiri akibat kebodohan yang sudah di lakukannya.


Sedangkan Jovan tersenyum puas melihat Zyrra yang tidak dapat berkata apapun lagi padanya. Ia mengira wanita itu akan sangat membencinya setelah kejadian semalam, tapi untungnya Zyrra dapat mengingat keganasan yang dia lakukan sendiri.


BERSAMBUNG...


♡Hello gais...🙋


sory ya kalau kurang memuaskan ceritanya...😔


aku harap kalian mau memberikan saran, agar aku makin termotifasi😉

__ADS_1


jangan lupa kunjungi novel-novel aku yang lainnya juga ya?😊


ada yang berjudul taruhan berhadiah cinta, what's wrong with my bos? dan istri masadepanku, yang pastinya ga kalah seru.♡


__ADS_2