
"Ya sayang?"
"Gimana? Zyrra setuju ga?"
Jonan sudah menduga hal ini yang akan di tanyakan oleh kekasihnya itu. Ia tau Bella amatlah berharap agar dapat bersama dengan putra mereka yang sudah sekian tahun terpisah. Namun, apalah daya. Keadaan saat ini yang memang tidak memungkinkan.
"Kayaknya kita harus lebih sabar sedikit lagi deh, Sayang. Soalnya kata Denis, Zyrra dan Jovan lagi ke Itali. Mungkin beberapa hari lagi mereka baru balik ke Indonesia. Ga papa kan kalo kita nunggu sampe mereka balik dulu?"
Terdengar hembusan nafas dari seberang sana, Jonan tau saat ini Bella sedang merasa kecewa. Tapi mereka pun tidak dapat berbuat hal lain selain menunggu hingga Jovan dan Zyrra kembali ke tanah air.
"Ok, kalo gitu aku tutup dulu telponnya. By,"
"By,,''
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
__ADS_1
"Emh..." Lenguh Zyrra saat jemari Jovan menerobos masuk ke terowongan surgawi miliknya. Kepala Zyrra terasa seakan pening dengan setiap sentuhan yang dilakukan oleh Jovan.
''Panggil aku lagi sayang,'' bisik Jovan sembari memainkan jemarinya di bawah sana.
"Ma, Mash...ah!"
Jovan kini tak mau lagi bermain-main, ia langsung memasukan tombak keperkasaannya yang sudah meronta-ronta sejak tadi ingin masuk ke sarung pengamannya. Tanpa ada perkataan di antara keduanya, dan hanya di temani dengan keringat juga ******* demi ******* dari mulut keduanya, pasangan suami istri melewati pagi yang indah di kota Roma dengan olah raga pagi.
Tubuh Jovan dan Zyrra yang sudah basah kuyup karena keringat terus melaju di arena tempur. AC yang menyala pun seakan tak berfungsi, keringat deras bercucuran dari pori-pori kedua pasangan yang sedang menikmati madu asmara. Hingga tubuh Jovan bergetar setelah melepaskan peluru panas pada rahim Zyrra. Tubuhnya pun ambruk di sisi sang istri yang sudah terkulai lemas.
Dengan nafas tersengal Zyrra mencoba mengumpulkan tenaganya yang terkuras habis. Ia masih ingin menikmati cantiknya kota tua yang mereka kunjungi saat ini. Sayangnya, niatnya itu tertunda karena Jovan tiba-tiba saja meminta jatah pagi ini. Dan tanpa bisa menolak keinginan laki-laki itu, Zyrra langsung di seretnya menuju sebuah kamar.
Hingga kini dirinya dan Jovan telah sama-sama kehabisan tenaga di pagi harinya oleh kelakuan absurd sang suami. Zyrra terpaksa menunggu Jovan bangun dulu barulah mereka dapat berjalan-jalan keluar. Sebenarnya dia bisa saja pergi sendiri, hanya saja Zyrra tidak ingin membuat suaminya yang pencemburu itu berpikiran hal yang tidak-tidak tentang dirinya.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
"Tuan, Nona Zyrra dan suaminya telah tiba di Negara ini. Mereka tinggal di mansion milik keluarga Argantara." Ucap seorang pria berusia sekitaran empat puluh tahunan pada sang atasan.
"Cari tau apa saja kegiatan mereka selama di sini. Aku ingin kau mencari kesempatan untukku agar dapat bertemu dengan putriku." Titahnya pada sang asisten.
"Baik Tuan."
Sepeninggalan asistennya, pria berusia paruh baya itu memandangi sebuah foto dengan bingkai berwarna pink. Ada seorang gadis manis dalam foto tersebut yang nampak sedang tersenyum bahagia. Dengan lembut ia membelai foto itu dan memeluknya erat.
Dia adalah Robin Azasya. Suami dari alhamrhumah Lisa Damayanti, dan sekaligus juga Ayah kandung dari Zyrra Azasya. Laki-laki yang sudah menelantarkan putri satu-satunya di sebuah panti asuhan selama puluhan tahun.
Bukan tanpa sebab ia melakukan itu, Robin Azasya adalah kepala mafia di Itali. Saat itu kondisinya sangatlah kacau karena orang kepercayaannya berhianat pada musuh besar kelompok mereka. Banyak anak buahnya yang terbunuh, bahkan ia pun harus berpindah-pindah tempat tinggal. Hingga akhirnya Robin Azasya menikahi Lisa Damayanti saat melakukan pelarian diri ke Indonesia. Setelah dua tahun bersama, akhirnya pasangan itu dikaruniai seorang putri yang amat cantik bernama Zyrra Azasya.
Namun sayangnya, persembunyian Robin Azasya tercium oleh para pengejarnya. Bahkan karena hal itu sang istri tercinta harus kehilangan nyawa setelah melahirkan putri mereka ke duni. Dengan sangat terpaksa, demi melindungi Zyrra kecil, Robin Azasya harus menitipkan putrinya itu di panti asuhan bersama dengan seorang pelayan kepercayaannya. Ia sama sekali tidak pernah menemui Zyrra hingga kini bayi kecil itu telah tumbuh menjadi wanita cantik.
Namun, secara diam-diam Robin Azasya memberikan pengawalan ketat terhadap Zyrra. Ia bahkan mengirimkan guru bela diri untuk melatih putrinya. Itulah mengapa Zyrra bisa menguasai ilmu bela diri dan juga menembak. Robin berharap, dengan kemampuan yang dimiliki putrinya, Zyrra dapat melindungi dirinya sendiri ketika para anak buah yang ia tempatkan sedang lalai dalam pengawasan mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG....