Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
RENCANA ZYRRA


__ADS_3

"Mr. Jovan, this is the first time I see your famous face in the business world. Luckily the Espossito family organized this auction, so I got to meet you." Ucap seorang pebisnis senior yang menyambut kedatangan Jovan.


(Pak Jovan, ini pertama kalinya saya melihat wajah Anda yang terkenal di dunia bisnis. Untungnya keluarga Espossito menyelenggarakan pelelangan ini, jadi saya bertemu dengan Anda.)


"Nice to meet you too Mr. Olav. I also feel lucky to be able to attend this event and meet you."


(Senang bertemu denganmu juga Tuan Olav. Saya merasa sangat beruntung bisa hadir ke acara ini dan bertemu dengan anda.)


Keduanya saling berbincang-bincang hangat sembari menikmati suguhan acara yang berada di dalam kapal. Hingga tibalah waktunya untuk memulai pelelangan. Semua tamu langsung duduk di tempat yang sudah ditetapkan.


Susunan tempat duduk telah diatur oleh pemilik acara lelang kali ini. Dan menurut aturan tempat duduk di bagi menjadi empat golongan. Golongan pertama, adalah mereka yang memiliki kekayaan nomor satu hingga ke lima di dunia. Sedangkan golongan kedua adalah orang-orang dari kerajaan. Golongan ketiga jatuh pada anggota kemiliteran. Dan yang terakhir jatuh pada para artis-artis ternama.


Kebetulan Jovan duduk di sisi seorang pria paruh baya dan juga wanita yang terlihat sangat glamor dengan perhiasan mewahnya. Namun, pria di sampingnya itu nampak tidak asing, wajahnya terlihat begitu familiar. Sayangnya, orang itu seakan tidak menyukai kehadiran Jovan.


Benda pertama yang dilelang adalah sebuah kalung berlian berhiaskan mutiara langka di tengahnya. Barang berharga itu diberikan tawaran harga senilai dua juta dolar Amerika. Jovan merasa bila kalung itu pasti akan sangat cantik di leher Zyrra. Jadi ia ingin memberikan tawaran harga dengan mengangkat tangannya.


''Tigan juta dolar."

__ADS_1


"Wah penawar pertama kita telah mengajukan tiga juta dolar. Baiklah ini adalah tiga juta dolar pertama." Ucap seorang pembawa acara.


Rupanya, bukan hanya Jovan saja yang menginginkan kalung berlian itu. Pria di sebelahnya ternyata juga tertarik dan memberikan penawaran yang lebih tinggi.


"Sepuluh juta dolar!"


"Wah, ternyata Tuan ini berani memberikan penawaran lebih tinggi. Sep- " Belum juga selesai pembawa acara menyebutkan nominal yang diberikan oleh orang tadi, Jovan sudah lebih dulu mengangkat tangannya.


"Dua puluh juta Dolar."


Tawar menawar terus terjadi di antara keduanya. Bahkan tamu undangan yang lain sampai tidak berani untuk ikut memberikan tawaran.


"Apakah kau tidak tahu siapa mereka?"


"Tidak. Memangnya mereka itu siapa?"


"Astaga! Apakah kau ini hidup di zaman batu? Mereka Adalah orang-orang terkaya di dunia. Bukankah kau sendiri juga melihat tempat duduk ke lima orang itu? Tempat duduk itu sudah di khususkan untuk mereka yang menempati urutan orang terkaya di dunia."

__ADS_1


"Oh astaga! Dari mana kau tau semua ini?"


"Saudaraku adalah orang yang bekerja di kapal pesiar ini. Dan dialah yang sudah mengatur tempat duduk itu atas perintah Tuhan Espossito."


"Wah, tidak heran mereka begitu mudahnya memberikan jumlah uang yang tidak sedikit."


Penawaran yang diberikan oleh Jovan kian meningkat, membuat orang itu berhenti dan membiarkan Jovan membawa pulang kalung berlian itu. Hingga acara lelang pun selesai, pria yang duduk di sisi Jovan tadi pun berbicara padanya.


"Kau begitu kekeh untuk mendapatkan kalung itu. Bolehkah aku tau untuk siapakah sebenar-benarnya kalung itu kau tunjukkan?"


"Kalung itu untuk istriku. Dia memang tidak terlalu suka dengan hal-hal yang berbau mewah. Tapi aku yakin dia akan sangat cocok saat mengenakannya."


Jawaban Jovan membuat hati pria itu sedikit merasa bersalah. Pasalnya dia telah memisahkan Jovan dari wanita yang amat ia cintai. Tapi apa boleh buat, dia hanyalah seorang ayah yang tidak ingin kembali terpisah dari putrinya.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Selama beberapa hari Zyrra terus berusaha agar dirinya bisa lekas berjalan. Tidak peduli seberapa lelahnya itu, Zyrra tetap terus berusaha. Dan hanya perlu waktu satu Minggu untuknya untuk dapat berjalan kembali. Kini, Zyrra hanya perlu mencari kesempatan untuk pergi dari pulau ini.

__ADS_1


Zyrra sengaja meminta para perawat untuk membawa dirinya pergi berkeliling pulau. Dan selama beberapa hari ini, Zyrra memperhatikan akses keluar masuk dari pulau hanyalah menggunakan helikopter atau perahu nelayan. Sangat mustahil untuk Zyrra dapat meninggalkan pulau, karena penjagaan ketat dari para perawat bila harus menggunakan helikopter. Sedangkan bilas menggunakan perahu, itu tentu lebih mustahil lagi. Bukan hanya karena dia yang tidak tau bagaimana cara mengendarai benda itu, tetapi resiko mati di tengah laut juga harus ia pikirkan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2