Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
MENANGKAP (last part)


__ADS_3

"Mamah...!"


"Hai sayang, em, kangennya Mamah."


"Ia, Joi juga kengen. Kok tumben Mamah yang jemput Joi?"


"Ia sayang, tadi Papi kamu bilang kalo dia ga bisa jemput kamu karena ada urusan penting di perusahaan Eyang yang ga bisa ditinggalin. Mommy kamu juga masih sibuk di perusahaan, jadinya Mamah deh yang jemput Joi. Joi ga marah kan?"


"Engga dong, Ma. Joi malah seneng banget. Jadi hari ini bisa main bareng Dedek bayi deh."


Kedua orang wanita yang semula berbincang dengan Zyrra kebingungan mendengar obrolan Ibu dan anak itu. Bagaimana mungkin seorang anak mempunyai dua ibu? Atau jangan-jangan Zyrra adalah seorang pelakor?


Jadi, daripada mereka berasumsi yang tidak-tidak mengenai status Zyrra, kedua wanita tadi memilih langsung bertanya.


"Maaf Nyonya, kami mungkin terlalu lancang dalam menyanyikan hal ini. Tetapi kami sempat mendengar percakapan kalian, bisakah Anda menjelaskan pada kami tentang seratus putra Anda? Bagaimana mungkin seorang anak memiliki dua orang ibu?"


Zyrra tersenyum geli mendengar pertanyaan ibu-ibu di hadapannya itu. Tapi, Zyrra juga harus menjelaskan agar mereka tidak salah paham kelak.


"Joi, adalah putra dari Adik suami saya. Saya, yang menganggap Joi sebagai putra saya sendiri. Itulah mengapa dia juga memanggil saya dengan sebutan Mamah dan memanggil ibu kandungnya dengan sebutan Mommy."


Setelah mendengar penjelasan dari Zyrra, kedua orang wanita itu langsung ber oh ria. Karena seratus Zyrra sudah jelas, mereka kembali melancarkan niat awalnya untuk mendekati Zyrra.


"Ah, kalau begitu, bisakah Nyonya datang ke acara perjamuan yang akan saya adakan Minggu ini? Di sana juga akan hadir banyak orang-orang dari kalangan kita."


Mendengar hal itu, Zyrra tau tempat macam apa di sana, dan akan semembosankan apakah tempat itu. Jadi, dia hanya bisa menolak permintaan para ibu-ibu tadi dengan halus.

__ADS_1


"Maaf. Tapi saya masih memiliki putri yang amat kecil. Dan saya juga tidak menggunakan jasa baby suster untuk menjaganya, jadi saya tidak dapat hadir di acara tersebut."


"Ah, sayang sekali. Tapi saya salut, Nyonya bisa merawat seorang bayi seorang diri tanpa bantuan baby suster. Saya sendiri belum tentu sanggup melakukan hal itu."


"Yah, saya hanya tidak yakin bila tidak melihat tumbuh kembang putri saya secara langsung. Kalau begitu saya permisi."


Kedua wanita tadi harus menelan kekecewaan atas penolakan Zyrra. Mereka menatap punggung belakang Zyrra yang telah memasuki mobilnya.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Jovan dan Robin kini telah tiba di bandara ******** negara tirai bambu. Segala persiapan telah mereka lakukan untuk meringkus dua orang yang selama ini telah membuat kekacauan pada keluarga mereka. Saat ini keduanya telah menuju ke sebuah hotel dimana mereka akan bertemu dengan Wen Xie Luo dan juga Hendrix atau yang Jovan kenal sebagai mantan karyawannya Puttu.


Sementara itu, Hendrix yang merasa telah bekerja sama dengan pria bernama Danone kembali mendatangi kediaman lelaki itu. Ia berencana untuk membicarakan tentang rencana pembalasan kepada keluarga Argantara. Dengan penuh semangat, Hendrix menuju tempat itu. Satu hal yang tidak ia ketahui adalah, orang yang akan ia temui telah menyiapkan rencananya sendiri untuk menyambut kedatangannya kali ini.


"According to our agreement at that time, this time I came to discuss our plans regarding the Argantara family." Tutur Hendrix dengan gaya sombongnya seraya duduk di hadapan Danone. Sementara orang yang dia ajak bicara hanya bergeming sambil menikmati sepucuk rokok g4nj4 di tangannya.


"You have obtained a girl from the Wen family. You didn't forget it, did you?" Tanya Hendrix tak yakin. Ia masih mengira pria di hadapannya itu memiliki niatan yang sama dengan dirinya.


(Kau telah mendapatkan gadis keturunan keluarga Wen. Kau tidak melupakannya bukan?)


"Of course I remember that. In fact, I have prepared a surprise for you today." Jawab Danone bersamaan dengan datangnya Jovan beserta beberapa pria bersenjatakan lengkap. Mata Hendrix terbelalak, pria itu bahkan sampai mundur beberapa langkah saking terkejutnya.


(Tentu aku mengingat hal itu. Bahkan aku pun telah menyiapkan sebuah kejutan untukmu hari ini.)


"Selamat sore Tuan Hendrix. Atau, aku harus memanggilmu dengan nama Puttu?"

__ADS_1


"You!" Tunjuk Hendrix pada Danone. Ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi, semua rencananya telah gagal. Orang yang dia percayai justru menghianatinya dan membela musuh besarnya.


"Bring him." Titah Robin pada orang suruhannya. Sementara itu, Danone meminta anak buahnya untuk membawa Wen Xie Luo ke hadapan mereka.


Wen Xie Luo yang melihat kehadiran Jovan di tempat yang seperti neraka baginya itu, merasa ada sedikit cercah cahaya. Ia mengira Jovan dapat membantunya keluar dari sana. Wen Xie Luo ingin mendekat ke arah Jovan tetapi tubuhnya ditahan oleh orang suruhan Danone.


"Please take me away from here. I am sorry. Please forgive me. I promise not to touch your family again forever."


(Ku mohon bawa aku pergi dari sini. Aku menyesal. Ku mohon maafkan aku. Aku berjanji tidak akan menyentuh keluargamu lagi selamanya. )


Jovan melihat tubuh wanita itu yang penuh luka dan memar. Tetapi di dalam hati Jovan tidak sedikitpun terbesit rasa iba, ia justru merasa puas akan hal itu. Tanpa menggubris permintaan Wen Xie Luo, Jovan justru ingin segera meninggalkan tempat itu.


"I will hand over this woman, as long as you sign this agreement." Danone memberikan selembar kertas kepada Jovan. Dengan teliti Jovan membaca isi di dalam kertas itu lalu menyerahkannya kepada sang Ayah mertua.


(Aku akan menyerahkan wanita ini, asalkan kau menandatangani perjanjian ini.)


"What do you think?"


"Does not matter. Let me handle this matter with him. You go take care of that bastard."


(Tidak masalah. Biar aku yang menangani masalah ini dengannya. Kau pergilah urus bajingan itu.)


"Okay. Then I'll go first. And about this woman, I don't want her anymore. It seems you have taken good care of him. One thing I ask, don't let him leave your place forever."


(Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Dan tentang wanita ini, aku tidak menginginkannya lagi. Kelihatannya kau telah merawatnya dengan baik. Satu hal yang aku minta, jangan biarkan dia pergi dari tempatmu selamanya.)

__ADS_1


BERSAMBUNG…


__ADS_2