Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
TIDAK MAU BERBAGI PASANGAN.


__ADS_3

Zyrra malam ini terpaksa harus lembur karena mendapatkan tugas lebih banyak dari biasanya akibat ulah Jovan. Jadi pukul 11.00 malam, dia baru dapat menyelesaikan semua prkerjaanya.


Saat Zyrra keluar dari ruangannya, rupanya perusahaan telah benar-benar sepi. Itu wajar, mengingat ini sudah hampir tengah malam.


Dengan santai Zyrra berjalan melewati koridor kantor untuk menuju lift, Zyrra merasakan ada yang mengikutinya. Tapi wanita itu tetap saja acuh dan terus berjalan.


Hingga tiba-tiba sebuah tangan dengan obat bius membekapnya dari belakang. Zyrra sempat melawan dan bahkan membanting tubuh orang yang melakukan itu padanya barusan.


Ia juga dapat melihat dengan jelas wajah si pelaku. 'Putu?' ucapnya sebelum obat bius pada tangan pria itu mulai menguasai tubuh Zyrra.


Beberapa saat kemudian Zyrra ambruk dan tidak sadarkan diri. Putus segera membawa tubuh Zyrra pergi meninggalkan gedung perusahaan tersebut.


Sedangkan di sebuah ruangan besar lain, Jovan yang baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaannya ingin menjemput Zyrra pulang bersama.


Akan tetapi Jovan tidak melihat keberadaan wanita itu di mana pun dari laptopnya yang telah terhubung oleh kamera CCTV perusahaan.


Jovan pun mulai mengecek kembali saat Zyrra yang masih berfokus dengan tumpukan dokumen di atas meja kerjanya, hingga wanita itu bangkit dan bersiap untuk pulang.


Namun setelah itu, ada seorang laki-laki yang membekap Zyrra dari belakang, untungnya Zyrra masih bisa melawan dan membanting tubuh pria itu ke lantai.


Dan entah mengapa Zyrra tiba-tiba saja limbung lalu pingsan. Pria itu dengan seringai di wajahnya membawa Zyrra keluar dari perusahaan dengan menggunakan sebuah mobil.


Jovan melihat plat mobil itu dan memerintahkan seseorang untuk melacak keberadaannya.


Setelah mendapatkan posisi si pemilik mobil yang membawa Zyrra ke sebuah hotel, Jovan langsung menyusul menggunakan mobilnya.


Dengan kuasanya, Jovan dapat dengan mudah mencari tau kemana si pria brengs*k tadi membawa istrinya.


Dengan nafas terengah, Jovan mendobrak pintu kamar hotel itu dan mendapati tubuh Zyrra yang susah tidak mengenakan sehelai benang pun.


Kondisinya saat ini sangat kacau, tangannya terikat di sisi ranjang, keringat pun membanjiri kening wanita itu. Dengan wajah yang memerah dan nafas yang terengah, Zyrra menatap kedatangan Jovan.


"Kau baik-baik saja? Aku akan menolongmu."


Jovan melepaskan ikatan pada tangan Zyrra dan hendak membawa wanita itu pulang. Namun, hal yang tidak terduga pun terjadi.

__ADS_1


Zyrra yang bisanya bersikap dingin dan sangat menghindar darinya, kini malah menjadi agresif. Dengan bringas wanita mencium bibir Jovan seperti orang yang kehausan.


"Ada apa denganmu?" Tanya Jovan sambil mendorong tubuh Zyrra agar menghentikan ciumannya.


Sebagai lelaki normal, tentu saja ia sangat menikmati apa yang di lakukan oleh seorang wanita. Apa lagi wanita itu adalah istrinya sendiri.


"Tolong aku, aku tersiksa.." ucap Zyrra sambil setengah berbisik. Wajah sayunya benar-benar membuat Jovan frustasi.


Jujur Jovan sangat ingin membuat Zyrra mengerang dan mendesahkan namanya. Tapi bukan seperti ini, Zyrra nampak sedang tidak baik-baik saja.


Jovan mengambil ponsel dari saku celananya dan menghubungi Dokter Radit untuk memeriksa kondisi Zyrra.


"Cepat datang ke hotel SC sekarang! Ini darurat!"


"Kau gila? Tengah malam begini apa yang kau lakukan di hotel itu? Apakah istri cantikmu tidak memberikan jatah?"


Ucap Radit dengan suara khas orang yang baru bangun tidur. Dari balik telpon terdengar suara Jovan yang tengah berusaha menghentikan seseorang.


"Aa..ah berhenti! Cepatlah kemari atau kepalamu akan terlepas dari tempatnya!"


"Ya,ya...aku akan tiba 10 menit lagi. Berusahalah agar tetap hidup."


Tak lama kemudian Dokter Radit tiba dengan sebuah tas di tangannya. Lelaki muda tampan itu berjalan mendekat ke arah Zyrra. Jovan segera bangkit, tapi belum sempat dia menjauh, Dokter Radit sudah lebih dulu mencegahnya.


"Sepertinya ada seseorang yang sengaja memberikan obat perangsang dengan dosis besar untuknya."


"Aa..ah, lalu apakah kamu memiliki penawarannya?"


Dokter Radit menggeleng, "Satu-satunya penawar hanyalah memberikan 5 kali pelayanan untuknya."


"Apakah tidak ada cara lain?"


"Sebenarnya ada, andai saja orang yang memberikan obat perangsang itu tidak terlalu berlebihan dalam memberikan dosis untuknya. Jadi, karena dosis yang di berikan terlalu besar, akan sangat beresiko bagi dia bila tidak mencapai kepuasan dalam berhubungan."


Jovan sedikit tidak mengerti akan maksud dari ucapan Dokter Radit, dengan kening mengkerut, Jovan pun kembali bertanya.

__ADS_1


"Beresiko? Memang separah apa resikonya?"


"Ya, dia bisa saja menjadi gilang atau lebih buruknya mengalami gagal jantung."


Jovan langsung terdiam, kali ini dia benar-benar tidak memiliki jalan lain untuk menyelamatkan Zyrra kecuali melayani kebutuhan seksual wanita itu.


Demi menyelamatkan Zyrra dari resiko-resiko yang di ucapkan oleh Dokter Radit, Jovan mau tidak mau akan menanggung kebencian wanita itu.


"Tapi, bila kau tidak mampu, aku dapat membantumu."


"Kau meremehkanku?" Tanya Jovan dengan nada meninggi. Sebenarnya bukan masalah dia yang telah di remehkan oleh Radit, tapi dia yang tidak ingin berbagi pasangan dengan orang lain.


"Ok, kalau begitu aku akan pergi. Selamat berkerja keras Bro!"


Radit pun pergi meninggalkan Jovan bersama Zyrra dalam kamar hotel itu. Jovan kembali mendekat ke arah Zyrra, dilihatnya wajah wanita itu yang sangat tersiksa.


"Maafkan aku Zyrra, aku tidak punya alasan lain." Ucap Jovan sebelum memulai aksinya.


Dan Zyrra yang sudah sangat tersiksa akan obat perangsang yang di suntikan oleh seseorang di dalam tubuhnya itu sedikit merasa lega atas cumbuan yang di lakukan oleh Jovan.


Hati dan pikiran Jovan memang menolak untuk melakukan hal itu pada Zyrra saat ini. Bukan ia yang tidak menginginkannya, tapi Zyrra yang sedang dalam pengaruh obat secara tidak langsung pasti juga tidak menginginkan hal ini.


Namun apalah daya, Jovan tetaplah lelaki normal yang juga dapat merasakan rangsangan pada tubuhnya akibat sentuhan-sentuhan dari tangan nakal Zyrra.


"Emh...!" Lenguh Zyrra kala Jovan mulai memanjakannya dengan sentuhan-sentuhan erotis pada bagian sensitivnya.


Membuat Jovan makin frustasi dan tidak dapat lagi menahan diri untuk tidak segera menggauli istrinya itu.


Hingga saat Jovan mulai melesakkan senjata nuklir berbahayanya dalam liang surgawi milik Zyrra, wanita itu meringis menahan sakit di bagian bawahnya.


"Ssst..."


"Maaf, aku akan lebih hati-hati," bisik Jovan di telinga Zyrra. Ia kembali menerjang tanah subur yang belum pernah di jamah oleh siapapun itu.


'Sempit banget,' Ucap Jovan dalam hati, yang mulai geram pada dirinya sendiri akibat belum dapat mencapai titik kenikmatan dalam beberapa kali percobaan.

__ADS_1


"Ahk..!"


BERSAMBUNG...


__ADS_2