
"Br3ngs3k! Sejak kapan dia sudah beristri? Aku tidak rela! Jovando Argantara harus jadi milikku! Hanya milikku!" Umpat gadis keturunan Cina itu ketika di dalam lift sendirian.
^^^*ceritanya bahasa Mandarin*^^^
Ia benar-benar kesal setelah mengetahui lelaki idamannya ternyata telah beristri. Namun, Wen Xie Luo adalah seorang gadis yang keras kepala. Ia adalah putri bungsu dari tiga bersaudara. Kedua Kakaknya adalah laki-laki dan telah berkeluarga. Mereka juga telah memegang banyak saham di perusahaan orang kedua orang tuanya. Hanya tinggal Wen Xie Luo lah yang tidak memperdulikan mengenai dunia bisnis. Ia terpaksa datang ke Indonesia dan menjadi perwakilan perusahaan orang tuanya setelah mendapatkan ancaman dari seluruh anggota keluarganya di Cina.
Namun siapa sangaka, kedatangannya ke Indonesia justru membawanya bertemu pria yang sudah lama ia impikan, Jovando Argantara. Walaupun Jovan sudah beristri, Wen Xie Luo tidak perduli. Ia sudah terlanjur jatuh cinta pada pria itu dan bertekad akan merebut Jovan dari istrinya tidak perduli akan resiko di kemudian hari.
Wen Xie Luo pun mulai merencanakan strategi untuk dapat memikat Jovan hingga jatuh ke dalam pelukannya.
...****************...
"Yuk kita makan, kamu mau makan apa?" Tanya Jovan setelah kepergian Wen Xie Luo. Ia merasa lega, sebab kehadiran Zyrra yang tepat waktu dapat membuatnya terhindar dari berdekatan dengan wanita menyeramkan yang bernama Wen Xie Luo itu.
"Terserah. Tapi, aku mau bakso urat, di kantin ada ga ya?"
"Kamu mulai ngidam ya?"
"Engga tau, lagi pengen aja."
"Trus waktu pengen di peluk tadi? Itu lagi pengen aja juga ga?"
Zyrra tak dapat menjawab pertanyaan Jovan, ia juga tidak tau apakah itu keinginannya sendiri, ataukah keinginan dari calon anak mereka. Yang pasti setelah mendapat dekapan hangat Jovan, Zyrra langsung tertidur pulas dan tidak gelisah lagi.
"Engga tau," jawab Zyrra dengan polosnya lalu melangkah pergi. Jovan segera menyusul istrinya itu dan membawanya ke sebuah restoran yang menyediakan bakso urat sesuai keinginan sang istri saat ini.
__ADS_1
Jovan berhasil menemukan restoran itu dengan bantuan mbah g**gle yang tau segalanya. Restoran itu nampak mewah dan padat pengunjung. Zyrra yang melihat orang-orang di sana sangat lahap menyantap hidangan yang tersaji, jadi makin bersemangat untuk mencobanya juga. Hingga pelayan tiba dengan membawa hidangan yangvtelah di pesan oleh Jovan barusan.
"Wah, kelihatannya enak!" Ucap Zyrra dan mulai menyeruput kuah bakso tersebut.
"Em...! Enak banget!"
"Kamu suka?"
"Suka!"
"Makanlah pelan-pelan, setelah ini aku mau ajak kamu ke suatu tempat."
"Kemana? Uhuk...uhuk..!" Zyrra tersedak kuah bakso saat bertanya tujuan Jovan membawanya.
"Kan udah ku bilang pelan-pelan. Minum dulu!" Jovan menyerahkan minumannya pada Zyrra. Wanita itu pun langsung menyeruput jus melon milik Jovan hingga tersisa setengah gelas.
Zyrra tak lagi banyak tanya, ia hanya menikmati semangkuk bakso di hadapannya dengan penuh penghayatan. Setiap tegukan kuah bakso itu terasa begitu lezat, hingga Zyrra tak dapat mendefinisikan rasa lezat itu sendiri. Bukan baru kali ini ia menikmati bakso dalam hidupnya, tapi bakso yang ia nikmati saat ini adalah bakso yang terlezat menurut Zyrra.
Setelah menikmati semangkuk bakso dan dua gelas jus (jusnya Jovan juga dia yang habiskan😥) Jovan membawa Zyrra ke sebuah rumah mewah yang tidak berpenghuni namun terlihat sangat bersih terawat. Dengan menggandeng tangan sang istri, Jovan membawa Zyrra masuk ke dalam rumah itu. Tidak ada seorangpun yang tinggal di sana. Hanya ada beberapa foto Jovan dan juga seorang gadis cantik yang terpajang di setiap sudut ruangan rumah itu.
'Apakah ini rumah Bella? Apa coba maksudnya bawa aku ke sini?' Tanya Zyrra dalam hati saat melihat foto mesra Jovan dan wanita lain. Anehnya ia selalu saja merasa kesal akan hal itu. Padahal Zyrra tau pasti, bila Jovan dan dirinya hanyalah sebatas suami istri di atas kertas. Dan kehadiran anak di antara mereka hanyalah sebuah kecelakaan belaka.
"Ini adalah rumah masa depan yang aku dan Bella persiapkan. Kami membelinya sewaktu sama-sama mulai meniti karir di universitas dulu. Aku sengaja mengajakmu kemari, karena tidak ingin menutupi apapun darimu. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal. Aku mau, kelak tidak ada kesalahpahaman yang terjadi diantara kita." Tutur Jovan sambil memegang jemari tangan sang istri dan mengecupnya lembut.
Degh..degh..!
__ADS_1
Jantung Zyrra kini berdegup kuat, saat mendapati perlakuan manis Jovan. Ia memang sudah mengetahui bila suaminya itu, memiliki rumah pribadi bersama kekasihnya. Tapi Zyrra tidak menyangka bila Jovan akan memberitahukan hal itu padanya. Zyrra masih mengira hubungan di antara mereka hanyalah sebuah kerjasama belaka. Namun kelihatannya Jovan tidak merasa demikian, pria itu nampak amat serius dalam hubungan mereka. Hingga Jovan lebih dulu mengambil langkah antisipasi sebelum ada kesalah pahaman di antara mereka kelak.
"Aku ingin kita memulai memulai lembaran baru bersama anak kita kelak. Jangan biarkan hubungan di masa lalu yang tertutupi menjadi awal mula runtuhnya keutuhan rumah tangga kita. Aku tidak ingin anak kita kelak tidak merasakan kekurangan kasih sayang dari kita. Itulah sebabnya aku ingin pertemuan di antara kita menjadi sebuah pengikat takdir anatara aku dan kamu."
Zyrra tak dapat berkata-kata lagi, semua yang di ucapkan oleh Jovan melangkah benar. Ia pun merasakan bagaimana pahitnya hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua. Dan sebagai seorang Ibu, Zyrra tentu tidak ingin anaknya kelak merasakan hal yang sama dengannya.
"Mau kah kamu memberikan kesempatan itu untukku? Demi buah hati kita ini," Pinta Jovan sembari mengusap perut Zyrra yang masih rata.
"Maaf, aku belum bisa memberikan jawabannya saat ini." Jawab Zyrra dengan suara parau dan genangan air mata yang memaksa ingin terjun bebas, membanjiri wajah putih milik Zyrra.
Tak bisa di pungkiri ucapan Jovan mampu menggetarkan hatinya. Namun trauma percintaan di masa lalu dan luka yang di torehan oleh pria yang enggan Zyrra ingat kembali namanya masih menyisakan luka yang begitu dalam.
Jovan memang merasa sedikit kecewa akan jawaban yang di berikan oleh wanita di hadapannya itu. Tapi, melihat ekspresi Zyrra saat ini, Jovan tau, mungkin istrinya memang perlu waktu sedikit lebih untuk kembali mempercayai yang namanya cinta.
Jovan membawa Zyrra menuju dekapan hangatnya dan mengecup pucuk kepala wanita itu. Dan Zyrra menumpahkan seluruh air mata yang sejak tadi mencoba menerobos keluar ke dada bidang sang suami.
BERSAMBUNG....
...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...
...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJA AUTHOR....
^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^
^^^votenya ya...^^^
__ADS_1
^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^
I♡U READER'S...😙😙