Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
SOTO BABAT


__ADS_3

Melihat sikap tenang Zyrra, Wen Xie Luo menjadi kesal srndiri. Niat hati yang ingin memprovokasi istri Jovan itu, malah tidak berhasil sedikitpun. Akhirnya Wen Xie Luo meninggalkan Zyrra dengan penuh kekesalan.


Zyrra hanya lihat kepergian Wen Xie Luo dengan tatapan bingung.


'Apakah aku salah bicara?' Tanya Zyrra dalam hati.


Usai selesai melakukan perawatan, Zyrra memutuskan untuk pulang. Akan tetapi, Jovan menelpon dan meminta dia untuk datang ke perusahaan. Jadi wanita itupun meminta pada supir pribadinya untuk putar arah menuju perusahaan seperti yang diminta oleh Jovan.


"Selamat siang Nyonya," Sapa para karyawan yang telah mengetahui statusnya kini. Mereka tak lagi menatap Zyrra dengan tatapan merendahkan seperti dulu. Semua orang bahkan tidak berani untuk memandangnya. Bahkan itu juga berlaku dengan Lola, wanita muda yang sempat menjadi rekan kerja Zyrra sewaktu menjabat sebagai Manajer dulu.


"Selamat siang Nyonya Zyrra, maaf Tuan Jovan di dalam sedang ada tamu penting." Ucap sekertaris baru Jovan, Zyrra baru saja melihat wanita itu di perusahaan. Entah kemana perginya sekertaris Jovan yang lama, hingga harus di gantikan oleh wanita itu.


"Oh tapi aku tidak akan mengganggu, aku hanya ingin menemui suamiku." Jawab Zyrra dan ingin membuka pintu ruangan Jovan, namun kembali di halangi oleh sekertaris baru tadi.


"Maaf Nyonya, tapi Tuan benar-benar tidak bisa diganggu."


Zyrra tidak perduli dan langsung membuka pintu ruangan, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah seorang wanita tengah duduk manis di pangkuan suaminya kini. Sedangkan sang sekretaris baru, tersenyum puas melihat ekspresi terkejut di wajah Zyrra. Hati wanita mana yang tidak sakit melihat hal itu, namun Zyrra mencoba terlihat tenang dan tetap masuk dengan senyum manis yang merekah di bibir sensualnya.


Melihat Zyrra masuk ke dalam ruangannya, Jovan buru-buru bangkit hingga membuat Wen Xie Luo terjatuh ke lantai. Ia buru-buru menghampiri istrinya itu karena takut Zyrra akan salah paham atas kejadian barusan.


"Sayang, kau sudah datang?"


"Good day Miss Wen, are you okay?" Tanya Zyrra dan ingin membantu Wen Xie Luo untuk bangkit. Akan tetapi niat baik Zyrra di tolak mentah-mentah oleh wanita itu.


"Yes I' am," Jawabnya seraya berdiri dan membersihkan debu dari dress yang ia kenakan.


Jovan yang merasa di acuhkan oleh Zyrra, kembali mendekati wanita itu dan ingin meraih lengan istrinya. Namun langkahnya langsung terhenti kala mendapati sorot tajam dari Zyrra.


'Mati aku! Jangan-jangan dia sudah salah paham.' Lirih Jovan dalam hati.


"I don't think there's anything else to do, then afternoon, Mr. Jovan." Ucap Wen Xie Luo dan berlalu pergi tanpa menghiraukan adanya Zyrra di ruangan itu. Melihat Wen Xie Luo yang telah pergi, Zyrra pun ikut menyusul dan ingin meninggalkan Jovan.


"Zyrra, sayang, hei! Kamu mau kemana hem?" Tanya Jovan sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Pulang," Jawab Zyrra santai dan ingin berlalu pergi.

__ADS_1


"Loh kok pulang? Aku mau ajak kamu makan siang bareng loh. Kalo kamu pulang, terus aku makan siangnya sama siapa dong?"


"Oh, ia. Maaf karena udah ganggu waktu pribadi kamu sama Nona Wen tadi. Aku akan minta dia buat temenin kamu makan siang."


"Kata siapa kamu ganggu? Kan aku emang minta kamu buat datang kesini. Kamu cemburu ya?"


Blush...!


Wajah Zyrra langsung memerah saat Jovan menanyakan kecemburuannya. Zyrra sedikit tergugup saat berkilah bila dirinya tidak cemburu.


"Si.. siapa yang cemburu? Kamu terlalu PD! Tadi sekertaris baru kamu yang bilang kalau kamu lagi sibuk sama klien penting dan tidak bisa di ganggu. Dan ternyata klien penting itu Nona Wen? Pantes aja dia ngotot ngelarang aku buat nemuin kamu."


"Aku ga pernah pesan ke dia kalo ga bisa di ganggu. Emang sih aku ga kasih tau dulu kali kamu mau datang, tapi bukan berarti dia bisa ngelarang kamu masuk ke ruangan ku kapan aja." Tutur Jovan menjelaskan.


"Kamu tunggu di sini, aku mau bicara sama sekertaris baru itu duku."


"Ga perlu, aku mau pulang. Capek!"


"Ok, aku antar kamu ya? Tunggu sebentar."


"Kita mampir ke resto di depan buat makan siang dulu ya?" Pinta Jovan yang masih mencoba untuk mendamaikan keadaan.


"Engga, aku pengen makan soto babat."


Mendengar istrinya yang seperti sudah tidak merajuk lagi, Jovan dengan semangat menyetujui permintaan wanita itu.


"Siap Nyonya Jovando Argantara!"


Jovan mencoba mencari informasi mengenai penjual soto babat terenak di area sekitar. Untungnya ada satu penjual soto babat yang letaknya tidak jauh dari lokasi mereka saat ini. Hingga tibalah pasangan itu di sebuah restoran sederhana yang nampak padat akan pengunjung.


Semua mata tertuju pada mobil mewah yang berhenti di halaman restoran itu. Jovan dan Zyrra turun bersama dengan beberapa pengawal yang ternyata mengikuti mereka dengan mobil yang berbeda sejak tadi.


"Eh lihat! Siapa Mereka? Apakah anggota pemerintahan?" Tanya salah seorang pengunjung di sana.


"Ah...! Gantengnya...šŸ˜" Histeris para pengunjung wanita yang ada di tempat itu, saat melihat Jovan turun dari mobil.

__ADS_1


"Ya Allah... pasangan yang benar-benar serasi banget. Satunya ganteng dan satunya cantik banget..."


Begitulah beberapa percakapan yang di dengar oleh Jovan juga Zyrra kala memasuki restoran itu. Para ajudan Jovan telah menyiapkan sebuah meja khusus untuk kedua atasannya di dalam. Hanya Zyrra yang tidak sabar menanti pesanannya, sedangkan Jovan terlihat gelisah karena tempat itu tidak menyediakan AC.


"Permisi Neng, ini sotonya."


"Makasih Mang."


Zyrra langsung melahap soto di piringnya dengan antusias. Keringat bahkan sudah bercucuran di keningnya karena banyaknya sambal yang ia gunakan tadi.


"Sayang, punya kamu kebanyakan sambalnya, itu ga bagus buat kesehatan loh." Tegur Jovan yang merasa khawatir melihat istrinya sudah kepedasan hingga berkeringat.


"Ssst! Kalo gak pedes gak enak. Lagian kamu kenapa ga makan sotonya?"


"Em, aku udah kenyang." Jawab Jovan bohong. Padahal yang sebenarnya ia merasa jijik pada tempat itu, tapi demi menemani Zyrra ia rela duduk di sana.


"Bohong!" Tegas Zyrra dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ia merasa kesal karena Jovan tak menghargai keinginannya untuk makan bersama di tempat itu.


"Engga sayang, bener aku udah kenyang."


Kini Zyrra makin terisak, ia benar-benar jengkel atas penolakan Jovan yang secara tidak langsung barusan. Melihat Hal itu, Jovan mau tidak mau memakan soto di piringnya walau hampir saja muntah karena tidak sanggup untuk menelan makanan itu.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJA AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^


^^^votenya ya...^^^


^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^


Iā™”U READER'S...šŸ˜™šŸ˜™

__ADS_1


__ADS_2