Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
AKU GEMUKAN YA?


__ADS_3

Zyrra tengah sibuk memilih baju-bajunya di dalam lemari, ada begitu banyak baju yang sudah tidak dapat ia kenakan kembali setelah melahirkan. Bahkan di antara baju-baju itu masih ada yang baru saja ia beli dan belum pernah dipakainya sekalipun.


"Kamu ngapain, sayang?" Tanya Jovan yang baru saja pulang, melihat begitu banyak baju berserakan di lantai.


"Aku gemukan ya? Kok baju-baju aku banyak yang ga muat?"


"Enggak kok. Justru kamu sekarang jadi semakin, seksi." Bisik Jovan seraya memeluk pinggang berisi milik Zyrra. Dan dapat Zyrra rasakan, bagian bawah Jovan telah mengeras sempurna.


"Ih, kamu ini. Mandi dulu sana!" Keluh Zyrra dengan pipi merona merah. "Loh kenapa? Aku bau ya?"


"Enggak, udah mandi dulu sana." Melihat Zyrra yang merona, Jovan jadi semakin ingin menggoda istrinya itu.


"Nanti aja ah, tanggung. Entar juga keringetan lagi."


"Emang mau ngapain sampe keringetan?"


Jovan tak menjawab pertanyaan Zyrra, ia justru menampilkan senyum mesum pada wajah tampannya. Dan yah...

__ADS_1


Seperti yang Jovan katakan tadi. Kini mereka sedang melakukan olah raga panas yang penuh hasrat.


"Kayanya aku perlu ikut diet sehat pasca melahirkan deh. Sayang banget baju-baju aku banyak yang ga muat." Ujar Zyrra setelah keduanya selesai melakukan pergulatan panas.


"Ga usah. Aku malah suka liat badan kamu yang sekarang. Masalah baju kan masih bisa beli lagi. Aku ga semiskin itu sampai ga bisa belikan baju baru buat istriku."


"Ia aku tau. Tapi kan sayang, baju-bajuku itu masih banyak yang baru aku beli dan belum pernah aku pake."


"Beli baru aja lagi, pokoknya aku ga setuju kamu ngelakuin diet. Bahkan kalo perlu, kamu harus nambahin berat badan lagi. Biar ga ada lagi laki-laki yang celamitan kalo liat kamu."


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


Siang ini, perusahaan Argantara grup sedang di gegerkan dengan kedatangan tamu tak diundang. Mungkin bagi sebagian karyawan, masih belum mengerti, mengapa atasan mereka semua melakukan rapat dadakan. Lain halnya dengan karyawan yang sudah senior, seluruh seluk beluk dan sistem di perusahaan ini telah mereka pelajari. Jadi, tanpa perlu meminta penjelasan lagi, mereka sudah paham apa yang akan terjadi.


"Saya dengar rapat kali ini sengaja Tuan Jovan lakukan karena Tuan Jonan berniat untuk membangun perusahaan model miliknya bersama sang istri."


"Ya, tidak mengherankan itu dilakukan oleh Tuan Jonan. Mengingat istrinya itu adalah seorang model terkenal dan sudah melakukan banyak pemotretan ke seluruh dunia."

__ADS_1


"Belum lagi kemampuan yang keluarga Argantara miliki. Tentu tidak akan sulit bagi Tuan Jonan untuk mendirikan perusahaan miliknya sendiri."


"Eh jangan salah. Perusahaan yang Tuan Jonan dirikan ini ternyata hasil dari jerih payahnya sendiri. Bahkan aku juga dengar, Tuan Bima tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membantu dalam pembentukan perusahaan milik Tuan Jonan ini."


"Tuan Jovan telah tiba."


Seketika suasana ruang rapat itu langsung menjadi hening. Semua orang yang semula tengah bergosip tak berani lagi buka suara. Sikap terjang Jovan yang begitu keras membuat semua bawahannya segan padanya. Dalam anggota keluarga Argantara, hanya Jonan sendirilah yang memiliki sifat sembrono dan terkesan santai. Banyak karyawan yang menyukainya, namun sayangnya dia sedikit kurang bertanggung jawab pada pekerjaan. Itulah mengapa Tuan Bima lebih mempercayakan perusahaan pada Jovan ketimbang Jonan.


"Mungkin di antara kalian sudah ada yang tau mengapa rapat ini saya adakan. Dan dugaan kalian memang benar. Saya mengadakan rapat kali ini untuk memberitahukan mengenai kursi GM di perusahaan kita akan segera dikosongkan. Sebab, GM yang terdahulu akan mengundurkan diri. Tapi sebelum ada yang menggantikan posisinya, dia akan tetap aktif di perusahaan ini."


Semua anggota rapat mengangguk paham, Jovan terus membahas mengenai semua rancangan dan masalah yang terjadi di perusahaan bersama mereka. Ketidak hadiran Jonan, memang tidak terlalu berpengaruh. Sebab, selama ini pun Jonan sangat jarang sekali mengikuti rapat semacam ini. Hanya saja, sebagai pemegang saham sekaligus pegawai di perusahaan Argantara grup, Jonan memang masih bisa dikatakan cukup bertanggung jawab pada tugasnya. Jadi, Jovan tidak terlalu ambil pusing dengan sikap sang Adik.


Sikap Jonan yang demikianlah yang membuat Tuan Bima membiarkan Cucu keduanya itu mendirikan perusahaan miliknya sendiri. Tuan Bima yakin, Jonan akan bisa lebih bertanggung jawab setelah mampu berdiri di kakinya sendiri. Apa lagi, Jonan pun kini telah memiliki keluarga kecil yang harus dia beri makan. Pastilah ia akan lebih bersemangat dalam menjalankan perusahaan modelnya kelak.


Jonan tak sendirian, dia akan dibantu oleh Bella yang memiliki ide untuk membangun perusahaan miliki mereka sendiri. Bella pula lah yang akan bertanggung jawab mengenai sumber daya manusia dan mengelola para modelnya langsung. Mengingat dia telah bertahun-tahun berkcimpung dalam dunia permodelan. Tentu akan sangat mudah baginya untuk menyeleksi bakat-bakat para model yang bernaung di agensi mereka nanti.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2