
Seperti yang diminta oleh Tuan Bima pada keluarga Danu, hari ini putri sulung dari keluarga itu tiba di perusahaan. Zyrra menyambut kedatangannya, lalu membawa gadis itu ke sebuah ruangan. Di sana Zyrra memberikan secangkir teh yang sudah dibubuhi obat tidur olehnya.
"Silahkan di minum Nona, sebentar lagi Tuan Jovan akan tiba di sini." Ucap Zyrra sambil menyodorkan gelas teh pada gadis itu.
"Terimakasih." Ucap gadis itu lalu meminum teh yang di berikan oleh Zyrra.
Dengan senyum merekah di bibirnya putri dari Danu itu membayangkan pertemuannya dengan Jovan. Pria tampan yang memiliki karir cemerlang di dunia bisnis idaman setiap kaum wanita.
'Tuan Jovan ingin bertemu denganku secara pribadi. Mungkinkah dia ingin menjadikanku istri keduanya? Ah, jangankan menjadi istri kedua, menjadi istrinya yang ke sepuluh pun aku rela.' Batin gadis itu lalu merasakan kantuk menyerang matanya.
(Prof Author: kya... gak tau aja dia kalo Jovan itu orang yang setia...mimpi loh mba, mimpi! ๐๐๐)
Sepertinya obat tidur itu telah bereaksi dan gadis itu pun akhirnya tertidur. Zyrra menutup wajah gadis itu dengan kain hitam lalu memerintahkan dua orang pria membawa tubuh gadis.
Sebelumnya, Zyrra sudah memerintahkan Lola untuk mendatangi Danu dan berpura-pura untuk menyetujui keinginannya, lalu menyuruh pria hidung belang itu untuk bertemu di sebuah hotel.
Di kamar hotel tersebut, Zyrra sudah menyiapkan kamera untuk merekam kejadian yang akan terjadi nanti. Dia juga bahkan sudah meminta Denis untuk membawa Jovan bersamanya ke hotel tersebut.
Zyrra yang sudah menyiapkan segala sesuatunya kemudian bersembunyi ke dalam toilet bersama Lola dan menunggu kedatangan orang-orang yang ditunggu-tunggu.
Tak lama Danu pun tiba, dengan wajah mesum dan senyum iblisnya dia memasuki ruangan tersebut. Betapa terpesonanya pria tua itu melihat tubuh molek yang dikiranya milik Lola terbaring di atas ranjang.
Sifat b*ad*b yang di miliki oleh pria tua itu pun terekam jelas di kamera. Betapa bernafsunya ia kala menggerayangi tubuh mulus itu dan membuka beberapa kancing baju yang di kenakannya.
Namun saat ia membuka penutup kepala sang gadis, Danu sangat terkejut mendapati wajah putrinya tengah tertidur di atas ranjang itu dan bukannya Lola. Matanya terbelalak dan segera turun dari ranjang tersebut.
Hampir saja dia menyetubuhi putrinya sendiri kalau saja dia terlambat membuka penutup kepala gadis itu dan menyadari siapa yang kini bersamanya.
"Brengs*k beraninya dia menipuku dan melibatkan putri sulung kesayanganku!" Umpat Danu lalu mengancingkan baju putrinya yang sempat dia buka.
Tepuk tangan terdengar dari balik pintu kamar mandi dan muncullah dua orang wanita yang tersenyum kepadanya. Rupanya itu adalah Lola, gadis yang semestinya telah ia nikmati tapi justru menipunya dan malah berdiri disisi seorang wanita yang tidak ia kenali.
Danu bangkit dan ingin menampar wajah Lola namun, tangannya di tahan oleh Zyrra. Bahkan satu tamparan kini bersarang di pipi tua pria itu.
Danu melebarkan bola matanya dan menatap tajam pada Zyrra.
"Siapa kau?! Beraninya ikut campur urusanku?!"
"Aku adalah malaikat kesialanmu, hai pria tua tak tahu diri. Aku sudah merekam semua yang kau lakukan pada tubuh putrimu sendiri." Tunjuk Zyrra pada tubuh seorang gadis yang tertidur di atas ranjang.
__ADS_1
"Coba kau bayangkan, betapa kecewanya ia saat mengetahui betapa bejatnya sang Ayah. Dan istrimu, entah apa yang akan terjadi bila dia tahu kelakuan suaminya selama ini."
"Bila kau berani melakukan itu, aku akan menghancurkanmu beserta seluruh keluargamu!" Ancam Danu pada Zyrra.
"Oh, tapi aku tidak yakin kau bisa melakukan itu Tuan Danu." Ucap Zyrra dengan senyum miring di wajahnya.
Danu kembali mengangkat tangan dan ingin menampar wajah Zyrra, tapi tangan seseorang kembali menahannya. Kali ini bukan lagi tangan kecil mulus yang terlihat, malainkan tangan kekar nan berotot.
Danu melebarkan bola matanya dan berkata tergagap "Tu..Tuan Jovan?"
"Siapa yang mengijinkanmu menyentuh orangku?" Tanya Jovan dengan nada dingin dan tatapan mata menusuk.
"Ta..tapi dia sudah menjebakku Tuan!" Kilah Danu sambil menunjuk ke arah Zyrra.
"Turunkan telunjuk kotormu! Kau tidak pantas mengarahkan tunjukmu itu padanya!" Kini Jovan menaikkan suaranya satu oktaf. Dia benar-benar emosi pada Danu setelah mengetahui apa saja yang sudah di lakukan pria tua itu di perusahaannya.
ย "Jangan pikir aku tidak mengetahui apa saja yang sudah kau lakukan terhadap perusahaan selama ini."
Jovan melemparkan beberapa kertas ke wajah pria tua itu yang terlihat syok saat melihat isi kertas-kertas itu. Dia tidak menyangka bila kecurangan yang dilakukannya pada perusahaan akan dapat terbongkar.
Padahal Danu sudah menutupinya seapik mungkin agar Jovan tidak dapat menemukan bukti.
Usai berkata demikian, Jovan berbalik dan meninggalkan semua orang yang ada di sana. Zyrra juga membawa Lola ikut bersamanya dan meninggalkan Danu yang terduduk lemah di tempatnya.
"Bagaimana bisa kau menemukan semua bukti itu? Aku pikir tadi kita akan habis oleh pria baj*ngan itu." Ucap Lola memandang takjub pada Zyrra.
Zyrra hanya tersenyum dan terus melangkah tanpa menanggapi ucapan Lola tadi. Hingga tibalah mereka dalam perusahaan, Zyrra baru memberitahukannya bila ia adalah karyawan baru di perusahaan itu.
Jelas saja Lola merasa amat senang, penolongnya akan menjadi rekan kerjanya kelak.
Ya, seperti yang Tuan Bima katakan bila Zyrra dapat meminta jabatan apapun di perusahaan itu pada Jovan, maka kini Zyrra meminta jabatannya sebagai Manajer teknik di perusahaan itu. Masih satu divisi dengan Lola, hanya saja wanita itu adalah atasannya sekarang.
Awalnya Jovan tak memberikan respon apapun mengenai permintaan Zyrra, dia tidak menolak ataupun menyetujui hal itu. Tapi itu sebelum pagi tadi, Denis memberikan laporan mengenai Danu yang telah melakukan kecurangan terhadap perusahaan selama ini.
Dan semua itu terungkap berkat Zyrra yang meneliti perbuatan itu kemarin di kantornya. 'Pantas saja dia tiba-tiba ingin melihat data mengenai orang itu, rupanya dia ingin menemukan semua ini?' Batin Jovan.
Akhirnya Jovan pun menyetujui keinginan Zyrra untuk kembali bekerja di perusahaannya. Lagipula itu juga titah dari sang Kakek yang memintanya untuk mengijinkan Zyrra bekerja di perusahaan.
Kemunculan Zyrra sebagai karyawan baru di perusahaan, kembali membuat geger. Seperti yang sudah-sudah, wanita itu langsung menjadi sorotan banyak kaum pria di perusahaan itu.
__ADS_1
Dengan paras yang begitu cantik serta bentuk tubuh indahnya, membuat Zyrra kembali menjadi incaran para kaum pria. Sekaligus juga menjadi saingan besar beberapa karyawati di perusahaan itu.
Zyrra sengaja tidak memilih posisi jabatan yang tinggi, sebab ia tidak ingin Jovan menganggap dirinya memanfaatkan keadaan. Jadi Zyrra lebih memilih untuk menjadi Manajer teknik dan menikmati segala prosesnya.
'Toh ini semua juga sekedar untuk meneliti pergerakan orang itu. Jadi aku gak perlu repot-repot untuk mengurusi hal lainnya.' Batin Zyrra.
Hari pertamanya di perusahaan, Zyrra sudah mendapatkan banyak tugas. Membuat wanita itu hampir saja melupakan makan siangnya, kalau saja Jonan tidak datang menghampirinya.
"Kau belum makan siang bukan? Bagaimana jika kita makan siang bersama?"
"Maaf tapi aku sibuk." Tolak Zyrra tanpa menatap wajah lawan bicaranya.
"Ayolah, kau akan sakit bila terus bergumul dengan berkas-berkas itu." Jonan kembali membujuk.
"Aku akan meminta seseorang mebelikanku makan siang." Lagi-lagi Zyrra menolak tanpa memandang ke arah Jonan. Akhirnya pria itu menyerah dan meninggalkan ruangan Zyrra.
Tok..tok
Suara ketukan di pintu dan muncullah Lola untuk mengajak Zyrra makan bersama di kantin. Zyrra tersenyum dan menyetujui keinginan Lola, mereka pun pergi bersama.
Sepasang mata menatap Zyrra dengan tatapan memuja. Pria itu terkenal pendiam dan tidak terlalu suka berbaur dengan karyawan lain di perusahaan itu. Dia selalu tertutup bahkan hampir tidak pernah memperhatikan lingkungan sekitar.
Hingga kecantikan yang dimiliki olehย Zyrra hadir di perusahaan itu. Membuat pria itu merasakan debaran aneh dalam hatinya. Ia menginginkan Zyrra lebih dari apapun saat itu.
Sedangkan di meja lain, Zyrra yang tengah menikmati makan siangnya bersama Lola tak mengetahui bila ada seseorang yang menatap ke arah mereka tanpa berkedip.
Mereka masih saja acuh sambil menyantap makan siang mereka dan sesekali bercanda ria. Senyum cantik di wajah Zyrra makin membuat para pria terpesona. Banyak dari mereka yang belum mengetahui siapa dan apa posisi Zyrra di perusahaan itu.
"Zyrra besok lusa adalah hari ulang tahun perusahaan semua karyawan akan hadir di acara itu. Apa kamu juga akan datang?"
"Entah lah, nanti ku pikirkan lagi."
"Kabari aku jika kamu hadir, kita harus mengenakan gaun yang sama. Ok?"
BERSAMBUNG...
*Hai gais...
ini adalah persembahanku yang ketiga,aku harap kalian masih setia menunggu karyaku selanjutnya y
__ADS_1