Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
PERCOBAAN BUNUH DIRI


__ADS_3

Zyrra sekarang sudah benar-benar pulih, tidak ada lagi luka memar pada wajah dan tubuhnya. Dokter Radit pun sudah bisa kembali ke apartemen miliknya.


Tidak ada kegiatan yang bisa dilakukannya selain hanya membuat beberapa masakan dan menunggu kepulangan Joi. Hal itu tentu saja membuatnya merasa sangat bosan.


Zyrra merindukan saat-saat dia masih bisa bekerja seperti dulu. Ketika wanita itu tengah menikmati hembusan angin di taman belakang, Tuan Bima datang dan menghampirinya.


"Pergilah ke perusahaan dan mintalah Jovan untuk mencarikan posisi yang tepat untukmu. Atau kau sendiri yang meminta posisi itu padanya langsung, kau bebas untuk memilih."


"Tapi, kenapa Kek?" Ucap Zyrra yang masih tidak mengerti mengapa Tuan Bima bisa memintanya bekerja di perusahaan secara tiba tiba.


"Aku tau kau adalah seorang pekerja keras, menghabiskan waktu seharian berdiam diri di rumah bukanlah sifatmu. Dan lagi, aku ingin kau memberikan informasi mengenai Jovan lebih detail. Jadi, apabila kau berkerja di sana juga, kau akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai hubungannya dan Bella." Tutur Tuan Bima memberikan penjelasan.


Zyrra tertegun sejenak, seperti sifatnya yang sudah-sudah, ia lebih dulu mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum mengambil tindakan.


'Kalau aku bekerja di sana, setidaknya aku tidak akan merasa bosan lagi. Tapi, berurusan dengan orang itu, akan menguras banyak kesabaran.' Batin Zyrra, akhirnya menyetujui permintaan Tuan Bima.


Dan di sinilah Zyrra berada, dalam perusahaan yang dikelola oleh suami kontraknya Jovan. Para Resepsionis yang sudah pernah melihat wanita itu bersama sang CEO tak lagi menghalangi langkahnya untuk memasuki perusahaan.


Walau mereka tidak tahu setatus yang dimiliki oleh Zyrra, tapi dengan melihat Jovan yang secara pribadi membawa wanita itu langsung ke ruangannya, sudah cukup menunjukan bila Zyrra bukanlah orang sembarangan.


Kali ini Zyrra brlum bisa menemui Jovan untuk beberapa jam kedepan, sebab pria itu tengah mengadakan meeting dengan para klien penting. Jadi untuk menunggu pria itu kembali, Zyrra pergi ke atap, ingin menikmati hembusan angin di sana.


Tapi tidak diduganya, bukan hanya Zyrra sendiri yang ada di sana, melainkan ada seorang wanita muda tengah menangis dan berdiri di dekat pembatas atap. Sepertinya wanita itu ingin mencoba bunuh diri.


"Hei, apa yang kau lakukan?"


Mendengar ada suara lain di tempat itu, wanita yang tengah mempersiapkan hatinya untuk melompat pun menoleh dan mendapati Zyrra tengah memandang ke arahnya.


"Jangan mendekat! Tetap di tempatmu atau aku akan lompat!" Serunya pada Zyrra.


Namun, Zyrra tetap terus melangkahkan kakinya ke arah wanita itu dengan pandangan lurus ke depan.


"Kau ingin bunuh diri? Kalau begitu, mari kita lakukan bersama."


Wanita yang berniat melakukan aksi bunuh diri itu menatap bingung pada Zyrra. Baru kali ini, ada seorang manusia yang melihat orang lain ingin melakukan bunuh diri, bukannya mencegah malah mengajaknya melakukan bersama-sama.

__ADS_1


"Bila dengan kematian setiap masalah yang ku hadapi akan berakhir, maka aku juga ingin meninggalkan dunia ini. Lagipula, di dunia ini kalaupun aku mati tidak akan ada yang menangisi kepergianku. Tidak ada yang menunggu kepulanganku. Bahkan orang yang ku cintai telah menghianatiku hingga aku sangat hancur." Zyrra menjeda ucapannya dan masih memandang lurus kedepan. Lalu menoleh ke sisi di mana wanita yang ingin bunuh diri itu berada dan dengan senyum manis di wajahnya, Zyrra kembali melanjutkan ucapannya.


"Ayo kita bunuh diri bersama!"


Wanita yang semula ingin mencoba bunuh diri itu terlihat berfikir. Perkataan yang diucapkan oleh Zyrra membuka pikirannya. Ia teringat akan kedua orang tua dan adik-adiknya yang selalu menyambut kepulangannya di rumah.


Melihat ekspresi wajah wanita di sampingnya, Zyrra mencoba makin memberanikan diri untuk mendekat. Hingga tanpa disadari oleh wanita itu, Zyrra telah berhasil menariknya menjauh dari pembatas atap.


Zyrra menghembuskan nafasnya kala telah berhasil membuat wanita itu menjauh dari pembatas atap. Dadanya berdegup kencang saat dia berdiri di sana, keringat dingin pun membasahi dahi dan bajunya.


"Bila hanya masalah uang, aku akan membantumu!" Ucap Zyrra dengan wajah datar.


Wanita itu lalu menceritakan masalah yng tengah menimpanya saat ini. Mulai dari Ayahnya yang harus menkalani oprasi pengangkatan tumor di bagian lengannya, hingga sang adik yang harus membayar biaya sekolahnya.


Dia telah mencoba melakukan pengajuan pinjaman pada perusahaan namun, di tolak begitu saja. Padahal dia telah bekerja di perusahaan ini selama delapan tahun dan telah banyak memberikan kontribusi yang menguntungkan untuk perusahaan.


Seorang CMO bahkan melecehkannya, dengan mengatakan akan membantu wanita itu asalkan dia mau melayani hasrat pria itu. Dia yang telah putus asa akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dan melepaskan beban di pundaknya.


"Berapa biaya yang kau butuhkan?"


"Ayo kita kerumah sakit dan menyelesaikan ini."


"Tapi kita tidak saling mengenal, mengapa kau ingin membantuku?" Tanya wanita itu bingung.


"Aku tidak membantumu, aku hanya membantu orang tuamu. Kau bisa mengembalikan uang itu saat kau telah memiliki uang kelak."


Wanita itu tersenyum dan menganggukkan kepala dengan cepat. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan seorang wanita sebaik Zyrra.


Keduanya kini pergi ke rumah sakit dan melakukan pembayaran untuk ayah sang wanita tadi. Seperti yang dikatakannya, bila biaya sang Ayah akan memakan biaya yang cukup besar. Ini pertama kali, semenjak Jovan memberikan blackcart untuknya, Zyrra mengeluarkan uang yang begitu besar.


"Terimakasih Nona, aku akan mengembalikan uangmu secepat mungkin."


Zyrra tersenyum pada wanita di sampingnya itu dan berkata "Tenanglah, yang terpenting sekarang kesehatan Ayahmu."


"Namaku Lola," ucap wanita itu memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Aku Zyrra."


Usai melakukan pembayaran kedua wanita itu melangkah menuju ruang rawat. Wanita yang bernama Lola itu ingin melihat sang Ayah yang akan segera melakukan operasi.


Di sana telah ada sang Ibu dan ketiga adik-adiknya. Mereka menyambut kedatangan Lola dengan senyum dan pelukan hangat.


"Ibu, perkenalkan ini orang yang telah membantuku. Namanya Zyrra." Ucap Lola memperkenalkan wanita di belakangnya.


Wanita paruh bayar itu melangkah mendekati Zyrra dan bersimpuh di kakinya, membuat Zyrra menjadi tidak enak.


"Terimakasih banyak Nak, kau malaikat bagi keluarga kami."


"I...Ibu jangan seperti ini, bangunlah Bu!" Pinta Zyrra dan membantu Ibu Lola berdiri. "Saya senang dapat membantu."


Setelah berbincang beberapa saat dengan keluarga Lola, Zyrra memutuskan untuk kembali ke perusahaan. Di sana dia melihat Denis, asisten kepercayaan Jovan. Zyrra menghampiri pria bertubuh tinggi tegap itu dan menanyakan sesuatu padanya.


"Apakah perusahaan ini memiliki data mengenai setiap karyawannya?"


"Tentu Nyonya, kami memiliki seluruh data karyawan-karyawan kami."


"Kalau begitu aku mau data mengenai keluarga CMO kalian hari ini!"


Walapun Denis bingung dengan perintah dari Zyrra, tapi dia tetap menganggukkan kepala tanpa menanyakan alasan mengapa Zyrra menginginkan data itu. Zyrra menunggu kedatangan Denis dituangkan milik pria itu.


Tak beberapa lama, Denis kembali dengan sebuah map di tangannya dan menyerahkan itu pada Zyrra.


BERSAMBUNG....


***Aloha.... ๐Ÿ™‹


hayo, kira-kira apa ya yang akan di lakukan oleh Zyrra?๐Ÿ˜…


nantikan episode selanjutnya ya...๐Ÿ˜


tetap berikan dukungan kalian dengan like,komen dan vaforitkan๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


kalau iklas kasih votenya juga๐Ÿ˜„


__ADS_2