Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
MENYIKSA JOVAN JUNIOR


__ADS_3

"Zyrra besok lusa adalah hari ulang tahun perusahaan semua karyawan akan hadir di acara itu. Apa kamu juga akan datang?"


"Entah lah, nanti ku pikirkan lagi."


"Kabari aku jika kamu hadir, kita harus mengenakan gaun yang sama. Ok?"


Alis Zyrra mengkerut saat mendengar ucapan temannya itu. Dengan ekspresi bingung Zyrra bertanya pada Lola.


"Kenapa harus sama? Apakah itu peraturan dari perusahaan?"


Lola tertawa sebelum menjawab pertanyaan dari Zyrra, ia tidak menyangka wanita yang begitu cerdas seperti Zyrra ini rupanya bisa juga memiliki sifat polos.


"Tidak, aku hanya ingin kita terlihat kompak."


Zyrra ber oh ria sambil mangangguk-anggukkan kepalanya. Setelah menghabiskan makan siangnya, kedua wanita cantik itu kembali ke ruangan mereka masing-masing.


Di dalam ruangannya, Zyrra menemukan setangkai bunga mawar di atas meja kerja miliknya. Tanpa ada nama pengirim yang tertera di sisi bunga mawar cantik itu, Zyrra langsung membuangnya ke tempat sampah dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


...****************...


Sedangkan di ruangannya, Jovan tengah uring-uringan setelah mendengar percakapan karyawan kantornya yang membicarakan kecantikan Zyrra. Jovan sangat tidak terima istrinya jadi bahan fantasi pria lain.


Tunggu dulu, Istri? Memang sejak kapan Jovan pernah mengakui Zyrra sebagai istrinya?


'Aaahk sial! Tapi aku benar-benar tidak bisa terima bila dia menjadi fantasi pria lain!'


Flash Back On..


Saat ingin makan siang di luar bersama Bella, Jovan tidak sengaja melewati kerumunan karyawan pria.


"Kau tau, manajer teknik kita yang baru itu sangat cantik, dia juga memiliki dada dan pinggul yang besar. Aku rasa akan sangat menyenangkan bila dapat memainkan dua benda itu." Ucap salah seorang karyawan.


"Ya, aku dengar namanya Zyrra. Dan yang terpenting dia masih singgel bro...!"


"Wah, itu berarti kita masih ada kesempatan untuk mendapatkannya. Bila dia menjadi wanitaku, akan kubuat dia mengerangkan namaku di setiap kami bercinta."


Mendengar hal itu, darah Jovan seakan mendidih hingga ke ubun-ubun, ia pun menghentikan langkahnya dan menghampiri beberapa karyawan yang tengah menjadikan istrinya sebagai bahan fantasi mereka.


"Hey! Apakah perusahaan ini membayar kalian untuk membicarakan hal-hal kotor?! Kembali bekerja!"


Mendengar ucapan Jovan, semua karyawan itu langsung kembali ke tempat duduknya masing-masing. Jovan pun mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan kekasihnya Bella, karena takut akan melukai hati wanita itu dengan emosinya yang kini tengah melup-luap.


Flash Back off...

__ADS_1


Jovan meraih ponselnya dan menghubungi nomor Zyrra, beberapa saat kemudian wanita itu menjawab panggilan telponnya.


"Keruanganku sekarang!"


Panggilan pun diakhiri dan Jovan menunggu wanita itu tiba di ruangannya. Beberapa menit berlalu akhirnya Zyrra mengetuk pintu dan muncul di sana.


"Aku rasa kau tidak cocok bekerja di perusahaan ini. Kerjamu sangat lambat dan kau tidak bersungguh-sungguh dalam melakukannya."


Zyrra sangat terkejut dengan ucapan Jovan yang begitu spontan dan mengatakan bila dirinya tidak bersungguh-sungguh. 'Belum ada sehari aku kerja di perusahaan ini dan dia udah bilang aku tidak bersungguh-sungguh? Ada apa dengan otak orang ini?' Gumam Zyrra dalam hati.


"Maaf Tuan, tapi bisakah Tuan menyebutkan di mana letak saya tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan saya?"


"Tentu saja! Kau itu selalu tebar pesona dihadapan seluruh karyawan pria di perusahaan ini. Dan kau juga tidak dapat menyelesaikan pekerjaanmu tepat waktu. Lalu apakah itu bisa disebut dengan kesungguhan?"


Zyrra sangat marah saat Jovan mengatakan bila ia selalu tebar pesona pada karyawan pria di perusahaan ini. Zyrra melangkah mendekat ke arah Jovan dan mencengkeram dasi pria itu.


"Lalu apakah Tuan juga tergoda oleh saya?" Tanya Zyrra sambil terus mendekatkan tubuh dan wajahnya pada Jovan. Membuat jantung pria itu berdegup kencang.


"Ma...mana mungkin?"


Zyrra mendudukkan dirinya ke pangkuan Jovan dan memainkan jarinya ke dada pria itu. Membuat jantung Jovan memompa darah sepuluh kali kebih cepat dari biasanya. Keringat pun membasahi kening dan punggung pria itu.


Dapat Zyrra rasakan bila sang Jovan Junior telah siap perang di bawah sana. Zyrra makin menggencarkan aksinya, wanita itu bahkan menggosok-gosokkan bokong sintalnya di atas paha Jovan.


"Apakah kau yakin, Tuan, Jovando Argantara?" Tanya Zyrra sambil berbisik tepat di telinga Jovan dan membuat bulu kuduk pria itu berdiri seketika.


Jovan seakan terhipnotis oleh perlakuan Zyrra kepadanya. Dan saat dia makin tersiksa dengan tangan nakal Zyrra, wanita itu bangkit dari atas paha Jovan dan kembali berdiri.


"Apakah kau melihat aku melakukan hal barusan pada karyawan pria di perusahaan ini?"


Jovan menghembuskan nafas lega saat Zyrra akhirnya menghentikan penyiksaan terhadap Jovan juniornya. Dia lalu menggeleng atas pertanyaan dari wanita itu.


"Lalu bagaimana bisa kau mengatakan bila aku telah menggoda mereka?"


"A...aku, aku..." Ucap Jovan tak tahu harus menjawab apa.


"Kalau begitu jangan pernah lagi kau menyebutku seperti itu. Kau sungguh membuatku terluka. Dan masalah kinerjaku dalam bekerja, aku akan memperbaikinya. Permisi!" Ucap Zyrra lalu meninggalkan ruangan Jovan dengan wajah sendunya.


Sebenarnya Jovan tidak bermaksud untuk membuat Zyrra merasa marah ataupun sakit hati atas ucapannya. Dia hanya ingin Zyrra berhenti bekerja dan kembali diam di rumah saja seperti biasanya. Agar tidak ada pria lain lagi yang menjadikannya sebagai objek fantasi.


Dia mencengkeram rambutnya kuat saat mengingat raut wajah Zyrra membuat hati Jovan bagaikan di remas. Sakit bahkan napasnya pun terasa sesak seakan terhimpit batu besar.


Di tengah rasa penyesalannya, terdengar suara ponsel miliknya. Jovan dengan enggan meraih ponsel itu, sebenarnya dia tau siapa yang sedang menghubunginya.

__ADS_1


"Kamu tidak jadi datang?"


"Maaf, aku tiba-tiba mendapatkan meeting mendadak. Kita ganti lain hari saja ya?"


Bella tersenyum kecut akan ucapan kekasihnya, sudah sering kali Jovan membatalkan pertemuan mereka. 'Kau sudah sangat jauh berubah Jovan' lirih Bella dalam hati.


"Baiklah, aku juga harus melakukan sesuatu. By!"


"Hm"


Panggilan berakhir, Bella tertunduk di tempatnya, dia merasa kian jauh dari kekasihnya. 'Apakah aku sudah kalah? Tuhan, inikah hukuman untukku? Tapi kenapa harus dia yang Kau ambil dariku? Kau tau aku sangat mencintainya, Tuhan'


Bella pergi meninggalkan Cafe tempatnya membuat janji akan bertemu dengan sang kekasih. Tapi semuanya pupus, Jovan telah jauh berbeda. Dia tak lagi seperti Jovan yang dikenalnya dulu.


Dengan mengendarai mobilnya, Bella menuju suatu tempat untuk menghilangkan penatnya kehidupan yang kini dihadapi. Tanpa ia ketahui bila di sana juga sudah ada seseorang yang menantikan kehadirannya.


Bella turun dari mobilnya dan melangkah ke arah sebuah gedung. Ia menuju atap dan menghampiri seorang pria yang sudah lebih dulu berada di sana.


"Jonan, kamu di sini?"


Mendengar namanya di sebut, Jonan memalingkan pandangannya dan melihat seorang wanita cantik telah menatap ke arahnya. Jonan bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Bella.


"Ya, aku selalu menunggumu di sini."


"Maaf Jo, hubungan kita salah. Kau tidak semestinya menungguku, kau pun pantas bahagia Jo."


"Tapi yang aku cintai hanya kamu Bel, ku mohon pertimbangkan lagi perasaanku. Jovan telah memiliki pendamping hidupnya sekarang, dan dia juga telah jatuh cinta pada wanita itu."


Bella terdiam dan tertunduk, dia tau bila Jovan memang sudah jatuh cinta kepada wanita yang telah menjadi istrinya kini. Hanya saja, dia pun tidak bisa membunuh perasaan yang terus tumbuh di hatinya.


Tidak mudah bagi Bella untuk berpaling hati dari Jovan yang telah menjadi kekasihnya selama enam tahun lamanya.


"Aku tau, tapi aku sangat mencintainya Jo. Aku akan menunggu, sampai dia sendiri yang mengakhiri hubungan kami."


Jonan merasa iba pada wanita dihadapannya itu, Bella nampak sangat hancur saat ini. Tapi dia menutupinya dengan senyuman yang terukir di wajahnya.


BERSAMBUNG...


...***Ok gais....thank's buat like kalian....


Jangan lupa jadikan vaforit cerita ini ya...😄


Dukungam kalian ini sangat berguna buat aku😙😙

__ADS_1


Jangan ketinggalan novel karyaku yang lainnya juga...😌


Ada yang berjudul what's wrong with my bos?,istri masa depanku dan taruhan berhadiah cinta***


__ADS_2