
"Akhirnya sampai juga di tempat yang sepi. Aduh, aku bingung deh. Ini orang-orang yang datang ke sini tuh baru aja lihat manusia, atau selama ini mata mereka ketutup, jadi nggak bisa lihat perempuan cantik dikit langsung dipelototin. Segitunya banget!" Ucap Lola sembari menghempaskan bokongnya ke atas tempat duduk.
"Udah deh, dari tadi kamu tuh ngomel, mulu. Nggak capek apa tuh mulut? Mendingan, daripada kamu ngomong terus, kamu pesan makanan yang kamu suka. Aku yang traktir." Ucap Zyrra melihat ke arah pelayan yang menyodorkan buku menu pada mereka.
"Ah, ini yang aku suka dari kamu. Aku mau pesan lemon tea, puding strawberry non gula, sama nasi ayamnya satu."
"Kalau saya ingin jus alpukat, kue ini satu sama ini juga." Ujar Zyrra dengan menunjuk beberapa menu dan mengembalikan buku menu kepada pelayan. Baby Zea yang sejak tadi tertidur kini terbangun saat pelayan mengantarkan pesanan kedua wanita cantik itu. Mungkin ia ikut merasakan aroma makanan yang dibawa oleh pelayan tadi. Tangan kecilnya melambai-lambai seakan ingin menggapai makanan-makanan di atas meja.
"Tuan putri Mama udah bangun? Zea lapar ya? Tapi Zea nggak boleh makan makanan ini. Zea minum susu aja ya," Zyrra menyodorkan sebotol susu ke dalam mulut putrinya.
"Ih, keponakan Tante yang paling cantik. Minum yang banyak ya, supaya Zea bisa cepat gede, jadi bisa nemenin tante buat jalan-jalan. Mama kamu selalu sibuk sama suaminya, jadi jarang bisa jalan-jalan sama Tante. Dan kamu," tunjuk Lola menoel hidung mungil milik Zea "akan menjadi penggantinya." Sambungnya lagi.
__ADS_1
Saat Zyrra dan sahabatnya Lola tengah menikmati makan siang mereka, ada beberapa orang yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan. Orang-orang berpakaian serba hitam itu terus mengikuti sejak mereka sejak keluar dari kediaman Argantara. Tanpa Zyrra dan Lola sadari, ternyata di balik perjalanan mereka yang menyenangkan hari ini, terdapat sebuah marabahaya yang tengah menanti.
"Tuan besar udah nyuruh kite nunggu kesempatan nyang bagus buat nangkep tuh cewe ame anaknye. Tapi nyang jadi masalahnye sekarang tuh, kite kagak boleh bikin tuh cewe lecet. Kalo kaga, nyawa kite jadi taruhannye." Ucap salah seorang dari pria-pria yang mengawasi Zyrra pada teman-temannya dengan logat Betawi asli.
"Terus temennye nyang atu lagi pegimane dong?"
"Bukan urusan kite. Mau kite buang kek, kita jual kek, itu urusan kite. Nyang penting tuh cewe ame anaknye harus bisa kite bawa ke si bos." Semua mengangguk paham akan instruksi yang di berikan dari teman mereka. Sepertinya pria yang baru saja bicara adalah pemimpin mereka.
"Kita beli perlengkapan bayi dulu. Kebetulan ada toko perlengkapan bayi di dekat sini. Aku mau beli beberapa baju sama sepatu buat Zea."
Setelah membayar, keduanya lalu pergi ke toko perlengkapan bayi yang memang tak jauh dari tempat mereka makan barusan. Zyrra melihat ada begitu banyak baju bayi yang begitu lucu. Jadi, ia membuat putri kecilnya mencoba begitu banyak baju juga sepatu di sana. Saat tengah asik memilih baju, Zyrra menyadari mereka sedang di ikuti. Ada beberapa pria mencurigakan yang sejak tadi hanya memilih beberapa pakaian bayi tapi tidak membelinya. Bahkan Zyrra juga sering mendapati orang-orang itu tengah mengamati gerak-geriknya.
__ADS_1
Dengan tenang, Zyrra mendekat ke arah Lola yang sedang bermain dengan Baby Zea sambil menyerahkan baju di tangannya. Zyrra yang membungkuk lalu berbisik agar Lola mengikuti rencananya. Lola sempat terkejut, tetapi sebisanya ia mencoba tetap tenang agar para pria itu tidak mengetahui bila mereka telah menyadari keberadaan mereka.
Zyrra mendorong kereta bayi sembari mencoba menghubungi Jovan. Dan seperti dugaannya, pria-pria tadi juga mengikuti mereka meninggalkan toko itu. Meskipun terlihat santai, tetapi hati Lola sudah amat hawatir. Ia takut akan ada hal buruk yang terjadi pada mereka nanti. Zyrra juga terus membawa mereka ke tempat-tempat ramai sambil menunggu Jovan tiba di sana.
"Bos, kayaknye mereka udah tau kite mau nyulik mereka deh. Kite harus bergerak cepet sebelum mereka beneran kabur."
Tanpa memperdulikan kondisi sekitar, para pria tadi langsung mendekat ke arah Zyrra dan Lola. Melihat itu, Zyrra menyerahkan putrinya untuk di bawa pergi oleh Lola lebih dulu. Sedangkan dirinya akan menahan mereka dan mulai melakukan serangan lebih dulu.
"Lumayan, lama ga meregangkan otot-ototku yang kaku." Ucap Zyrra setelah menghempaskan salah seorang dari pria-pria yang mengikutinya dari tadi.
Melihat perlawanan yang Zyrra lakukan, banyak pengunjung mal itu yang merekam dan melakukan siaran langsung di ponsel mereka. Ketangguhan Zyrra saat melawan pria-pria bertubuh besar dengan jumlah banyak, membuat para pengunjung takjub. Beberapa dari mereka yang mengetahui identitas Zyrra menjadi makin kagum. Meskipun tak jarang juga ada yang bergosip akan hal itu dan menganggap kelakuan Zyrra terlalu bar-bar.
__ADS_1
BERSAMBUNG....