
Hari ini Jovan mengadakan rapat di anak perusahaan mereka, untuk membahas masalah yang terjadi di sana. Sedangkan Zyrra dan Joi menikmati waktu bersantai mereka di pantai. Keduanya bermain dengan deburan ombak yang menggulung di sepanjang pantai.
Tawa renyah terdengar dari kedua orang itu, lelah berkejar-kejaran dengan ombak keduanya memutuskan untuk duduk di bangku yang tersedia di sepanjang pantai. Zyrra melihat ada penjual kelapa tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.
"Joi, Kakak akan membelikan es kelapa untuk kita. Kamu tunggu di sini ya, jangan kemana-mana." Uap Zyrra berpesan pada Joi.
"Baik, Kak!"
Zyrra berlari menuju penjual minuman kelapa dan memesan dua buah es kelapa. Saat dia kembali, bocah kecil yang di tinggalkannya tadi sudah menghilang dari tempat terakhir dia meninggalkannya.
"Joi..! Joi, kamu di mana? Joi, ini es kelapanya! Joi, cepat kemari!" Teriak Zyrra memanggil-manggil nama Joi. Tapi anak yang di panggilannya tak kunjung datang. Zyrra makin panik kala melihat sebelah sandal yang di kenakan oleh Joi tadi.
"Joi!!! Kamu dimana?!!! Joi..!" Zyrra terus memanggil nama anak itu sambil berlarian mencari keberadaan Joi.
Merasa hampir putus asa sebab tidak menemukan keberadaan Joi, Zyrra mencoba menghubungi Jovan. Berkali-kali panggilan yang ia lakukan tapi tidak kunjung mendapat jawaban. Akhirnya Zyrra memutuskan untuk kembali mencari Joi seorang diri.
Hampir setiap tempat di pantai itu sudah Zyrra lewati, tapi tak kunjung ia lihat di mana Joi berada. Lelah setelah berlarian kesana kemari, Zyrra ingin istirahat didekat pohon Kamboja yang rindang. Tiba-tiba dilihatnya tiga orang pria menarik sorang bocah dengan paksa. Mereka membawa bocah itu menuju sebuah mobil Van hitam.
Zyrra mengenali pakaian yang dikenakan oleh bocah itu ditambah lagi sebelah sandal yang masih melekat di kakinya.
"Joi," ucap Zyrra lirih. Ia melihat mobil itu mulai bergerak, dengan cepat ia mencari ojek di sekitar sana. Untung saja, daerah itu banyak tersedia jasa ojek untuk para wisatawan.
"Pak, ikuti mobil Van hitam itu jangan sampai kita kehilangannya." Ucap Zyrra pada tukang ojek itu.
__ADS_1
"Siap Non!" Merekapun melaju mengejar mobil Van yang membawa Joi pergi. Rupanya ketiga pria tadi membawa Joi menuju sebuah gedung yang terbengkalai.
Zyrra turun dari ojek dan membayarnya, lalu perlahan mengikuti ketiga pria tadi. Saat ini sepertinya Joi sudah tidak sadarkan diri, mungkin mereka telah memberikban obat bius pada anak lelaki itu.
Langkah Zyrra berhenti di depan pintu, dilihatnya ada dua orang pria lagi yang berjaga di sana. Zyrra berfikir, ia pasti tidak akan mungkin bisa mengalahkan mereka sekaligus. Sebab selain dirinya hanya seorang wanita, ia juga kalah jumlah dengan orang-orang itu yang entah ada beberapa banyak lagi di dalam sana.
Zyrra kembali mencoba menghubungi Jovan, namun lagi-lagi tidak mendapatkan jawaban dari pria itu. Akhirnya Zyrra memutuskan untuk mengirim pesan yang mengatakan bila ia membutuhkan bantuan untuk menolong Joi dari tangan penculik yang membawanya kesebuah gedung tua.
Sementara itu, ia bersembunyi terlebih dahulu dan mencari kesempatan untuk menyelinap masuk saat orang-orang itu lengah. Terdengar suara sebuah motor terparkir di depan gedung itu. Zyrra melihat seorang pria lagi turun dari motornya dan masuk ke dalam sana. Rupanya dia juga salah satu dari orang-orang yang telah membawa Joi.
Saat salah satu penjaga pintu mendekat ke arahnya, Zyrra langsung melumpuhkan orang itu dengan sekali pukulan di tengkuk belakangnya. Kemudian perlahan-lahan dia mendekati seorang pria yang berjaga di pintu, setelah kembali melumpuhkan orang itu, Zyrra masuk dan mencari keberadaan Joi.
Lorong yang gelap dan lembab, membuat tempat itu terkesan menyeramkan. Zyrra harus berhati-hati agar tidak ketahuan oleh orang-orang di sana. Langkahnya terhenti di sebuah sudut, disana Zyrra melihat ada beberapa orang lagi yang berjaga di depan pintu.
'Kalau aku menelfon Polisi sekarang, aku yakin mereka akan butuh waktu untuk bisa sampai ke sini. Jadi aku hanya punya pilihan untuk mengulur waktu' Fikir Zyrra, kemudian menghubungi nomor darurat dan meminta kepolisian Batam untuk datang ketempatnya saat ini.
Untuk mengulur waktu, ia memutuskan untuk memancing ketiga pria itu agar menjauh dari sana. Untungnya rencananya berhasil, ketiga pria itu mengejarnya keluar. Perkelahianpun tidak bisa dihindari, beruntungnya Zyrra ketiga orang itu tidak terlalu sulit untuk dihadapi. Sepertinya mereka tidak memiliki kemampuan bela diri yang tinggi.
Sementara Zyrra berjuang sekuat tenaga untuk membebaskan Joi, Jovan yang baru saja selesai rapat dengan para bawahannya melihat beberapa panggilan masuk dari Zyrra yang tidak dijawabannya. Jovan sedikit kaget, sebab wanita itu tidak akan menghubunginya bila tidak ada hal yang benar-benar mendesak.
Jovan mencoba melakukan panggilan balik ke ponsel Zyrra akan tetapi, nomor yang ditujunya tidak aktif. Jovan juga menemukan sebuah pesan yang dikirim oleh Zyrra. Mata elangnya melebar kala melihat isi pesan itu. Ia lalu menghubungi Jonan untuk meminta bantuan melacak keberadaan Zyrra saat ini.
"Jo, lacak ponsel Zyrra dan beritahu dimana keberadaannya sekarang."
__ADS_1
"Lah emang dia kemana?" Pertanyaan konyol Jonan membuat Jovan makin emosi. "Gak usah banyak tanya! Cepat Joi hilang!"
"What?! Ok, gue bakal lacak keberadaan mereka. Entar gue hubungi lo kalo udah dapet." Ucapnya lalu menghubungi seseorang untuk membantunya menemukan keberadaan Zyrra.
Tak lama kemudian Jonan mengirimkan sebuah alamat melalui sebuah pesan. Rupanya Zyrra kini berada di sebuah gedung tua yang jaraknya lumayan jauh dari tempatnya. Dengan cepat ia melajukan mobilnya menuju lokasi, perlu waktu kurang lebih satu jam untuk tiba di sana.
Zyrra akhirnya berhasil masuk ke pintu kedua, baru saja ia beberapa langkah kakinya memasuki ruangan itu lebih dalam, ia sudah di hadangan oleh beberapa orang bertubuh tinggi kekar.
"Hei! Siapa kamu?! Bagaimana kamu bisa sampai ke tempat ini?!" Tanya salah seorang dari mereka yang berwajah paling seram.
Zyrra tidak menjawab pertanyaan mereka, dia hanya tersenyum miring lalu mengayunkan kaki menuju pria yang berada di belakangnya. Tendangan Zyrra mampu merobohkan pria itu namun, teman-temannya yang lain langsung menyerang Zyrra.
Lima orang pria melawan satu orang wanita, tentu saja itu bukanlah jumlah yang sebanding. Zyrra semampunya menghindar dari beberapa pukulan yang dilayangkan oleh pria-pria itu namun, ada juga yang sempat mengenai wajah ataupun anggota tubuhnya yang lain.
'Jika terus begini, aku akan mati konyol ditangan mereka. Aku harus mencari cara agar memisahkan mereka dan melumpuhkan mereka satu persatu' pikir Zyrra, kemudian ia berlari ke luar ruangan.
Pancingannya kembali berhasil, kelima orang itu mengikutinya kesebuah tempat yang memiliki banyak skat. Mungkin tempat itu dulu adalah sebuah ruang penyimpanan barang. Zyrra mencari tempat untuknya bersembunyi dan membuat orang-orang itu berpencar mencarinya.
BERSAMBUNG...
**Seru gak???
Kalau kurang seru, ayo kita seru seruan di episode selanjutnya...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya ya...**