
Usai meminta bantuan dengan Jovan dan Zyrra, Jonan menemui Bella di apartemen wanita itu. Ia ingin menceritakan kesediaan saudaranya, dalam membantu meyakinkan Kakek mereka. Jonan telah tiba di depan pintu apartemen Bella dan memencet bel. Dengan senyum sendu, wanita itu membuka pintu dan mempersilahkan Jonan masuk.
"Hai Jo, ayo masuk."
Bella membuka pintu lebar dan melangkah menuju sofa diikuti oleh Jonan.
"Kamu mau minum apa?"
"Apa aja, aku ke sini cuma mau bilang kalau Jovan dan Zyrra setuju untuk berbicara sama Kakek."
Terbesit sedikit rasa sakit dalam hati Bella, ia tak menyangka Jovan akan semudah itu membantu mereka untuk menikah. Bahkan hubungan mereka yang sudah terjalin selama lima tahun baru saja kandas beberapa waktu lalu.
'Mungkin dalam hati kamu aku memang ga pernah ada ya Van?' Lirih Bella dalam hati.
Bella kembali ke ruang tamu dengan dua gelas jus di tangannya. Wanita itu menyerahkan satu gelas pada Jonan dan langsung di tenggak habis oleh pria itu.
"Kamu haus? Nih buat kamu aja." Ucap Bella menyerahkan satu gelas jus lagi pada Jonan.
"Ia, aku tadi langsung ke sini setelah berbicara sama Jovan dan istrinya. Bahkan belum sempat maka siang."
"Oh, gimana kalo kita makan siang di luar? Kebetulan aku juga belum makan siang."
"Ok!"
__ADS_1
Jonan dan Bella meninggalkan apartemen itu dan menuju sebuah restoran yang berada di sebuah pusat perbelanjaan tak jauh dari sana. Saat Jovan memesan makanan, ia melihat Zyrra dan seorang pria asing baru saja keluar dari dalam bioskop. Namun yang membuat Jonan penasaran adalah, ia tidak menemukan keberadaan Jovan di sana. Ia pun menghubungi Jovan untuk memberitahukan hal itu, namun tak ada jawaban dari Jovan. Berulang kali Jonan berusaha menghubungi kembali, tetapi hasilnya tetap sama.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
"Wah, wah, wah... Coba lihat. Ada wanita menyedihkan yang ditinggalkan tunangannya kini ternyata telah mendapatkan pengganti. Aku harap dia adalah pria yang berkecukupan, hingga dapat membantu membiayai kehidupanmu saat ini, yang pasti sedang sangat kesulitan." Ucap wanita datang bersama pasangannya tadi dengan angkuhnya.
Arya menatap tajam pasangan tersebut sambil mengeratkan genggaman tangannya. Begitu juga dengan Zira yang menatap jengah pada kedua orang itu.
"Tolong berbicara dengan sedikit sopan. Apakah kamu tidak pernah mendapatkan pendidikan? Ataukah memang orang tua kalian yang telah gagal dalam mendidik?"
"Ups, ada yang marah." Cerca wanita itu dengan nada mengejek.
"Sudahlah Arya, tidak ada gunanya berdebat dengan mereka. Kita hanya seperti berurusan dengan dua ekor anjing gila. Bisakah kau mengantarku pulang, hari sudah mulai gelap." Skak Zyrra langsung yang membuat kedua orang di hadapannya terdiam.
" Terima kasih karena sudah mengantarkanku, maaf tidak bisa mengajakmu masuk. Pemilik kontrakan ini sangat ketat, dia tidak mengizinkan kami membawa tamu luar." Bohong Zyrra. Tentu saja dia tidak dapat membawa Arya masuk sebab ia tidak tinggal di tempat itu.
"Tak apa, aku senang bisa mengantarkanmu. Kalau begitu sampai jumpa lagi Zyrra."
"Terima kasih Arya" Zyrra melambaikan tangannya kepada mobil Arya yang telah menjauh. Saat mobil itu sudah benar-benar menghilang, Zyrra menghubungi Pak Edi dan memintanya untuk menjemput ke restoran yang teraoat divsekitar tempat itu. Setelah satu jam menunggu, akhirnya Pak Edi datang bersama dengan Jovan. Pria itu nampak begitu khawatir dan sangat berantakan.
"Sayang, kamu kemana aja? Aku udah nyariin kamu seharian."
Zyrra masih acuh akan pertanyaan Jovan, tanpa ingin menatap wajah sang suami, ia melangkah masuk ke dalam mobil dan memalingkan wajahnya ke arah jendela luar. Dengan sabar Jovan mengikuti Zyrra masuk ke dalam mobil dan terus mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di kantornya tadi.
__ADS_1
Sayangnya, sekuat apapun Jovan mencoba menjelaskan, Zyrra masih tetap saja tidak percaya. Wanita itu bahkan masih mengacuhkannya walaupun mereka telah berada di kediaman Argantara. Tuan Bima yang melihat hubungan keduanya kembali bermasalah, hanya bisa menggelengkan kepala. Zira memang memiliki sifat dewasa dan juga Mandiri. Tapi ternyata, hormon kehamilan dapat mengalahkan semua itu dan mengubah sifat yang sejak lahir setelah ia miliki ataukah mungkin itu memang sifatnya?
Zyrra menuju kamar mereka dan disusul oleh Jovan, di dalam kamar Jovan kembali berusaha membujuk Zyrra agar tidak lagi merajuk.
"Aku capek mau istirahat. Bisa nggak lanjutinya besok aja lagi." Ucapan Zira membuat Jovan akhirnya kembali bungkam. Ia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar dan ikut berbaring di sisi istrinya.
Lelah karena seharian telah berkeliling kota mencari keberadaan Zyrra, Jovan kini telah lebih dulu tertidur pulas. Sedangkan Zyrra justru belum dapat tidur, ia amat gelisah sebab Jovan tidak memeluknya. Hingga malam makin larut dan waktu menunjukkan pukul 10 malam, Zyrra tak kunjung juga dapat memejamkan mata.
'Ih kok ga meluk sih?! Ga peka banget, aku kan gengsi kalo harus minta. Dasar suami nyebelin!' Gerutu Zyrra dalam hati.
Merasa kesal karena tidak juga dapat tudur, akhirnya Zyrra memutuskan untuk pergi ke dapur dan mencari makanan. Ia membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa buah-buahan serta cemilan. Semua itu memang sengaja Jovan sediakan, sebab siang tadi Zyrra tidak sempat memakan buah yang dibelinya. Jadi Jovan meminta pengurus rumah untuk menyediakan buah-buahan segar dan juga cemilan dalam dapur.
Zyrra membawa cemilan dan buah-buahan itu ke depan televisi. Ia menikmati cemilan malamnya sembari berbaring dan melihat acara televisi. Hingga kantuk pun menyerang dan membuat Zyrra akhirnya tertidur.
Jovan yang ingin membalikkan tubuhnya merasakan kekosongan di sisi Zyrra. Ia membuka mata dan tidak mendapati Zyrra di sana. Jovan pun turun dari ranjang, kemudian melangkah menuju kamar mandi. Ternyata Zyrra juga tidak berada di sana, Jovan jadi makin panik. Ia mengira Zyrra kembali pergi dari rumah karena masih marah padanya. Dengan panik Jovan keluar kamar sambil menghubungi Denis untuk membantunya mencari keberadaan sang istri.
BERSAMBUNG....
**Seru gak???
Kalau kurang seru, ayo kita seru seruan di episode selanjutnya...
Jangan lupa like dan komennya ya...**
__ADS_1