
"Kenapa tadi wajah kalian kelihatan muram? Apa ada masalah sama perusahaan?"
Jovan dan Jonan saling menetap untuk sesaat, hingga Jonan menganggukkan kepala sebagai tanda setuju untuk Jovan menceritakan semuanya kepada Zyrra. Jovan pun menceritakan masalah yang dialami oleh Jonan pada istrinya itu. Berharap Zyrra dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Karena hanya Zyrra lah yang mampu meluluhkan kerasnya hati Tuan Bima.
"Em, aku tidak yakin. Tapi akan ku coba." Tutur Zyrra yang membuat Jovan dan Jonan bernafas lega. walau sebenarnya dalam hati Zira merasakan sesuatu yang mengganjal namun ia tidak ingin mengecewakan dua bersaudara itu.
'Bakal jadi PR besar nih, gimana ya caranya ngomong sama kakek nanti?' Batin Zyrra gelisah.
"Oke kalau gitu gue keluar dulu. Makasih buat bantuan kalian. Gue nggak akan ganggu kalian lagi, bye!"
Zira merasa haus setelah berbelanja buah-buahan tadi dan mengambil sebotol air mineral dari dalam lemari pendingin yang terdapat di ruangan Jovan. Karena tutup botol itu terlalu keras, Zyrra menggunakan sekuat tenaga untuk membukanya. Hingga tanpa sengaja air pun tertumpah mengenai pakaian yang ia kenakan. Zyrra menuju kamar mandi untuk mengeringkan pakaiannya yang basah. Dan ketika Zira berada dalam kamar mandi, seorang Coffee Girl datang dengan membawakan buah-buahan yang sudah dikupas bersih dan dipotong-potong.
Coffee Girl itu begitu terpesona melihat ketampanan Jovan, ia berniat untuk menggoda pria itu dengan berpura-pura terkilir. Jovan yang melihat Coffee Girl itu hampir terjatuh segera menangkap tubuhnya, agar buah-buahan yang berada di tangan wanita itu tidak tumpah ke lantai. Namun sayangnya, Zyrra yang melihat hal itu justru salah paham. Ia mengira Jovan dengan sengaja berpelukan dengan wanita lain di belakangnya. Hingga denga penuh emosi, Zyrra meninggalkan ruangan Jovan sambil setengah berlari.
Jovan Ingin menyusul kepergian Zyrra, namun malah ditahan oleh Office Girl itu. Bahkan tanpa rasa malu wanita itu membuka kancing bajunya di hadapan Jovan. Ia mengira ke sigapan Jovan menangkap tubuhnya tadi, adalah bentuk ketertarikan Jovan padanya. emosi Jovan Kian memuncak k melihat tingkah laku bawahannya itu. Jovan menarik si Office Girl dan melemparkannya di hadapan banyak orang. Dengan raut wajah merah padam, Jovan menunjuk wajah wanita muda itu dan berteriak lantang.
__ADS_1
"Kau telah salah mencari kematian denganku. Sekarang Jangan harap lagi kau dapat bekerja di perusahaan ini atau perusahaan manapun di seluruh Indonesia aku telah memblacklist namamu di seluruh perusahaan dan akan kupastikan kau tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan di manapun!"
Semua orang menetap jijik dan sinis pada Office girl itu. Mereka juga menggunjingkan secara terang-terangan akan kebodohan yang telah dilakukannya.
"Dia pikir dia siapa? Hingga berpikir bisa menggoda Tuan Jovan. Aku yang memiliki pekerjaan lebih tinggi darinya saja tidak berani mencoba hal itu. Sedangkan dia, yang hanya sekedar office girl, malah bermimpi untuk mendapatkan bulan Dasar bodoh."
"Kemiskinan memang terkadang membuat otak orang itu menjadi beku. Sehingga tidak dapat membedakan manakah yang nyata dan manakah yang hanya sekedar ilusi. Sungguh memalukan!"
Begitulah kira-kira umpatan-umpatan yang didapatkan si office girl dari seluruh pegawai kantor hingga ia meninggalkan perusahaan. Sesal dan malu yang dirasakan wanita muda itu kini telah terlambat. Dengan susah payah ia dapat bekerja di perusahaan besar yang menjadi impiannya sejsk lama itu, kini telah tamat. Hanya karena kebodohan sesaat, ia kehilangan pekerjaan. Bahkan tak dapat bekerja di manapun lagi.
Jovan mencoba menyusul Zyrra, ia tidak ingin istrinya itu makin salah paham. Sebelumnya Pak Edi telah memberitahukan bila sang Kakek memintanya untuk kembali ke kediaman Argantara. Jadi Jovan yakin, kalau Zyrra saat ini masih belum terlalu jauh dari perusahaan. Perlahan-lahan Jovan menyusuri setiap jalan berharap dapat menemukan istrinya dan menjelaskan semuanya agar Zyrra tak lagi marah.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Sementara orang yang dicari justru tengah asik bersenang-senang dalam sebuah bioskop bersama seorang pria lain. Kedua orang itu baru saja selesai menonton sebuah film dan menikmati waktu bersama, sambil berjalan-jalan di sebuah taman. Kebersamaan Zyrra dan Arya mampu menghilangkan amarah yang semula memenuhi pikiran wanita itu.
__ADS_1
"Bisa kamu ceritakan kenapa kamu tadi nangis di pinggir jalan?" Tanya Arya Yang penasaran.
"Ya, aku baru melihat hal yang membuatku merasa amat kecewa dan jengkel. Tapi untungnya ada kamu yang membantuku menghilangkan semua itu." Tutur Zira menjelaskan. Membuat hati Arya begitu berbunga-bunga, ia merasa ini adalah titik terang untuk kemajuan hubungan antara dia dan juga Zyrra.
"Aku senang dapat membantu wanita cantik sepertimu. Dan aku harap, aku adalah orang yang selalu kamu andalkan di saat kamu susah, ataupun sedih."
"Terima kasih Arya, kamu memang pria yang baik. Aku yakin wanita yang mendapat kamu pasti sangatlah beruntung."
Arya baru akan berniat mengutarakan isi hatinya, hingga sepasang kekasih menghampiri mereka dan mengganggu momen indah tersebut.
"Wah, wah, wah... Coba lihat. Ada wanita menyedihkan yang ditinggalkan tunangannya kini ternyata telah mendapatkan pengganti. Aku harap dia adalah pria yang berkecukupan, hingga dapat membantu membiayai kehidupanmu saat ini, yang pasti sedang sangat kesulitan." Ucap wanita datang bersama pasangannya tadi dengan angkuhnya.
BERSAMBUNG....
**Seru gak???
__ADS_1
Kalau kurang seru, ayo kita seru seruan di episode selanjutnya...
Jangan lupa like dan komennya ya...**