Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
BERTEMU DENGAN KELUARGA JOVAN


__ADS_3

Di kantornya Jovan tengah sibuk dengan tumpukkan berkas di mejanya. Sebentar lagi dia harus menghadiri rapat penting dengan para klien dari Dubay, itu sebabnya dia harus segera menyelesaikan semua berkas itu agar tak menambah beban kerjanya saat kembali lagi nanti.


Saat Jovan ingin mengambil lembar berkas terakhir, ia tidak sengaja menjatuhkan benda itu hingga beserakan ke lantainya. Karena terburu-buru memungut lembaran berkas itu, lengannya yang terkena timah panas semalam menabrak ****** meja hingga kembali mengeluarkan darah.


"Ah...sial!" umpatnya yang merasakan nyeri pada luka itu. Teringatnya kembali saat Zyrra yang mencoba menghentikan pendarahan itu dengan menggunakan sabuk yang ia kenakan di pinggangnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang, kala ingatannya justru kembali menampilkan wajah cantik Zyrra, mulai dari mata, bibir dan leher jenjang yang dimiliki wanita itu.


Tok..tok


Suara ketukan di pintu membuyarkan fantasinya. Ia pun segera bangkit dan kembali duduk di kursi kebesarannya. Seorang wanita cantik memasuki ruangn itu dan membungkukkan tubuhnya pada Jovan.


"Maaf Tuan, klien dari Dubay telah tiba di ruang meeting. Di harapkan Tuan segera hadir, astaga! Lenganmu berdarah Tuan! Apakah saya harus memanggilkan Dokter Radit kemari?" Tanya sekertaris Jovan nampak risau akan darah yang terus keluar dari dalam baju Jovan.


"Ya, dan suruh Dimas untuk menghendel meeting kali ini."


"Baik Tuan, permisi."


Sekertaris itu pun meninggalka Jovan sendiri dalam ruangannya. Jovan melepaskan kemeja yang dikenakannya dan pergi ke ruang istirahat yang tersedia di ruangannya. Ruangan itu sengaja dia bangun, saat malas pulang karena pekerjaan sedang menunpuk.


Tak berapa lama, Dokter Radit tiba di Perusahaan dengan membawa tas besar di tangannya. Ia bergegas menuju ruangan Jovan dan melihat luka di lengan lelaki itu kembali terbuka.


"Apa lo ini anak SD yang gak bisa berhati-hati? Udah tahu luka di tangan lo masih belum kering, lo udah langsung kerja aja, kenapa gak sekalian aja lo pergi ngejim?"


Omel Dokter Radit sambil membersihkan darah yang mengalir di lengan kekar Jovan. Ia tidak habis fikir bagaimana pria dihadapannya ini bisa sesembrono itu.


"Kalo lo ga bisa jaga luka lo di rumah, lo mau jawab apa ama Kakek, kalo dia nanyain lo entar?"

__ADS_1


"Ia aku tau." Jawaban singkat yang keluar dari bibir pria itu sudah langsung membungkam bibir Dokter Radit.


"Ok, gue pergi dulu. Lo jaga luka lo jangan sampe kena air, paham?"


Jovan mengangguk mengerti dan Dokter itupun meninggalkan ruang istirahat Jovan. Dengan menghembuskan nafas berat, Jovan memejamkan mata. Ia mencoba untuk mengistirahatkan otaknya dan memejamkan mata.


Di lain tempat, Zyrra yang ingin menggunakan fasilitas dari Jovan memutus untuk pergi keluar. Namun, baru saja ia keluar dari pintu beberapa orang bertubuh besar telah menghampirinya.


"Selmat siang Nona, Tuan Bima memerinthkan kami untuk menjemput Nona."


'Yah, gak jadi jalan-jalan deh.' Sesal Zyrra dalam hati. Walaupun sebenarnya dia sangat ingin menikmati hari yang cerah di luar apartemen namun, ia juga tidak ingin Tuan Bima merasa kecewa padanya. Jadi ia mengangguki para pengawal yang datang menjemputnya.


Sesampainya di kediaman Argantara Zyrra melihat banyaknya mobil mewah telah berbaris rapi di halaman rumah. Di dalam rumah itu juga sudah dipadati dengan banyak orang yang sangat asing di mata Zyrra.


Semua orang yang semula tengah asik memperdebatkan sesuatu kini terdiam, kala melihat seorang wanita cantik yang melangkah dengan anggunnya ke arah mereka. Dari sekian banyaknya manusia yang berada di tempat itu, hanya tiga orang yang dikenalinya. Siapa lagi bila bukan Tuan Bima dan kedua cucunya.


Dengan senyum manis yang terukir di wajah cantiknya, Zyrra melangkah mendekati Tuan Bima. Semua orang tersenyum menatap kehadiran wanita itu di sisi Tuan Bima.


"Perkenalkan, ini semua adalah Om dan Tanten dari Jovan dan Jonan. Mereka di sini untuk membahas mengenai pernikahan kalian, sekaligus ingin lebih mengenalmu."


"Hai sayang, kau sangat cantik! Wajar saja bila Jovan dapat melupakan Bella. Dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirimu. Oh ya, perkenalkan aku Dewi, Adik kandung Mamahnya Jovan. Kamu panggil saja aku Mamah Dewi, seperti yang Jonan dan Jovan biasa lakukan." Ucap seorang wanita berusia empat puluhan namun, masih terlihat cantik.


"Baik Mah" Ucap Zyrra dengan ramah sambil menganggukkan kepala.


"Kalian tenang saja, masalah gaun, make up dan lainnya, bisa serahkan pada Tante. Tante dan anak buah Tante nanti yang akan urus." Kini giliran seorang wanita bertubuh agak gemuk, dan gaya berpakaiannya yang glamor angkat bicara. Namanya Mona, ia adalah istri dari Heru Marwoto, kakak kandung Mamahnya Jovan.

__ADS_1


"Yap, dan kalian tinggal katakan saja, jenis pernikahan seperti apa yang kalian inginkan. Om dan Tante akan mencoba membantu."


"Terimakasih Om heru, tapi aku dan Zyrra sudah memutuskan untuk tidak mengadakan resepsy. Kami hanya akan melangsungkan pernikahan yang sederhana dan hanya mengundang beberapa kerabat." Jovan berujar, membuat semua orang yang semula antusias langsung bungkam seribu bahsa.


"What...?!!!" Ucap semua orang bersamaan.


Seorang pria bertubuh gembul mendekati Jovan lalu merangkul bahu pria itu.


"Jovan, kenapa? Ini adalah pernikahan di keluarga Argantara. Apa kata orang, bila pernikahan dari Pewaris Argantara Grup justru dilakukan secara diam-diam?"


"Nah itulah mengapa aku mengumpulkan kalian semua hari ini. Aku ingin kalian memberikan pandangan untuk membuka pemikiran anak bodoh satu ini." Ucap Tuan Bima pada semua orang.


"Zyrra mengatakan, bila Jovan takut pernikahannya kali ini akan membuat istrinya dalam bahaya. Itulah mengapa mereka ingin melangsungkan pernikahan yang sederhana."


"Kau ini! Apakah kau tidak memandang Om Om mu yang ada di sini? Apakah kau fikir, Ommu ini akan membiarkan hal buruk akan terjadi pada calon istrimu?" Pria berbadan gembul itu kembali bicara. Pria itu bernama Hans, dia adalah sahabat sekaligus ipar dari Papahnya Jovan. Yang artinya, dia adalah suami dari wanita yang bernama Dewi tadi.


"Ya, dan kau Nona Zyrra. Kamu jangan mau dibodohi oleh pria tidak berguna ini, pernikahan hanya sekali seumur hidup. Dan ini adalah kesempatan kamu bisa menjadi Ratu dalam sehari, jadi pergunakanlah kesempatan ini dengan baik." Ucap seorang wanita muda yang menggendong anaknya. Dia adalah putri dari Mamah Dewi, usianya lebih tua dari Jovan dua tahun. Namanya Agnes, memiliki seorang anak dari pernikahannya bersama seorang putra Jendral.


Jovan dan Zyrra kali ini benar-benar sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Keduanya pasrah dengan segala rencana yang diatur oleh seluruh anggota keluarganya. Hingga usai makan malam bersama, akhirnya Jovan mengantarkan Zyrra kembali ke Apartemennya.


BERSAMBUNG...


***sory banget ya readers ku yang setia karena aku baru up lagi...


aku harus menulis novel karyaku yang lain soalnya...

__ADS_1


aku akui emang aku serakah karena mau nyelesain empat karya sekaligus,tapi mohon dukungannya ya...🙏🙏🙏***


__ADS_2