Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
UNDANGAN PESTA KELUARGA VANDOV


__ADS_3

Seluruh karyawan perusahaan Argantara Grup sedang disibukkan dengan persiapan ulang tahun perusahaan mereka yang akan diadakan malam ini. Pesta akan dilangsungkan di sebuah gedung mewah milik keluarga Argantara.


Lola mengerahkan segenap kemampuannya untuk mengajak Zyrra menghadiri pesta itu. Hingga akhirnya wanita berusia 24 tahun itu luluh dengan permintaan wanita yang menjadi teman barunya.


"Pokoknya kita harus pakai baju yang sama, hari ini kita pergi belanja dan cari gaun yang pas buat kita pakai malam ini." Ucap Lola dengan penuh semangat. Zyrra hanya bisa tersenyum melihat betapa semangatnya wanita muda temannya itu.


Saat Zyrra kembali ke ruangannya dia kembali melihat setangkai mawar merah diatas mejanya. Dan seperti biasa, bunga mawar cantik itu berpindah ke tempat sampah.


"Wah, kejam sekali. Bunga mawar yang secantik itu saja masih kau buang, apalagi orang yang memberikannya?"


Zyrra menoleh ke sumber suara dan mendapati Jonan yang tengah berdiri diambang pintu ruangannya. Pria itu kemudian melangkah masuk dan duduk di kursi depan meja kerja Zyrra.


"Hari ini kita harus pulang cepat, Kakek ingin membicarakan sesuatu dengan kita."


Zyrra hanya mengangguk sekali untuk memberi tanggapan pada ucapan Jonan, mereka pun bersama-sama pergi meninggalkan Perusahaan.


Di dalam mobil milik Jonan, Zyrra mendapat panggilan di ponselnya. Rupanya Lola yang menghubunginya, Zyrra lupa memberitahu pada wanita itu bila ia telah lebih dulu kembali.


"Kamu di mana? Aku udah di ruanganmu nih."


"Mmm, kamu pergilah dulu mencari baju. Nanti kamu beritahukan tempatnya biar aku susul. Aku masih ada sedikit urusan di rumah."


"Oh, gitu? Oke!"


Panggilan diakhiri, suasana menjadi hening kembali. Jonan masih fokus mengemudi, ingin ia mengajak Zyrra berbicara pun tidak akan direspon oleh wanita itu. Jadi lebih baik ia tetap fokus menyetir sambil sesekali bersenandung mengikuti musik yang diputarnya.


Kini mobil telah memasuki pekarangan kediaman Argantara, Jonan dan Zyrra turun lalu masuk ke dalam rumah besar itu. Kehadiran kedua orang itu disambut dengan senyum lebar seorang bocah kecil.


"Mamah!!" Joi berlari menghampiri Zyrra dan memeluk wanita itu.


"Hai Joi, maaf ya, akhir-akhir ini Mamah sibuk, jadi gak bisa nemenin Joi."


"Enggak papa Kok mah, Joi ngerti."


Zyrra tersenyum dan mengelus pucuk kepala anak kecil itu, Tuan Bima keluar dari ruang bacanya dan menghampiri Zyrra.


"Kalian berdua ikut Kakek."


"Sebentar ya sayang."


Jonan dan Zyrra mengikuti langkah Tuan Bima kembali menuju ruang baca. Di sana, Tuan Bima sudah duduk bersama Jovan yang telah tiba lebih dulu. Zyrra dan Jonan pun duduk di sisi kiri dan kanan Jovan.


"Kakek meminta kalian kemari untuk membicarakan masalah ini."

__ADS_1


Tuan Bima melemparkan sebuah undangan ke atas meja. Jonan meraih undangan itu dan melihat siapa pengirimnya. "Roy Vandov" ucap Jonan menyebutkan nama pengirim undangan tersebut.


'Bukankah keluarga ini memiliki masalah dengan keluarga Vandov? Lalu bagaimana bisa mereka mengirim surat undangan kemari?' Batin Zyrra.


"Menurut kalian, apa tujuan mereka tiba-tiba mengirimkan surat undangan ini untuk kita?"


Ketiga orang itu saling memandang untuk sesaat, hingga Jonan mulai angkat bicara.


"Mungkin ada sesuatu hal besar yang mereka rencanakan. Lebih baik kita tidak perlu hadir di sana."


"Tapi menurutku, akan lebih baik lagi bila kita menghadirinya."


Tuan Bima menatap pada Zyrra mendengar saran yang diberikan oleh wanita muda itu.


"Maksudmu?"


"Kita harus tau tujuan mereka memberikan undangan pada keluarga ini, setelah puluhan tahun tidak pernah bertegur sapa. Aku rasa dengan menghadiri pesta itu, kita akan dapat melihat rencana apa yang mereka buat. Asalkan kita bisa berhati-hati, aku yakin ini semua akan baik-baik saja."


Penjelasan panjang lebar yang di berikan oleh Zyrra di setujui oleh semua orang. Tuan Bima meminta Jovan dan Zyrra lah yang menghadiri pesta itu sebagai perwakilan dari keluarga Argantara.


Jovan tidak dapat menolak permintaan Tuan Bima, pria itu hanya bisa menyetujuinya dengan setengah hati. Ia tahu di pesta itu nanti, pasti akan bertemu dengan Bella.


Dan dia tidak ingin sang kekasih merasa sedih saat melihat Zyrra yang menghadiri pesta itu bersamanya.


Tapi memang itu yang diinginkan oleh Tuan Bima, dia ingin Bella melihat kemesraan Jovan dan istrinya saat menghadiri pesta itu.


Zyrra mendekati bocah laki-laki itu dan kemudian duduk di sisinya.


"Joi lagi ngapain?"


"Joi lagi nunggu Om Jonan Mah, Om Jonan janji mau ajak Joi keluar jalan-jalan hari ini."


"Oh, gitu? Ya udah, Mamah pergi dulu. Joi jangan nakal ya? Dengerin ucapan Om Jonan dan jangan jauh-jauh dari dia. Ngerti?"


Bocah laki-laki kecil itu tersenyum pada Zyrra dan mengangguk. Zyrra bangkit dari tempat duduknya lalu menuju mobil yang telah siap mengantarkan dia menuju pusat perbelanjaan tempat temannya berada.


"Zyrra!" Lola melambaikan tangan saat melihat Zyrra tiba di tempatnya berada kini.


Lola telah memilih beberapa gaun yang akan mereka kenakan malam ini dengan bentuk, motif ataupun warna yang sama.


"Bagaimana? Kau suka yang mana? Aku sudah memilihkan beberapa gaun yang cocok untuk kita malam ini. Toh bentuk tubuh kita tidak terlalu berbeda jauh, jadi aku yakin kamu juga akan merasa nyaman memakainya."


"Em, entahlah! Mungkin lebih baik bila kita mencobanya terlebih dahulu."

__ADS_1


"Ya kurasa kau benar."


Akhirnya setelah lama mencoba, Zyrra memilih menggunakan short dress berwarna hitam. Sedangkan Lola akan mengenakan yang lebih terang yaitu warna merah.


"Ok, kita ketemu lagi nanti malam." Ucap Lola dan melambaikan tangannya pada Zyrra. Keduanya pun berpisah di depan toko baju tempat mereka tadi memilih dress.


"Manajer Zyrra!"


Panggil seorang pria dengan kacamata tebal pada Zyrra. Melihat Zyrra membalikkan tubuhnya, pria itu lalu berjalan mendekat ke arah Zyrra.


"Ya? Kamu siapa?"


"Sa..saya Putu, pegawai di perusahan Argantara Grup dari divisi pemasaran. Bi..bisa kita bicara sebentar? Ti..tidak akan lama, berikan saya waktu 10 menit saja. Tidak, tidak! Lima menit, lima menit saja."


"Baiklah, katakan!"


"Em...em, saya...saya..."


Zyrra memutar bola matanya jengah mendengar ucapan pria itu yang tak kunjung usai.


"Kamu kenapa?"


"Em, saya...saya, su..su.."


"Ok, lain kali bila belum menemukan kata untuk diucapkan, lebih baik jangan dulu datangi saya. Paham?"


Usai berkata demikian Zyrra pun berlalu meninggalkan pria itu yang masih tertunduk di tempatnya. Saat Zyrra melangkah pria itu kembali menghadang jalan Zyrra sambil merentangkan tangannya.


"Saya menyukai Anda Manajer Zyrra!"


Zyrra agak terkejut mendengar ungkapan perasaan dari lelaki muda itu. Wanita itu menarik nafas dan menghembuskannya kembali, lalu memegang pundak pria itu dan menunjukkan jari manisnya yang bertahtakan cincin permata padanya.


"Maaf saya sudah menikah."


Bagaikan tersambar petir di siang bolong perasaan pria itu saat ini. Dia tertunduk kemudian mulai membenarkan kacamata yang di kenakannya.


BERSAMBUNG....


...***Ok gais....thank's buat like kalian....


Jangan lupa jadikan vaforit cerita ini ya...😉


Dukungam kalian ini sangat berguna buat aku😙😙

__ADS_1


Jangan ketinggalan novel karyaku yang lainnya juga...


Ada yang berjudul what's wrong with my bos?,istri masa depanku dan taruhan berhadiah cinta***


__ADS_2