
"Hey, aku dengar, di butik Ss akan diadakan sebuah pameran gaun terbaru. Aku dengar juga, pakaian yang dihasilkan oleh butik itu adalah yang terbaik di seluruh Asia setelah butik yang bernaung di bawah Argantara grup. Ah, andaikan aku bisa ke sana. Walau cuma buat ngeliat pameran busana itu aku udah senang." Celoteh Lola, saat berdua dengan Zyrra. Ya, Lola memang wanita yang tergolong bawel dan juga pecicilan. Tapi sikapnya yang seperti itulah yang membuat Zyrra dapat mempercayainya.
"Kapan pameran itu akan di adakan?"
"Kalo ga salah dua hari lagi."
"Kamu serius mau ke sana?" Dengan antusias Lola mengangguki pertanyaan Zyrra. "Ok, kita atur jadwalku mengunjungi kontes itu." Dan pernyataan Zyrra membuat Lola senang buka. main.
"Aaa...! Kamu serius kan? Makasih Zyrra sayang," Suara renyah Lola terdiam seketika kala seorang wanita muda dengan gaya elegannya memasuki ruangan Jovan.
Wen Xie Luo, tanpa mengetuk pintu lebih dulu sudah melangkahkan kaki menuju kedua wanita yang berada di ruangan itu. Dengan tatapan tidak suka, Lola tetap mencoba ramah. Karena ia tau, wanita di hadapannya ini adalah rekan bisnis sang CEO perusahaan tempatnya bekerja.
"Sorry, Mr. Jovan is not available. You sould have waited for him in the waiting room."
(Maaf, Tuan Jovan sedang tidak ada. Anda semestinya menunggu beliau di ruang tunggu.)
"I'm not here to meet him. But want to talk with to her." Tunjuknya pada Zyrra.
(Aku di sini bukan untuk bertemu dengan Jovan. Tapi ingin berbicara dengan dia.)
Lola menatap ke arah Zyrra seakan bertanya, namun di jawab dengan anggukan pasti dari sahabatnya itu. Jadi, mau tidak mau Lola meninggalkan ruangan itu dan membiarkan Zyrra berbicara empat mata dengan wanita tadi.
__ADS_1
"So, what do you want to say?"
"Leave Jovan." Ucap Wen Xie Luo to the poin. Zyrra menggelengkan kepala tak habis pikir dengan permintaan wanita di hadapannya itu.
'Kok ada perempuan Cina yang gila kaya gini ya?' ucap batin Zyrra.
"I know about your past so that Jovan must marry you. I will give you whatever money you want as long as you stay away from Jovan." (Aku tau tentang masa lalu mu, hingga Jovan harus menikah denganmu. Aku akan memberikan uang berapapun yang kau mau, asalkan kau meninggalkan Jovan.)
Kaki ini Zyrra tak dapat menahan emosinya. Dengan penuh amarah, wanita hamil muda itu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Wen Xie Luo.
"Fine, but there must be something you understand Miss, Wen Xie Luo. Event though I left Jovan, you still don't deserve to be with him." Lukas Zyrra, yang bagaikan sebuah tamparan keras untuk wanita Mandarin itu.
(Baik, tapi ada yang harus kau pahami Nona Wen Xie Luo. Meskipun aku meninggalkan Jovan, kau masih tidak layak bersanding dengannya. Dan satu lagi, aku tidak yakin Jovan akan sanggup hidup tanpa diriku.)
"What happen here?" Pertanyaan dari mulut Jovan membuat ekspresi wajah Wen Xie Luo yang semula murka menjadi tersenyum ramah. Dengan langkah gemulai wanita itu mendekati Jovan.
"I'm only discussing personal matters with Mrs, Zyrra. Um, can we talk about our new project today? There are some things I want to tell you." Tanpa sungkan Wen Xie Luo mendekat ke arah Jovan dan ingin bergelayut manja pada lengan kekar milik pria itu.
(Aku hanya sedang membicarakan masalah pribadi pada Nona Zyrra. Em, apakah hari ini kita bisa membahas mengenai proyek baru kita? Ada beberapa hal yang ingin ku sampaikan padamu.)
'Wah hebat banget nih ulet bulu. Ekspresinya langsung bisa berubah gitu. Semestinya dia daftar aja jadi pemain film, aku yakin perempuan kaya dia bakal jadi pemegang piala Oscar sepanjang masa.' Batin Zyrra sambil menatap jijik pada tingkah Wen Xie Luo.
__ADS_1
"Sorry Miss, Wen. You can discuss this matter with my husband assisten, Denis. Excusme."
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Zyrra menarik lengan suaminya meninggalkan ruangan itu. Dan dengan ekspresi bingung, Jovan tidak dapat menolak ajakan istrinya. Pria tampan itu dengan patuh mengikuti langkah lebar Zyrra menuju lift.
(Maaf, Nona Wen. Masalah ini, bisa kau bicarakan dengan asisten suamiku, Denis. Kami permisi.)
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
"Kamu kenapa sayang? Kok tumben kaya gini?"
Pertanyaan Jovan yang tidak tepat waktu itu membuat emosi Zyrra kian meledak. Dengan sekuat tenaga Zyrra melayangkan sebuah tamparan keras ke bahu suaminya.
Plak!
"Kamu ga liat dia kegatelan gitu? Atau kamu emang sengaja mau dekat-dekat dia?"
Kini Jovan mengerti mengapa istrinya bersikap demikian. Rupanya Zyrra sedang di Landa api cemburu. Dengan penuh senyum, Jovan meraih tubuh Zyrra dan membawanya ke dalam dekapan.
"Ia sayang, maaf. Aku ga tau kamu lagi cemburu. Lain kali aku bakal jaga jarak dari dia kok."
"Siapa juga yang cemburu?" Elak Zyrra spontan. Tapi sayang, wajah dan mulutnya tidak dapat bekerja sama. Dengan pipi bersemu merah, Zyrra memalingkan pandangan ke arah lain.
__ADS_1
BERSAMBUNG....