Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
PRIA TUA MANJA


__ADS_3

"Kamu masih memikirkan Jovan?"


"Ya, dia sangat berubah semenjak menikah."


Jonan menepikan mobilnya di sisi jalan, pria itu lalu menghadap ke Bella dan menggenggam jemari wanita cantik itu.


"Bukankah sudah ku katakan bila Jovan telah jatuh cinta pada wanita yang telah menjadi istrinya saat ini? Bella, jangan terus-menerus menyakiti diri kamu sendiri dengan menunggunya kembali seperti dulu."


Dengan mata berkaca-kaca, Bella tersenyum pada Jonan. Hatinya sunggu sangat hancur kala pria di hadapannya ini mengatakan bila sang kekasih telah berpindah ke lain hati. Namun, Bella masih saja ingin mendengar langsung dari mulut Jovan bila ia sudah tidak mencintainya lagi.


"Ya, aku tahu. Terimakasih Jo, kau selalu setia meungguku. Tapi, Aku masih akan menunggu Jovanlah yang mengatakan hal itu sendiri."


Jonan hanya bisa terdiam, ia tidak tau harus bagaimana lagi untuk meyakinkan Bella, bila dia juga sangat mencintainya. Dan mungkin, cinta yang dia miliki jauh lebih besar dari cinta yang di miliki oleh Jovan pada Bella.


Akhirnya, Jonan kembali melakukan mobilnya dan mengantarkan Bella kembali menuju apartemennya.


...****************...


Zyrra yang sudah membersihkan diri dan mengganti baju kerjanya dengan baju yang lebih santai saat ini tengah membuatkan makan malam untuk Jovan. Ya, walaupun itu bukanlah inisiatifnya sendiri, tapi dia juga masih memiliki kontrak dengan pria itu. Jadi, Zyrra harus terlihat memperdulikannya di hadapan Tuan Bima.


"Untuk siapa kau membuatkan makanan itu Zyrra? Bukankah kita baru saja menyelesaikan makan malam?"


"Em, ini untuk Jovan, Kek. Dia malam ini harus lembur di perusahaan, jadi aku ingin membawakan makanan untuknya. Ya, sperti yang Kakek tau, kalau Jovanlah itu adalah orang yang gilang kerja. Dia akan melupakan kesehatannya sendiri bilasudah berhadapan dengan yang namanya pekerjaan."


'Mau sampai kapan kalian merahasiakan semua ini Zyrra? Aku memang sudah tua, tapi jangan pikir bila usiaku akan menghambat informasi yang ingin aku ketahui.' Batin Tuan Bima.


"Kau memanglah istri yang pengertian."


"Aku sudah menyiapkannya. Aku pergi dulu Kek, selamat malam."


Tuan Bima hanya mengangguk dan memperhatikan langkah Cucu menantunya saat meninggalkan pintu rumah keluarga Argantara.


Zyrra menuju rumah sakit bersama supirnya Pak Edi. Untunglah dia tidak melewatkan jam besuk jadi, Zyrra langsung saja membuka pintu dan melangkah masuk.


Di dalam sana sudah ada Denis dan setumpuk berkas dibatas meja. Zyrra dengan meneteng tempatbekal makanan di tangannya mendekati Jovan.

__ADS_1


"Apa yang kamu bawa?"


"Makan malam untukmu. Pagi tadi kamu bilang tidak ingin makan makanan rumah sakit lagi, jadi aku membuatkan sup kaldu ayam."


"Apakah itu bisa di makan?"


Zyrra yang semula ingin membuka tutup bekal makanan yang di bawahnya langsung menutupnya kembali.


"Hei kenapa tidak jadi?" Tanya Jovan kesal.


"Aku tadi memasukkan racun tikus kedalamannya, apakah kamu yakin masih ingin memakan ini?" Tanya Zyrra dengan anda dongkol.


Bayangkan saja, dia sudah lelah seharian bekerja di perusahaan dan masih harus membuatkan makan malam untuk pria manja di depannya saat ini. Tapi pria itu malah tidak menghargai usahanya sama sekali, jadi wajar saja bila Zyrra marah padanya bukan?


"Kamu..! Ah, sudahlah! Aku sudah sangat lapar, cepat bantu aku mencicipi masakan buatanmu itu!"


Lain di mulut lain di hati, begitulah yang Jovan lakukan saa ini. Dia berbicara dengan nada angkuh pada Zyrra, namun jauh di dalam hatinya, Jovan amatlah senang wanita itu membuatkan makanan khusus untuknya.


"Nah!" Ucap Zyrra sambil menyodorkan wadah bekal itu pada Jovan dan hanya mendapati tatapan dingin dari pria itu.


"Apa? Bukannya tadi kamu sendiri yang bilang kalau kamu lapar? Cepat makanlah, rasanya akan tidak enak bila sudah dingin."


'Apa?! Dasar pria tua manja!'


Dan kini Zyrra tidak sendirian yang menganga akan kalimat perintah yang keluar dari mulut pria tampan itu, melainkan sang asisten kepercayaannya juga ikut ternganga bahkan mulutnya terbuka lebih lebar dari milik Zyrra.


'A..apakah ini Tuan Jovando Argantara yang tidak tersentuh itu? Apakah aku tidak salah mengenali orang saat ini? Sejak kapan Tuan Jovan yang aku kenal memiliki sifat manja?' Gumam Denis dalam hati.


Dengan hati dongkol, Zyrra terpaksa menuruti permintaan pria tua tampan yang sangat manja itu. Jovan terus membuka mulutnya sambil membaca file-file yang ada di dalam laptopnya.


Sedangkan Denis, dia menjadi obat nyamuk yang setia di antara keduanya. Hingga akhirnya makanan itu telah habis, Zyrra pun mengambil alih laptopnya dari pangkuan Jovan dan meletakkannya di atas meja.


"Ini sudah malam, istirahatlah! Kakek tidak mungkin terus di bohongi seperti sekarang. Kau harus lekas sembuh, agar dapat menghabiskan waktu dengan istri kecilmu itu." Tunjuk Zyrra pada laptop yang sudah tergeletak di atas meja.


Denis juga ikut bangkit dan izin untuk undur diri, saat Zyrra ingin menyusul kepergian Denis, Jovan meraih pinggang ramping wanita itu.

__ADS_1


"Tidurlah di sini, aku malas harus memanggil suster bila ingin ke toilet."


"Tapi di sini hanya ada satu selimut dan satu tempat tidur."


"Lalu? Bukankah kita juga biasanya tidur seperti ini?"


Zyrra ingin sekali menerjang rahang pria itu dan mematahkan tulang lehernya, agar dapat menyadarkan Jovan akan situasi saat ini.


"Tapi ini rumah sakit, akan ada banyak suster yang memeriksa kondisimu nanti."


"Memangnya kenapa? Bukankah mereka juga tau kalau Kamu itu istriku?"


Zyrra benar-benar kesal setengah mati pada Jovan saat ini, tapi sia-sia saja bila dia berdebat dengan pria keras kepala dihadapannya itu.


"Ah Jovan, aku sangat malas berdebat denganmu. Sebaiknya kamu lekaslah tidur, aku juga harus pulang dan beristirahat."


Jovan segera menarik pinggang Zyrra ke dalam pelukannya, membuat wanita itu tak dapat bergerak lagi.


"Tidurlah! Atau aku akan menggunakan caraku untuk menidurimu."


'A..apa yang dia bilang? Me..meniduriku? Cih! Dia pikir dia siapa beranikan bilang begitu? Andai saja kamu tidak sedang terluka, aku sudah menendang hingga tersungkur ke lantai yang dingin itu saat ini!'


Dumel Zyrra dalam hati, lalu dapat di rasakannya nafas Jovan yang sudah teratur berhembus di tengkuk belakangnya.


'Apa dia sudah tidur?' Zyrra mencoba melepaskan tangan kekar Jovan dari pinggangnya sayangnya, tangan pria itu masih tidak dapat dia lepaskan. Hingga akhirnya rasa kantuk pun menghampiri mata cantik Zyrra.


Wanita itu kini ikut menyusul Jovan ke alam mimpi dalam dekapan hangatnya sepanjang malam. Jovan tersenyum kala tidak lagi merasakan perlawanan dari Zyrra.


Perlahan, ia membalikkan tubuh wanita itu agar menghadap padanya. Kali ini dia dapat melihat wajah cantik yang selalu mengganggu pikiran juga hatinya.


'Kau memang unik Zyrra Azasya.'


BERSAMBUNG....


***Aku sangat berterimakasih buat kalian yang udah mau mampir ke novel aku...๐Ÿ™‡๐Ÿ™‡

__ADS_1


Maaf kalau ceritanya kurang seru atau masih banyak typo๐Ÿ˜”


Akan ku usahakan memperbaikinya lagi, mohon dukungan kalian dengan memberikan like,komen dan jadikan vaforit๐Ÿ˜Š


__ADS_2