Cold Hearted A Girl

Cold Hearted A Girl
WANITA PENGHIBUR


__ADS_3

Tak lama Zyrra pun akhirnya kembali sadar dari pingsannya. Jovan berlari kearahnya dan menciumi wajah wanita itu dan membuat Zyrra keheranan.


"Terimakasih sayang, terimakasih! Aku sangat mencintaimu!" Ucap Jovan sambil memeluk erat tubuh Zyrra.


Degh..!


Jantung Zyrra seakan berhenti berdetak saat mendengar pernyataan cinta dari Jovan yang begitu tiba-tiba.


'Apa aku gak salah denger? Jovan bilang cinta?'


"Selamat Nyonya Zyrra, Anda positif hamil."


Mendengar ucapan selamat dari Dokter Radit, membuat Zyrra bagaikan mengalami kematian otak sejenak. Ia tidak dapat mencerna perkataan Dokter Radit, yang ada dalam pikirannya hanyalah suara sang Dokter yang terus terulang-ulang dalam pendengarannya.


"Aku hamil?"


"Ia sayang, kamu hamil anak kita! Anak kita!"


Jovan terlihat begitu bahagia dengan kabar itu, sedangkan Zyrra masih terdiam tanpa ekspresi. Ia tidak tau harus ikut bahagia atau malah sedih. Kehamilannya ini bukanlah keinginannya, tapi ia juga tidak mungkin menyingkirkan janin yang sudah tumbuh dalam rahimnya saat ini.


"Tunggu dulu! Tapi, bagaimana mungkin? Maksudku, aku selalu mengkonsumsi obat pencegahan kehamilan setiap malam dan tidak pernah lupa. Jadi bagaimana bisa aku sekarang hamil?"


"Apa? Tapi kenapa kamu melakukannya?" Tanya Jovan dengan tatapan kecewa. Apakah Zyrra masih belum bisa menerimanya?


"Pertanyaan konyol macam apa itu? Jelas-jelas kita menikah hanya karena saling membutuhkan satu sama lain dan terikat dengan sebuah kontrak."


"Jadi, selama ini kau masih saja memperdulikan kontrak sialan itu?!" Jovan kembali bertanya dengan nada emosi, bahkan dadanya sampai naik turun akibat rasa amarah yang terasa membludak di dalam dadanya.


Zyrra makin tidak mengerti mengapa Jovan harus sejarah itu, bukankah semua yang dia katakan adalah kebenaran? Lalu mengapa Jovan harus begitu emosi seakan dialah yang di rugikan di sini.


"Aku tidak menyangka kau ternyata sepicik itu!" Ucap Jovan dan bangkit meninggalkan Zyrra. Jovan tidak yakin dapat menahan emosinya bila terus berada di ruangan itu bersama Zyrra, jadi dia memutuskan untuk menjernihkan pikirannya ke luar.


'Eh dia itu kenapa sih?! Yang semestinya marah di sini kan aku!' Batin Zyrra ikut kesal.


"Sa...saya permisi dulu, Nyonya Zyrra beristirahatlah dulu." Ucap Dokter Radit dan ikut pergi meninggalkan Zyrra.

__ADS_1


"Picik? Bukannya dia yang plin-plan? Dasar cowo sedeng!" Umpat Zyrra dan kembali merebahkan tubuhnya.


Jovan pergi ke sebuah bar dan memesan beberapa gelas minuman di sana. Seorang pria tampan menghampirinya dan mengajak Jovan untuk bergabung dengannya dan beberapa teman lain yang juga kebetulan berada di tempat itu.


Mereka bersenang-senang dengan pasangan yang mereka bawa masing-masing, hanya Jovan yang duduk seorang diri. Jadi mereka memesankan beberapa gadis untuk menemani Jovan minum.


Jovan tidak menolak tawaran dari teman-temannya itu. Ia tetap menenggak alkohol yang berada di dalam gelas hingga tandas tanpa memperdulikan tangan-tangan natal para gadis yang berada di sisinya.


Tanpa terasa waktu sudah hampir malam, Denis yang menemani Jovan pergi ke tempat itu pun menjadi hayati dan berniat untuk membawa atasannya pulang.


"Tuan, besok kita harus menghadiri pertemuan dengan CEO dari perusahaan Denmark. Bila Tuan tetap seperti ini, saya takut kita tidak dapat menyelesaikan kontrak bersama mereka."


"Tinggalkan aku sendiri! Aku masih ingin di sini." Bentak Jovan pada Denis dan kembali menenggak alkohol di tangannya.


'Aku harus meminta bantuan dari Nyonya Zyrra, hanya dia yang dapat menghentikan tingkah konyol Tuan Jovan saat ini' batin Denis dan pergi ke rumah sakit untuk menjemput Zyrra.


"Selamat malam Nyonya, bisakah saya meminta bantuan dari Anda?"


"Ada apa?"


"Terus apa hubungannya denganku?"


Denis menghembuskan nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Zyrra, ia sudah menduga bila wanita ini tidak akan perduli mengenai kondisi Jovan.


"Besok Tuan harus menghadiri pertemuan dengan orang dari perusahaan Denmark. Bila ia tidak mendapatkan tender besar itu, Tuan besar akan sangat marah dan hak warisannya dapat di alihkan untuk Tuan Jonan." Tutur Denis menjelaskan, ia sengaja melebih-lebihkan cerita itu agar Zyrra mau membantunya.


'Kalau dia ga jadi dapat warisan, berarti sia-sia aja dong pengorbananmu selama ini?' Pikir Zyrra dan akhirnya menyetujui Denis untuk ikut pergi ke bar.


Sesampainya di sana, ada banyak tatapan memuja dari kaum laki-laki untuknya. Namun, mereka tidak berani mendekati Zyrra sebab ada Denis yang berdiri di sisi wanita itu. Semua orang tau siapa itu Denis dan keluarga Argantara. Jadi, tidak akan ada satu orang pun yang berani berurusan dengan mereka.


Zyrra dan Denis tiba di sebuah Room yang berisikan Jovan bersama dengan para wanita penghibur yang bergelayut manja di dada bidang laki-laki itu.


"Kalian semua keluar!" Titah Zyrra dengan mata dingin.


Seorang wanita penghibur yang tidak mengetahui status Zyrra pun berdiri dan menghampiri wanita itu.

__ADS_1


"Hei, *****! Kami susah lebih dulu bersama dengannya, jadi kamu sebaiknya pergi sebelum wajah buruknya itu kami buat makin hancur."


Zyrra tersenyum miring meremehkan ancaman dari wanita oenghibur itu.


"Denis, kau keluarlah! Biar aku yang membawa orang bodoh itu pulang."


"Baik Nyonya!" Denis membungkuk dan meninggalkan Zyrra bergabung dengan orang-orang yang berada di ruangan itu.


Tanpa memperdulikan wanita yang berdiri di hadapannya Zyrra menghampiri Jovan dan menarik lengan pria itu.


"Hei jal*ng! Apa kau tuli? Pergi dari sini dan jangan ganggu kekasihku!" Bentak wanita tadi sambil memegang pundak Zyrra, namun segera di tepi olehnya dengan kasar.


"Dasar jal*ng tidak tau diri!" Wanita tadi mencoba meraih rambut Zyrra namun lagi-lagi dapat dengan mudah Zyrra tipis. Bhakn kini Zyrra melayangkan sebuah rampasan ke adalah wanita itu.


Plak..!!


"Kau! Beraninya kau menampar wajahku? Akan ku hancurkan wajah busuk itu!"


Wanita itu meraih botol minuman yang berada di atas meja dan mengayunkan ke arah Zyrra. Zyrra yang sudah mual di tempat itu langsung segera mengambil alih botol yang ada di tangan wanita penghibur itu dan menghantamkannya ke kepala wanita tadi hingga darah segar bercucuran keluar.


"Aaaa...!!!"


Teriak beberapa wanita lain yang melihat temannya terkapar dan bersimbah darah. Mereka pun mencoba menyerang bersamaan, namun itu semua malah membuat mereka mengalami kejadian yang sama dengan teman mereka yang sebelumnya.


"Hei, Nona, bisakah kau tidak mengacaukan pesta kami? Tidakkah kau melihat Jovan yang tidak ingin meninggalkan tempat ini?" Ucap seorang pria yang duduk bersama Jovan.


"Oh, begitukah? Tapi saya tidak yakin." Jawab Zyrra santai dan membuka kemeja yang ia kenangan hingga menyisakan tank top yang menampakkan dada sinyal miliknya.


Hal itu membuat teman-teman Jovan bersiul senang akan pemandangam yang meteka dapati. Jovan menatap perbuatan Zyrra dengan penuh amarah, ia tidak rela tubuh indah istrinya di lihat oleh orang lain. Namun ia juga penasaran apa yang akan di lakukan oleh wanita itu selanjutnya.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH KARANGAN DAN HAYALAN DARI AUTHOR....


...**DAN APABILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA TOKOH SERTA KARAKTER, ITU SEMUA HANYALAH KEBETULAN....

__ADS_1


mohon dukungan kalian dengan memberikanšŸ‘ (like), ā¤ (favorit) dan juga vote**


__ADS_2