
18+
Lucky adalah seorang lelaki yang terpaksa merubah diri menjadi sosok seorang wanita, ia senang dengan penampilannya sekarang. Hari hari dilalui cukup lumayan mengesankan, apalagi berteman banyak wanita membuat ia lupa akan kesedihan.
Teringat sang ibu yang sudah menuangkan kasih sayang lebih ke pada Lucky, karena ketidak seimbangan kasih sayang seorang ayah. Dimana Rendy selalu mengutamakan kedua adik adik Lucky.
Siapa tak iri bila, seorang ayah lebih berat pada kedua anaknya dari pada anak pertama yang dipaksakan untuk dewasa.
Di usianya yang sebilan tahun hingga dewasa kini, kemiskinan dulu membuat Lucky harus menjaga kedua adik adiknya, ia seperti seorang ibu.
Mengurus semua pekerjaan rumah, sedangkan sang ayah dengan giat mencari pekerjaan siang dan malam, hanya untuk menghidupi ketiga anak anaknya.
Di saat rasa lelah itu, Rendy jarang mempehatikan hal hal kecil untuk anak pertamanya, yang Rendy pikirkan hanya kedua anak anaknya berumur lima tahun dan juga tujuh tahun.
Ia menganggap jika Lucky tak di beri hadiah tak apa, bagi dirinya Lucky harus di ajarkan dewasa sedangkan Afdal dan juga Andi, mereka masih kecil perlu kasih sayang lebih.
Umurnya yang masih mengijak sembilan tahun, Lucky juga ingin bebas seperti anak anak biasa, merasakan kasih sayang dan hadiah kecil dari sang ayah karena sudah membantunya dalam mengurus rumah kedua adik adiknya.
Kebiasaan dilakukan Lucky, membuat merasa nyaman. Terkadang menuruti sosok seorang ibu yang memasak dan terkadang dengan isengnya memakai alat make-up.
Karena jarang mempehatikan anak pertamanya itu, semua yang Lucky lakukan cenderung seperti anak perempuan. Banyak teman perempuan dari pada laki laki, karena Lucky tak pernah diizinkan keluar rumah.
Kedua sudut mata ternyata sudah berlinang genangan air, Lucky mengigat masa lalu. Dimana sang ayah menyesal, karena terlalu menekan anak pertamanya, lupa mengajarkan siapa jati diri Lucky yang sebenarnya.
Rendy ingin merubah anaknya, tapi bagaimana, nasi sudah menjadi bubur apa bisa kembali lagi.
Mereka saling menatap satu sama lain, membuat Rendy bangkit dan mendekat ke arah anak pertamanya itu.
"Maafkan ayah, karena selama ini tak memperhatikan kamu Lucky, tolong berubah seperti dulu, ayah rindu."
Tangan mulus seperti wanita itu, menyingkirkan kedua tangan ayahnya yang memegang bahu," Tak semudah itu ayah."
Lucky pergi meninggalkan kantor sang ayah, ia menangis berusaha tetap tegar dengan keadaannya saat ini.
Sang ayah nampak kesal dan menyalahkan dirinya sendiri, ia kini mengirim pesan pada Ellad.
__ADS_1
(Apa kamu punya nomor anakmu, boleh saya minta?)
(Dengan senang hatinya!)
Ternyata Ellad begitu cepat membalas pesan dari Rendy. Ia tersenyum masih ada harapan mengubah anaknya, walau mungkin membutuhkan waktu yang cukup lumayan lama. Tapi Rendy akan berusaha. Demi membahagiakan istri tercintanya yang sudah tiada.
Edric dan Aira masih bercanda, dimana Aira tersandung hingga wajahnya mencium sofa. Edric melihat body Aira dengan posisi seperti itu, membuat otak mesumnya muncul.
Terburu buru dan, " Ahkkk .... "
Edric menghentakan tubuh istrinya, hingga pas mengenai apa yang ia inginkan." Apa tidak ada hari selain seperti ini, aku lagi hamil. Jangan keseringan, kamu lagi masa terapy."
Edric tak mempedulika ocehan istrinya, ia terus mengoyangkan semua tubuh istrinya, hingga.
Dreet ....
Suara ponsel berbunyi.
Dimana napsu sudah di puncak dan tertahan, padahal Edric memegang tisu yang diberikan Welly sebagai hadiah.
Aira mulai beranjak berdiri, tapi batang mengeras itu masih tetap berdiri, Edric tidak ingin membuat ia lemah dan jatuh.
"Jangan pergi. "
"Nggak ah."
Edric melihat pada layar ponselnya, siapa yang menelpon. Sontak kedua mata membulat melihat orang yang meneleponnya ternyata hanya nomor baru.
"Tak penting, lanjut lagi."
Tring, satu pesan datang dari nomor baru.
Edric tak bisa menghentikan sang istri, ia terlanjur menikmati semua permainan yang dilakukan istrinya.
"Apa kamu tidak akan mengangkat panggilan telepon itu?" tanya Aira dalam *******. Kenikmatian gelora asmara sang pujaan hati.
__ADS_1
Napas sedikit berburu cepat, membuat Edric tak bisa mejawab." bi .... "
Hasrat yang menggebu sudah terpecahkan begitu saja, dengan dorongan asmara cinta.
Aira membenarkan rok pendeknya, Melihat rok yang dipakai istrinya, membuat Edric selalu tergoda. Ia terlalu memikirkan dirinya yang ingin melihat keindahan tubuh sang istri, tanpa memikirkan lelaki lain, mereka juga pasti akan tertarik dengan Aira. Ketika melihat penampilan Aira yang begitu seksi.
"Setiap lelaki pasti akan tertarik dengan istriku, sepertinya aku harus memikirkan cara. Agar keseksian istriku tak di lihat orang. Bagaimana ya."
Aira beranjak pergi, untuk membersihkan diri, sedangkan Edric melihat kepergian istrinya yang terburu- buru. Rok mini yang dipakai Aira mempelihatkan kemulusan dari kaki Aira apalagi saat berjalan, lenggak lenggoknya semakin terlihat sekali.
"Mm, apa aku harus membuat dia memakai hijab. What. Apa pantas istri CEO memakai hijab." Dari pada banyak berpikir, Edric mencoba meraih majalah di bawah meja, membuka dan melihat model baju pada majala itu, banyak model model baju yang mungkin bisa menutupi keindahan tubuh Aira.
Itulah yang kini di pikirkan Edric, entah kenapa hatinya menyayangi tubuh mulus sang istri, jika ada seribu mata menatap. Merasa miliknya terganggu.
Edric melihat model baju tertutup tanpa memakai rok mini. Tapi membuat perasaannya tak suka, perlahan membuka kembali lembar buku majala.
Kedua mata Edric tetuju pada model yang memakai baju sedikit longgar, tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan rambutpun tertutup.
"Apa ini gaya orang memakai hijab, cantik. **********?" Otak Edric langsung mencair, "Jadi jika istriku memakai pakaian ini, hanya aku saja yang melihat keseksiannya dan orang lain?"
"Wah, ini menarik sih. Bisa di coba."
Edric mulai menutup majala yang ia baca dan juga lihat, kebetulan ia akan memesan banyak baju untuk Aira.
Aira keluar dari kamarnya dengan mamakai ligeria berwarna merah, membuat gejolak dalam jiwa membara kembali.
Namun, Edric berusaha menahan. karena ia harus mempunyai batasan waktu saat mengauli istrinya yang sedang hamil muda. Edric tak mau jika anaknya kenapa kenapa, maka dengan sebisa mungkin ia tahan.
Menelan ludah. Setelah meminum air putih di atas meja dan batuk itu terjadi pada Edric. Aira baru saja mengeringkan rambutnya, berlari menghampiri suaminya. " kamu kenapa sayang, KESELEK."
Edric memegang lehernya, menahan hawa panas dalam tubuh, dimana Aira mendekat memacarkan sinar pada tubuhnya.
Baju merah yang istrinya kenakan sangatlah cocok, wanita desa seperti Aira ternyata pandai juga dalam menggoda hati suaminya.
Pantas saja kedua sahabatnya yang usil menggoda Aira, memang Aira itu sungguh mempesona. Dari tubuhnya yang kerempeng sekarang berbody seksi. Laki laki mana yang tidak akan tergoda dengan kecantikanya.
__ADS_1