Gadis Desa Untuk Ceo

Gadis Desa Untuk Ceo
Bab 157


__ADS_3

Dwinda mencari kesempatan di saat orang-orang di rumah tengah sibuk, menghampiri Aira tengah menyusui anaknya. Memegang bahu sang menantu, membuat Aira tentunya terkejut dengan kedatangan ibu tiri suaminya.


"Loh, Mommy. Aira kira siapa?"


Wanita yang kini mengijak umur tiga puluh tahun itu, mulai duduk berdampingan dengan Aira, ia melihat anak mungil Aira begitu mengemaskan.


"Aira apa Mommy menganggu kamu?" tanya Dwinda, merasa tak enak hati karena tiba tiba saja datang.


"Oh tidak kok, mom. Memang ada apa!?" rasa penasaran menyelimuti hati Aira, dimana Dwinda seakan serius ingin berbicara.


"Aira, apa kamu bisa membujuk Edric untuk memaafkan Mommy," ucap wanita tua itu, berharap jika Aira bisa membantunya.


"Mm, apa mommy sudah berusaha sendiri?" tanya Aira.


"Belum sepenuhnya, hanya saja mommy, takut. Edric sekarang jutek sekali!" jawab Dwinda. Menceritakan semuanya terhadap Aira, ia terbuka dan benar benar ingin berubah.


"Ya sudah nanti kalau Edric pulang bekerja, Aira kasih tahu. Mudah mudahan hati Edric terbuka," ucap Aira.

__ADS_1


Hati Dwinda merasa senang ketika perkataan itu terlontar dari mulut Aira." Kamu memang baik, Aira. Terima kasih ya."


"Sama-sama."


keduanya kini mulai bercanda bergurau, mereka saling tertawa bersama-sama, kini akhirnya melihat bahwa Dwinda benar-benar berubah. Dari sosok wanita yang egois kini menjadi seorang wanita baik.


******


Kebetulan sekali, saat kebersamaan kedua wanita itu, sosok Edric pulang bersama Ellad. Mereka begitu akrab, layaknya seorang adik dan kakak.


Kepulangan mereka berdua, adalah salah satu kebahagian bagi Aira begitu pun dengan Dwinda.


Edric sudah tahu dengan niat Dwinda," Edric, sebagai seorang ibu, Mommy mau meminta maaf kepada kamu, tolong maafin mommy ya. "


Edric menatap ke arah Aira dimana sang istri menganggukkan kepala. Untuk segera menjawab kata ia pada Edric.


" sebenarnya, terlalu banyak kejahatan yang kamu lakukan terhadap keluargaku, rasanya aku berat sekali memaafkan kamu, tapi jika aku terus seperti ini dan tidak membebaskan kamu dari kesalahan. Apa bedanya aku dengan kamu yang jadi seorang penjahat, jadi aku putuskan detik ini memaafkan kamu Mommy Dwinda."

__ADS_1


Siapa yang tak senang kegirangan, jika Edric dengan senang hatinya memaafkan Dwinda. Ellad yang melihat pemandangan itu tentulah menangis, Inilah yang disebut keluarga bahagia, walau awalnya penuh derita. Namun pada ujungnya penuh kebahagiaan.


Kesalahan dan kejahatan diakui oleh orang yang melakukannya. dengan berjanji ingin merubah diri sepenuhnya.


Ellad memeluk sang istri yang terlihat jauh berbeda dari sebelumnya, Dwinda benar-benar memperlihatkan sosok seorang ibu setelah mempunyai seorang anak wanita yang ia lahirkan.


"Terima kasih Edric, karena kamu sudah mau memaafkan aku dan mengakui aku sebagai ibu tiri kamu."


Para pelayan pun kini jauh berbeda, mereka yang tadinya sebal terhadap Dwinda, kini terbalik . Mereka begitu terlihat senang dan bahagia, seakan tak ada kebecian menyelimuti hati mereka.


"Terima kasih Edric, atas kata maaf kamu."


"Sudahlah tak usah meminta maaf lagi, aku sudah dengar berulang kali, dan pastinya aku maafkan kamu. "


"Iya, terima kasih Edric."


"Oke."

__ADS_1


Terlihat sekali keharmonisan kelurga mereka. Begitu Indah dan terlihat begitu bahagia dari sebelumnya, tidak ada lagi Dendam Membara pada diri Dwinda.


__ADS_2