Gadis Desa Untuk Ceo

Gadis Desa Untuk Ceo
Bab 98


__ADS_3

Akhirnya pesanan yang di tunggu datang juga, pelayan meletakan hidangan yang dipesan keluarga Ellad, dimana Aira membulatkan kedua matanya.


"Ini namanya stik itu."


Ellad tertawa kembali, saat Aira mengatakan stik.


"Itu Steak sayang, bukan stik eskrim ya."


Aira hanya menganggukkan kepala, ketika suaminya mengajari sang istri, dimana Ellad malah semakin keras tertawa. " Sok ngajarin istri, tadi juga kamu salah nyebut. Steak jadi stik."


Edric lupa dengan hal itu, pantas saja tadi pelayan mentertawakan Aira, ternyata Edric juga salah dalam menyebut makanan yang ia pesan.


"Masa ia."


Lelaki berbola mata biru itu tak mepedulikan perkataan ayahnya, dia berusaha mengajarkan Aira memakaikan pisau dan garpu.


"Kenapa makan pakai pisau segala sih, ribet benar, " cetus Aira. Berusaha memotong danging steak yang suaminy pesan.


"Gimana rasanya, enakkan?" tanya Edric, memandang kembali wajah Aira dengan mulutnya yang mengunyah steak yang baru ia potong sedikit.


"Wah, ini daging kok enak banget ya."


Ellad terus memandangi kelakuan Aira, dimana wanita desa itu memperlihatkan gaya kampunganya.


Ellad tidak malu dengan hal itu, ia malah bahagia, karena melihat Aira terkesan unik, berbeda dengan wanita lain yang selalu terlihat membosankan.


Terkadang mereka menampilkan citra lepalsuan agar terpandang bagus di hadapan Ellad.


Namun berbeda sekali dengan Aira yang tampil apa adanya di hadapan Ellad.


Ellad memandangi kedua insan yang ada di hadapannya, ia tersenyum membayangkan masa muda dirinya bersama Maya.


Begitu terlihat romantis percis dengan Edric dan juga Aira, ada rasa iri melihat kedua anak-anaknya yang memperlihatkan kebahagiaan, sedangkan dirinya hanya bisa menggigit jari tanpa seorang pasangan di dekatnya.


Hatinya kini merasakan rasa sepi, karena kehilangan Maya, di mana Ellad tak memperdulikan Dwinda. Yang kini ia pikirkan hanyalah Maya seorang.


Aira sedikit menyenggol lengan suaminya, Edric menatap ke arah sang istri dengan perasaan bingung," kenapa?"

__ADS_1


Aira mulai membisikkan perkataan pada suaminya." Coba kamu lihat, kenapa dengan ayahmu. Iya senyum-senyum sendiri melihat kita sedang makan."


Edric mulai menyadari tingkah ayahnya, yang memang terlihat begitu aneh." Sepertinya, Daddy tengah membayangkan masa muda, ya senyum-senyum sendiri begitu."


Aira tertawa pelan," jadi ayah kamu membayangkan kita itu adalah dirinya di masa lalu."


"Yap, liat saja tatapan mata penuh kehaluan itu."


"Mm, Edric kamu ini."


Edric sengaja mengerjai ayahnya sendiri, menumpahkan gelas pada atas lantai. Prakkk ....


Suara pecahan gelas itu terdengar keras, dimana Ellad sadar akan lamunannya yang tiba-tiba saja membuyar.


Aira merasa tak tega, melihat lelaki berambut putih yang menjadi mertua laki-lakinya, terkejut akan tingkah anaknya sendiri.


"Kamu ini kok tega sama ayah kamu sendiri, gimana kalau ayah kamu tiba tiba mendadak syok dan jantungan." ucap Aira, sedikit memarahi suaminya.


"Nggak lah, dia kan nggak punya riwayat sakit jantung, jadi aman aman saja," balas Edric. Membuat Aira menggelengkan kepala, merasa heran dengan Ellad yang begitu usil kepada ayahnya sendiri.


Ellad memanggil pelayan untuk segera membersihkan pecahan beling di atas lantai.


"Pelayan, tolong bersihkan pecahan beling ini."


Sang pelayan datang menuruti perintah Ellad.


"Daddy, kenapa?" tanya Aira yang terlihat begitu penasaran dengan mertua laki-lakinya.


"Biasa terbayang akan masa lalu, " timpal Edric, membuat sindiran untuk ayahnya sendiri.


Aira mencoba menghentikan kejahilan suaminya sendiri pada ayahnya," kamu ini gimana sih, kasihan tahu, ayah kamu."


Aira membentak pelan suaminya sendiri, dimana Ellad merasa dihargai oleh menantunya," Terima kasih Aira, kamu tak perlu repot-repot menyuruh suamimu diam. Memang dari dulu dia seperti itu."


Edric tertawa terbahak-bahak, mendengar balasan kejahilan dari ayahnya sendiri. Aira melihat pemandangan keluarga yang baru kali ini sering bercanda antara seorang ayah dan anak membuat ia begitu senang." Daddy, sok meminta perlindungan."


Ellad tertawa, semua ia buat guyonan. " Baru kali ini aku merasa bahagia, setelah tiga tahun menikah dengan Dwinda, aku merasa hidupku terkekang, tak pernah merasakan sebahagia ini. Edric dulu seperti musuh bagiku, karena aku menentang dirinya akan ikut campur masalahku dan Dwinda. Tapi semejak hadirnya Aira dan Dwinda masuk ke dalam penjara, Edric bagaikan anakku satu satunya yang begitu berarti." Gumam hati Ellad.

__ADS_1


Ia mulia memegang ponsel memotret kebersamaan dengan anak anaknya, dulu Ellad selalu memprivasi data diri Edric, karena anaknya yang lumpuh akan menanggung mau untuk dirimu. Ketika Ellad menghadapi semua rekan kerja dan kawan-kawan, tapi sekarang ia membuka privasi anaknya.


Ellad memajang poto anaknya, membuat capion sehat terus nak, kamu anak kembanggaan Daddy. Dimana para sahabatnya menatap postingan yang memperlihatkan Edric memakai kursi roda.


Ia sekarang tak perduli dengan perkataan orang lain, kalau anaknya mempunyai kekurangan. Bagi dirinya semua itu bukanlah sebuah rasa malu.


Ellad merasa mejadi dirinya sendiri, tidak terkekang akan semua keegoisan yang selalu membuat dirinya menjadi orang sombong dan angkuh.


Edric melihat layar ponselnya menyala, dimana para teman kampung mengirim pesan padanya.


(Gila brow, lu anak CEO dan lu jadi CEO termuda. Gue nggak nyangka. Bangga gue sama lu.)


(Wah, ternyata kepintaranmu itu, turun dari ayahmu sendiri. Pantas aku senang melihat kamu belajar giat walau sering bolong bolong.)


(Aku nggak nyangka, pas liat berita. Kamu anak CEO Ellad yang terkenal itu.)


(Edric, maaf ya, gue sering ngehina lu.)


Banyak yang meminta maaf pada Edric, apalagi sahabat-sahabat di kampusnya, selalu merendahkan fisik Edric yang lumpuh.


Membuat mereka bagai disambar petir di siang bolong, mengetahui jika ayah Edric adalah seorang CEO besar.


Siksa dosen yang selalu memberi perhatian pada Edric, membuat ia membulatkan kedua matanya. Melihat berita TV yang begitu ramai, akan status Edric yang dulu disembunyikan dan kini terbuka.


Siska masih tak percaya dengan berita yang beredar di jagat Maya.


"Benarkah Edric adalah anak dari CEO Ellad."


Edric seakan di teror dengan semua pertanyaan, setelah ayahnya mengakui keberadaan Edric.


Ternyata jika Ellad membuat capion dan poto bersama membuat seisi jagat maya dan dunia perkampusan Edric ramai.


Lelaki berbola Mata biru itu penasaran dengan caption dan foto yang ditampilkan ayahnya, hingga jagataya dan juga di kampusnya begitu ramai.


Melihat caption yang segaja di buat ayahnya, membuat Edric merasa terharu, karena baru kali ini Edric merasa dirinya dihargai oleh sang ayah, apalagi pujian itu diperlihatkan pada orang-orang yang memang selalu menghina dan juga membuat Edric menjadi sampah.


Walau pun begitu Edric selalu berusaha tetap tenang dan tak peduli.

__ADS_1


__ADS_2