
Semakin hari, kebahagian keluarga Ellad semakin terlihat, mereka membuat suasana semakin indah. Tak ada rasa sepi menyelimuti hati Ellad semua nampak bahagia bagi keluarga mereka.
Edric menatap dalam wajah istrinya, ia mengatakan dalam hati," tak ada wanita yang begitu cantik dan istimewa di dunia ini, selain istrimu sendiri. Kebaikan dan kesabarannya tak akan dimiliki wanita lain, ia mampu menutupi kekurangan seorang lelaki. Walau dalam fisik batin dan juga fisik tubuh."
Mendekat, Aira menjawab." Begitupun dengan seorang lelaki, tak akan ada lelaki yang sempurna di dunia ini, kecuali suamimu sendiri yang selalu kau anggap sempurna dan kau hargai. Karena menjalani hubungan suami istri itu bukan saling menyakiti, menuruti ego masing masing. Menjalani hubungan suami istri itu, ialah saling membuka hati, melengkapi. Dan mengerti satu sama lain."
.
Pelukan hangat menyatu dalam tubuh dan raga, yang disalurkan Edric.
"Apa kamu bahagia denganku?"
Pertanyaan Edric yang jarang sekali di ungkapkan seorang lelaki, walau sepele tapi mempunyai arti.
"Tentu, kenapa kamu berkata seperti itu, konyol!"
Jawaban Aira mungkin sedikit menolak, tapi dalam hatinya Aira merasa menerima dan senang.
Dwinda melihat pemandangan keromantisan Edric, membuat ia tersenyum dan merasa senang. Tenang rasanya jika sudah mendapatkan kata maaf, dari orang yang sudah ia sakiti. Ternyata balas dendam itu malah merugikan diri sendiri, membuat hidup tak tenang dan selalu di kelilingi kebencian.
Ellad datang menghampiri Dwinda." Sedang apa di sini?" tanya lelaki yang kini menjadi suami Dwinda.
"Memandangi kebahagian di jendela!" balas Dwinda, membuat Ellad tersenyum.
Awalnya menerima itu sanggatlah sulit, apalagi sudah merasakan bagaimana rasanya sakit hati. Kini Ellad berusaha menerima kejahatan Dwinda, dimana istrinya menyesali perbuatannya sendiri.
__ADS_1
Memeluk dari belakang dan berkata.
kata yang sulit di ucapkan adalah kata maaf, dan kata yang mudah dilakukan adalah memamaafkan dalam bibir namun hati belum tentu sepenuhnya menerima.
Dalam cerita ini kita belajar, bahwa balas dendam bukan masalah terbaik yang harus dilakukan. Semua dendam yang terpendam malah menjadikan perusak untuk kehidupan sendiri.
*********
Aira, lemah akan cinta yang diberikan Edric sampai dimana ia juga mengerti. Jika kita harus mencari tahu masalah yang terjadi, sebelum menyalahkan seseorang, karena kesalah pahamannya walau sedikit pun akan menghancurkan keindahan cinta keduanya.
******
Aira berencana menghampiri ayahnya yang berada di dalam penjara, terlihat lelaki tua itu tubuhnya tak terurus begitu kering.
"Aira, kamu?"
Lelaki tua itu menangis dan bersujud dihadapan Aira, " kenapa kamu baru datang, Aira? Ayah ingin meminta maaf kepada kamu, ayah menyesal, lelah ayah di sini dihantui dengan mimpi buruk."
Senyuman tergambar dari raut wajah Aira, lelaki tua itu tetap saja menangis." Aira sudah memaafkan ayah. Biarkan masa lalu menjadi pelajaran untuk kehidupan kedepannya, jangan terlalu gegabah dengan segala keinginan. Jika pada akhirnya kita yang rugi, ayah. Aira beri kesempatan untuk ayah, karena ayahlah keluarga Aira satu satunya."
"Terima kasih, Aira."
******
Dengan cara memaafkan apa kita bahagia? Tentu bahagia, walau mungkin berat dan belum sepenuhnya menerima.
__ADS_1
Karena dengan cara memaafkan kita adalah orang yang paling mulia.
Terima kasih sudah dukung Autor, jangan lupa like, komen. Vote ya.
Semoga cerita Autor menjadi kesan untuk hari hari kalian, buang sifat negatip tetap berpikir fositip karena hidup perlu bahagia. Semangat.
Salah sehat dari Autro, ada cerita baru yang diliris.
Berjudul. Terpaksa Menikah Pri Beristri."
Jangan lupa berkunjungnya.
Saya tidak bisa apa apa, kalau bukan berkat dukungan kalian pembaca setia.
, ***, , ***,
** **__** **
* * TAMAT.
* *
* *
*
__ADS_1