Gadis Desa Untuk Ceo

Gadis Desa Untuk Ceo
Bab 137


__ADS_3

Lucky mulai mengatur kedua kakinya, dimana ia berusaha mengubah gaya berjalan.


Terasa sulit cara berjalan yang biasanya lengkong, kini harus seperti laki laki.


Lupa jika masih memakai sepatu berhak tinggi, seketika ia meleparkan sepatu itu, dimana para wanita memunggut dan mengambil sepatu bermerek itu.


Lucky mulai bercermin pada kaca salon yang belum ia tinggalkan.


Bulak balik melihat tubuh, masih seperti seorang wanita, ia putuskan untuk mengikuti aktifitas olahraga, dan fitnes.


Mengubah bentuk tubuh agar berotot dan juga berisi, tak lupa.


Merapihkan rambut kebelakang, gaya Lucky sudah mulai terlihat karismanya sebagai seorang lelaki.


"Cukup lumayan bagus." Pelayan salon yang melayaninya terdiam, melihat sosok Lucky ketika menjadi seorang lelaki malah tambah keren.


"Apa sudah terlihat bagus." Membenarkan pita suara seperti semula, layaknya sebagai seorang laki-laki.


Dan sempurna, perubahan terlihat begitu nyata.


Tinggal membeli baju laki laki, Lucky mulai menawarkan baju bajunya di rumah pada pemilik salon untuk di jual lagi.


Pemilik salon itu datang dan mendengar apa yang dikatakan Lucky tentu saja langsung setuju, karena mereka tahu jika baju yang dipakai lelaki seperti wanita itu semua mempunyai merek dan juga branded.


Menarik napas, berusaha berjalan seperti laki laki. Tentulah membuat Lucky belum terbiasa, berusaha keras, hingga laki-laki itu sampai pada mobilnya.


Lucky tak lupa mempose dirinya untuk sekedar berfoto, di mana Rendy melihat anak pertamanya Itu mengirim foto dirinya sendiri, " Lucky."


Mengusap kasar wajah, masih tak percaya dengan apa yang terlihat dari kedua matanya, Lucky berubah seperti sedia kala, tidak ada riasan dan juga lipstik pada bibirnya anaknya itu.


Semua nampak terlihat begitu sempurna, Rendy benar-benar kagum dengan wajah anaknya yang terlihat begitu tampan.


Tring ....


(Bagaimana, penampilanku sekarang. Ayah? )


Satu pesan datang pada ponsel Rendy, ia mulai membaca pesan dari anak pertamanya.


( good job, penampilan kamu sangatlah luar biasa. Ayah benar-benar suka dengan penampilanmu yang sekarang, kamu benar-benar memperlihatkan diri kamu sendiri Lucky. Ayah bangga dengan kamu?)


Lucky tersenyum lebar dengan perhatian sang ayah,( Terima kasih, ayah.)


Lelaki yang sudah tua dengan rambut putihnya mengirim sebuah emoji jempol untuk anak pertamanya.


Kini Lucky percaya diri, tidak ada kata keterpurukan dalam dirinya, hanya ada sebuah kebahagiaan.


Lucky menancapkan gas mobil, untuk segera membeli baju yang akan dia pilih untuk besok,

__ADS_1


Lelaki bertubuh kurus itu, berhenti di sebuah Swalayan besar.


Perlahan ia turun dari dalam mobil, mengatur dirinya untuk bisa berjalan layaknya seorang laki-laki.


Walau terasa sulit dan kadang gaya kewanitaannya muncul tiba-tiba, Lucky berusaha sebisa yang ia mampu.


"Aku pasti bisa."


Orang orang tengah berbelanja di Swalayan itu, terpesona melihat gaya dan juga Kharisma yang diperlihatkan oleh Lucky.


Apalagi para wanita, mereka seperti terpana, dengan ketampanan yang diperlihatkan oleh Lucky.


Lucky berusaha Pede, tetap pada pendiriannya. Melihat lihat baju yang akan dia pilih, terkadang bayangan sebuah baju seksi ataupun gaun melayang pada pikiran Lucky.


Lelaki bertubuh kurus itu berusaha menahan diri, meyakinkan dirinya bahwa ia tidak butuh barang-barang seperti wanita.


Menahan diri memang sangatlah berat, tapi sebisa yang ia mampu, Lucky berusaha keras. Hingga pada akhirnya ya bisa memilih baju sesuai tubuhnya.


Setiap kali melihat-lihat baju, banyak pasang mata yang menatap ketampanan Lucky. Padahal Lucky berusaha menghindar dari pasang mata saat melihat penampilannya.


"Ini bagus, sepertinya aku akan memenuhi isi lemari dengan pakaian laki-laki, begitupun dengan sepatu hak yang terukir di dalam lemari."


Gumam hati Lucky.


Ada seorang wanita yang berani menghampiri Lucky, dimana wanita itu ternyata meminta nomor ponsel Lucky.


Ada rasa malu karena tak terbiasa, Lucky berusaha tetap tenang.


"Akhinya beres juga."


Lucky mulai masuk ke dalam mobilnya kembali, untuk segera pulang ke apartemennya sendiri.


Suara ponsel bergetar lagi, di mana pesan dari Amanda datang.


Wanita yang menjadi sahabat Lucky sekaligus penenang hati Lucky, mengirim pesan yang membuat hati lelaki berbadan kurus itu bahagia.


( Tunggu aku, sekarang aku akan pulang menemuimu.)


Siapa sangka pesan itu, membuat hati Lucky.


semakin bersemangat.


(Baik aku tunggu kamu di negaraku.)


sebuah balasan emoji dikirim oleh Amanda.


mungkin semua ini kesempatan untuk mengungkapkan kepada Carlos dan juga Welly bahwa dirinya adalah seorang laki-laki dan kini akan menikahi seorang perempuan bernama Amanda.

__ADS_1


Lucky menancapkan gas mobil dengan kecepatan tinggi, yakini pulang untuk segera masuk ke apartemen.


Hanya saja saat memasuki apartemen, Lucky dikagetkan dengan sosok seorang lelaki yang ternyata itu adalah Carlos.


Padahal sudah jelas kemarin, Lucky akan memberitahu soal lamaran mereka berdua, siapa orang yang akan dipilihnya.


Tapi Carlos benar-benar lelaki keras kepala, iya tak sabaran ingin mendengar siapa yang akan ia pilih.


"Ngapain coba si Carlos di sana. Sial, mana sudah malam lagi."


Dengan terpaksa Lucky, menunggu di luar apatermen, karena ia tak mungkin menemui Carlos dalam keadaan seperti sekarang.


"Ahk, sepertinya aku harus pergi ke rumah Edric sekarang juga, kalau Carlos mengetahui penampilanku sekarang bisa gagal mengerjain mereka besok."


Melangkahkan kaki, Lucky malah berpapasan dengan Welly, dimana lelaki itu membulatkan kedua mata, seperti kesal terhadap Lucky.


"Jalan itu pake mata. " Welly memperlihatkan kekesalanya di depan Lucky, dimana lelaki Lucky menundukkan wajah tertutup oleh topi.


Lucky tak berani berucap satu patah kata pun, walaupun penampilannya sudah berbeda. Tetap saja, Lucky ketakutan jika Welly sampai tahu dirinya.


Mungkin hari esok tak akan menyenangkan.


Terburu buru pergi, menuju ke mobil. Akhirnya Lucky bisa pergi jauh dari apartemennya sendiri.


Lelaki berbadan kurus itu mencoba menelepon dan mengirim pesan kepada Edric, berharap teman baiknya langsung mengangkat panggilan telepon.


Sampai ....


"Halo."


Betapa senangnya Lucky, Edric mengangkat panggilan telepon.


"Halo, Edric. Aku ke sana, ikut numpang tidur."


Edric merasa heran, tidak biasanya sang sahabat terdengar gelisah.


"Loh. Memangnya kenapa dengan apartemenmu? "


"Nanti saja aku jelaskan. Sekarang aku menuju ke rumahmu!"


"Baiklah."


Sambungan telepon langsung dimatikan oleh Lucky, di mana ia tengah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sudah tak sabar ingin segera sampai di rumah sahabatnya itu.


Dalam perjalanan menuju ke rumah Edric, ternyata Carlos dan juga Welly menelepon secara bergantian, pesan datang. Lucky merasa terganggu oleh Kedua lelaki itu, dengan terpaksa ia mematikan panggilan telepon dan tak membaca pesan dari Kedua lelaki yang akan melamarnya besok.


"Dasar curut, enggak tahu saja kalian, sedang aku kerjain."

__ADS_1


__ADS_2