Gadis Desa Untuk Ceo

Gadis Desa Untuk Ceo
Bab 134 Mengejutkan


__ADS_3

Carlos berjalan mencari keberadaan sang dokter, sampai di mana ia melihat wanita pujaan hatinya tengah mengobrol dengan kedua perawat di rumah sakit.


"Lilia."


Mendengar nama samarannya disebut, Lucky tentu saja terkejut, ia langsung berucap pelan pada kedua perawat itu.


"Awas, kalau kalian mengatakan semuanya. Kugorok kalian."


Kedua perawat itu menelan ludah, mereka ketakutan dengan ancaman wanita jadi-jadian di hadapannya.


Carlos merangkul bahu sang dokter dengan bersikap manja layaknya seorang pacar," aku nungguin kamu dari tadi."


Lucky merasa tak nyaman dengan tingkah Carlos yang sedikit berani, belum jadi apa apa sok merangkul.


"Iya, tadi Kebetulan sekali bertemu dengan kedua perawat yang menangani Aira, hanya ingin menanyakan ke adaan Aira yang sekarang bagaimana?"


Kedua perawat itu tersenyum lebar, walau dalam hati mereka merasakan rasa jijik karena melihat jeruk makan jeruk.


"Loh, kan nanti kita setelah ke cafe, langsung menemui Aira, jadi buat apa kamu bertanya kepada para perawat ini!"


Jawaban cerdas, Lucky seperti di sekak mati. Karena melemparkan perkataan bodoh.


"Iya juga ya, soalnya aku kuatir sekali sama Aira, kasihan kan dia baru saja melahirkan, apalagi Edric dari tadi menjaga istrinya, kemungkinan dia juga merasakan rasa haus seperti kita sekarang, dan di ruangan tak ada yang bergantian menjaga Aira."


"Sudah kamu tak usah mengkhawatirkan Edric, nanti setelah kita minum dan makan di Cafe. Kita bisa membawakan Edic makanan,"


"Iya juga sih."


"Makanya itu, ayo. Kita pergi. "


"Ayo."


Carlos mulai melepaskan tangan kanannya yang merangkul bahu sang dokter, dimana Lucky bergantian, ia kini memegang tangan Carlos.


Tentulah membuat Carlos tekejut dan suka dengan perlakuan Lucky yang ia tahu dia adalah Lilia, Carlos menatap sekilas ke arah Lucky.


"Kenapa?"


Carlos seperti salah tingkah, karena tangannya yang dipegang erat oleh sang doker.


"Apa kamu keberatan saat tanganmu ini aku genggam erat?" tanya Edric menunjukkan tangannya yang menggenggam erat tangan Carlos.

__ADS_1


"Oh, tentu saja tidak kok!" jawab Carlos begitu gembira, seperti mempunyai harapan bahwa sang dokter akan memilih dirinya.


Dimana Carlos akan mendapatkan sebuah mobil dan wanita cantik seperti Lilia, sebagai pemenang.


"Lihat saja Welly, yang menang pasti aku."


Gumam hati Carlos.


Mereka mulai menaiki mobil, untuk mencari sebuah cafe yang lumayan terasa nyaman, di mana Carlos akan mengungkapkan isi hatinya, untuk melamar Lilia.


Sedangkan Welly yang terlambat datang ke rumah sakit, menggerutu kesal dirinya sendiri. Ia mengacak rambutnya yang sudah tertata rapi, menjadi berantakan dan tak beraturan.


Welly yang melihat status Carlos, merasa dirinya akan terkalahkan. " Sial, aku kalah cepat."


Mengendari mobil dengan kecepatan tinggi, sampai di mana Welly akhirnya melihat mobil Carlos yang terparkir di sebuah Cafe.


"Wah, wah. Ternyata aku belum terlambat. "


Welly bergegas turun dari dalam mobilnya, dia melihat kedua Insan baru saja duduk dan memesan makanan.


"Pas sekali, aku akan mengacaukan hari lamaran Carlos untuk Lilia, karena yang pantas mendapatkan dokter itu adalah aku sendiri."


Carlos mulai merogoh saku celananya, untuk memperlihatkan sebuah cincin permata, yang akan dia pasangkan pada jari manis Lilia.


Saat kotak kecil itu dikeluarkan, setangkai bunga menghalangi wajah sang dokter, tentulah membuat Carlos terkejut.


"Mana mungkin si Welly ini datang begitu cepat. " Gerutu hati Carlos menatap wajah sahabatnya yang berdiri, sembari menyodorkan setangkai bunga mawar untuk sang pujaan hati.


"Welly."


Welly melebarkan bibirnya di hadapan Carlos, " Hai Carlos, apa harimu baik baik saja."


Carlos, menyunggingkan bibir atasnya, rencananya untuk melamar gadis yang berprofesi sebagai dokter itu hancur lembur. Saat Welly datang menggagalkan semuanya.


"Wah, bunga yang sangat cantik, untuk siapa?" Pertanyaan Lucky, membuat Welly tersenyum tipis, ia kini memberikan bunga mawar berwarna merah itu.


"Untuk kamu lah, untuk siapa lagi coba!" jawab Welly, Carlos yang melihat pemandangan itu amat sangat kesal.


Dimana Lucky merasa jijik dengan tingkah kedua sahabatnya yang jail. " Dasar laki laki buaya. Memangnya mereka sekali-kali harus diberi pelajaran biar kapok." Gumam hati Lucky, yang sudah mulai berubah menjadi sosok seorang laki-laki sejati.


Penampilan dirinya sebagai seorang wanita, tetap saja membuat dia ada pada jati dirinya sebagai sosok seorang laki laki.

__ADS_1


Tak ada rasa di hati Lucky untuk mencintai sosok seorang lelaki, ia merubah dirinya hanya untuk kesenangan Semata, yang ternyata malah membuat dirinya menyesal.


Tugas Lucky untuk menyembuhkan sang sahabat, ialah Edric kini sudah selesai, tinggal dimana dirinya yang harus di obati.


Lucky yang melamun karena memikirkan nasibnya, tiba-tiba terkejut dengan kotak kecil yang ditunjukkan oleh Carlos.


Padahal tadi Carlos tak berani melamar, tapi karena Welly yang menantang, pada akhirnya Carlos memberanikan diri, untuk bisa menang dalam taruhan yang mereka buat bersama-sama.


Welly tak ingin kalah, iya juga merogoh saku celana ingin memperlihatkan berlian yang begitu indah," wah kalian ini kenapa?".


Welly dan Carlos saling menatap satu sama lain, memperlihatkan pertarungan yang sangat sengit.


Dengan kompaknya mereka kini menjawab," melamar."


Betapa terkejutnya Lucky, mendengar kekonyolan kedua sahabatnya itu, bagaimana bisa mereka langsung melamar seorang wanita jadi jadian seperti Lucky, jelas saja. Mereka hanya tertipu.


"Mm."


Lucky berusaha menyimpan kebingungannya, mana ia berlaga seperti seorang wanita.


"Kenapa kalian melamar sampai bersamaan begini?"


Pertanyaan yang tentu membuat kedua lelaki itu bersikeras ingin menang dan mendapatkan sang dokter. Dengan nama samaran Lilia.


"Aku melamar kamu karena aku mencintai kamu Lilia, jadi ayolah pilih salah satu diantara kami, siapa yang akan kamu pilih untuk menjadikan suami dalam hidupmu."


Lucky menutup mulutnya dengan tangannya. Menahan tawa, dengan tingkah konyol kedua sahabatnya yang mereka tak tahu bahwa dibalik wajah Lilia adalah seorang lelaki bernama Lucky.


" Aku bingung kalau seperti ini," ucapan Lucky, membuat keduanya mendesak sang dokter agar bisa memilih salah satu diantara mereka.


" pilih saja salah satu diantara kami," balas Carlos. Dengan harapan yang sangat besar, bahwa dia ingin sekali dipilih oleh sang dokter yang amat sangat ia cintai.


"Iya pilih saja," timpal Welly, yang memang dirinya juga berharap bahwa sang dokter akan memilihnya.


"Aku bingung. Ya sudah sebaiknya kalian besok datang lagi ke rumah Edric, aku akan memberikan jawaban untuk kalian siapa laki-laki yang aku pilih saat itu juga," ucap Lucky, seakan memberi sebuah harapan untuk keduanya.


"Baiklah."


Mereka kini menuruti apa yang dikatakan Lucky, berdiri dan mulai menikmati menu makanan yang sudah tersedia di atas meja.


Sedangkan Lucky berusaha menahan tawa, karena besok ya akan menampilkan dirinya yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2