Hot Daddy: My Beautiful Kejora

Hot Daddy: My Beautiful Kejora
My Wedding


__ADS_3

Tapi tidak bisa. Aku terus memikirkan Daddy sementara aku berpakaian. Aku bertanya-tanya apa yang akan dipikirkan pria dewasa itu tentang lingerie putih yang dibelikan oleh Mom Rani sebagai hadiah pernikahan. Bahannya tidak lebih dari sutra putih tipis dan terawang.


Jujur saja aku tak bernyali untuk memakainya. Tapi Mom Rani bersikeras agar aku memakainya dan aku pun sudah berjanji padanya. Dia ingin aku membuat pria itu bahagia di malam pertama kami. Sebab itu sama sekali tak terjadi pada malam pertama pernikahan mereka dulu. Dia ingin menebus semua rasa bersalahnya atas pengorbanan Daddy dulu untuknya. Jadi ya sudahlah. Toh, aku juga ingin membahagiakan Daddy. Tak sedikit pun perasaanku terganggu karena lingerie itu dibelikan oleh mantan istri Daddy. Sebab aku tahu niat baik Mommy Rani. Aku tahu ketulusan hatinya. Dia pun sangat sayang kepadaku.


Dan, bahagia sekali rasanya. Gaunku cantik sekali, panjang, dengan rok mengembang, kerah bulat, lengan ketat, dan ekor gaun yang pendek. Mutiara-mutiara dan manik-manik kecil membuat gaun itu berkilauan ketika aku bergerak. Aku mengenakan sepatu putih bertumit tinggi. Aku merasa cantik dengan mata berkilauan, pipi kemerahan, bibir berwarna pink soft karena aku tidak ingin bibirku berwarna merah terang. Begitupun tatanan rambutku, sempurna. Aku siap menikah.


"Kamu ikhlas menjalani ini?" tanya Oma terakhir kali sebelum kami keluar dari kamar.


Aku mengangguk. "Aku ikhlas, Oma. Aku akan membahagiakan putra kesayangan Oma. Aku akan menjadi istri yang terbaik untuknya. Aku janji."

__ADS_1


"Terima kasih." Dia mencium sisi kepalaku, lalu bergegas keluar dari kamar karena di saat yang bersamaan Dinda dan Tiara muncul di depan pintu yang terbuka.


Dinda berdecak kagum. "Wow...!" serunya, "gue nggak tahu apa gara-gara jatuh cinta atau karena gaunnya, tapi lu terlihat luar biasa, Teman."


"Benar," Tiara membenarkan.


"Tapi tidak secantik dirimu," kata Mom Rani yang tiba-tiba masuk. "Kamu sempurna," sambungnya sambil merema* lembut kedua bahuku.


Aku tersenyum, betapa bahagianya hatiku karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku.

__ADS_1


"Ayo, acara pernikahan segera dimulai." Mommy menggandeng tanganku, sedang Dinda dan Tiara berjalan di belakang.


Mungkin bagi sebagian orang ini terlihat lucu, sang mantan istri mengantarkan mempelai wanita untuk mantan suaminya. Pasti nanti hal ini akan menjadi salah satu cuap-cuap para tetangga yang bermulut comel. Tapi, aku akan mengabaikan itu. Aku yang meminta Mom Rani ada di sisiku. Bagaimanapun juga, dia pernah menjadi ibuku sekaligus sahabat untukku. Dan...


Aku menghela napas dalam-dalam ketika menuruni anak tangga. Musik berganti, dan rangkaian nada Here Comes the Bride memenuhi ruangan.


Hatiku yang sudah berdebar-debar sedari tadi jadi semakin berdebar kencang ketika mendekati pintu dan menuju serambi depan di mana orang-orang dan semua tamu undangan menantikan kehadiranku. Dan, aku merasa jantungku berhenti berdegup saat aku melihat Daddy. Oh, Tuhan, aku memang berpikir Daddy adalah pria paling tampan yang pernah kulihat, sedari aku kecil hingga detik ini. Dalam balutan tuksedo putih, ia tak terlukiskan. Wah! Dan aku merasa pantas dia menjadi pendampingku -- yang tak pernah kusangka sebelum ulang tahunku pada tahun lalu.


Waktunya telah tiba, Kejora. Waktunya telah tiba. Hari ini hari bahagia untukmu....

__ADS_1


__ADS_2