Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Ajakan Kencan


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------------...


Sore harinya..


Setelah membeli kado untuk Lidia, Vanya pun segera pulang ke kostnya. Gadis itu ingin segera mengistirahatkan tubuhnya meskipun hanya untuk sejenak. Karena sungguh, pekerjaan gadis itu hari ini benar-benar menumpuk hingga membuat dia harus bekerja tanpa jeda.


Merasa cukup dengan waktu istirahatnya, Vanya pun segera bersiap untuk datang ke pesta ulang tahunnya Lidia. Saat gadis itu tengah memoles wajahnya di depan cermin, gadis itu menoleh pada ponselnya yang berdering pertanda ada telepon masuk.


Setelah melihat orang yang menelponya adalah Irwan, Vanya lantas mengangkat panggilan itu kemudian mengaktifkan mode pengeras suara.


"Halo?" Ucap Vanya seraya kembali memoles wajahnya.


πŸ“ž(Halo Va.. Bisa minta tolong ga?)


"Minta tolong apa?"


πŸ“ž(Ban mobil Vino kempes, ini gua sama Vino di jalan XYZ. Lu bisa nyamperin kita berdua ga?)


Berhubung jalan XYZ merupakan jalan yang letaknya tidak terlalu jauh dari kostnya, Vanya pun setuju untuk menolong Irwan dan Vino.


"Kalian bisa nunggu 10 menitan ga? ini gua lagi siap-siap."


πŸ“ž(Ok, ga papa.. Ini juga kita lagi nunggu petugas bengkel, jadi kalem aja.)


"Ok.." Ucap Vanya.


Sambungan pun terputus.


Vanya yang memang sudah selesai bersiap pun beranjak dari duduknya. Dia lantas memasukkan ponselnya ke dalam tas kemudian meraih kunci mobilnya yang terletak di atas nakas.


Gadis itu lalu memakai sepatunya kemudian segera pergi ke tempat di mana Vino dan Irwan tengah menunggunya.


Tidak sampai 10 menit, Vanya sudah sampai di jalan yang di maksud oleh Irwan. Karena sebelumnya Vanya sudah pernah melihat mobil milik Vino, Vanya pun dapat menemukan keberadaan Irwan dengan mudah.


Gadia itu lantas memarkirkan mobilnya di tepi jalan, tepat di depan mobil milik Vino yang juga terparkir di tepi jalan.


Irwan dan Vino yang melihat kedatangan Teya pun segera keluar dari dalam mobil milik Vino. Begitu pula dengan Vanya, gadis itu keluar dari dalam mobilnya.


Melihat penampilan Vanya yang berbeda dari biasanya, seketika saja membuat Irwan dan Vino terpaku untuk sesaat. Karena ya, di setiap harinya, mereka hanya melihat Vanya mengenakan pakaian kantor saja.


Meskipun dulu Irwan pernah berlibur bersama dengan Vanya, namun irwan hanya melihat Vanya mengenakan pakaian santai.


Vanya yang kini mengenakan dress berwarna hitam simpel yang di padu padankan dengan sepatu cats nya itu benar-benar terlihat berbeda dari biasanya. Belum lagi polesan make up yang sedikit lebih menonjol dari biasanya, sungguh membuat Vanya terlihat berkali-kali lipat lebih cantik. Ah tidak, alih-alih hanya cantik saja, gadis itu juga terlihat sangat menggemaskan.



Pict by : Pinterest


Vino yang lebih dulu tersadar dari keterpakuannya pun berdehem guna menyadarkan Irwan.


"Khem!" Vino sengaja berdehem dengan sedikit keras.


Irwan yang tersadar pun seketika saja terlihat sedikit salah tingakah, pria itu memalingkan wajahnya dari Vanya seraya mengusap tengkuknya canggung.

__ADS_1


Bertepatan setelah itu, tukang bengkel yang sebelumnya di hubungi oleh Vino juga datang ke lokasi saat ini mereka berada.


Vino lantas mendekati tukang bengkel itu. Setelah berbincang untuk beberapa saat, dia kembali mendekati Vanya dan Irwan.


"Udah?" Tanya Vanya.


Vino menganggukkan kepalanya.


"Yaudah yok." Ucap Vanya kemudian hendak masuk ke mobilnya, tepat di kursi kemudi.


Begitu pula dengan Irwan, pria itu berniat untuk masuk ke dalam kursi penumpang, tepat di samping kursi kemudi.


Namun, saat Vanya hendak membuka pintu mobilnya, Vino menghentikan niat gadis itu dengan menekan pintu mobil itu agar Vanya tidak bisa membukanya. Yang mana, hal itu juga menghentikan niat Irwan yang hendak masuk ke dalam mobil.


Vanya lantas menatap Vino dengan sedikit bingung.


"Biar gua aja yang nyetir." Vino menengadahkan tangannya meminta Vanya untuk memberikan kunci mobil itu padanya.


"Ga papa, gua aja." Tolak Vanya.


"Udah Va, biar Vino aja yang nyetir." Sahut Irwan.


Irwan tidak bisa mengajukan dirinya untuk mengemudi karena dia tidak bisa mengemudikan mobil.


Vanya lantas melirik Irwan sekilas kemudian kembali menatap Vino. "Tapi kan lu ga tau jalan, kak.. Biar gua aja ga papa.."


"Lu ngarahin jalannya aja, biar gua yang nyetir. Kalo ga, nanti kita ga berangkat." Tegas Vino.


Vanya pun menghela nafasnya kemudian berkata. "Yaudah." Gadis itu memberikan kunci mobilnya pada Vino.


Seolah mengerti dengan maksud Vino yang meminta Vanya untuk mengarahkan jalan, Irwan pun memutuskan untuk duduk di kursi penumpang yang ada di belakang.


.....


Sesampainya di rumah Lidia, mereka segera keluar dari dalam mobil setelah sebelumnya Vino memarkirkan mobil milik Vanya di tempat yang sudah tersedia.


Mereka bertiga pun segera masuk ke pekarangan rumah Lidia yang di mana tempat itu sudah di dekor sebagaimana pesta ulang tahun pada umumnya.


Pesta yang di adakan oleh Lidia memang bukan pesta yang terlalu mewah. Lidia hanya nengadakan acara makan bersama. Hiburannya pun hanya berupa karaoke untuk orang yang memang ingin bernyanyi.


Orang yang datang ke pesta ulang tahun Lidia tidak lebih dari 30 orang. Hanya ada beberapa teman-teman bermainnya dan juga teman dari kantor dia bekerja.


Setelah memberikan selamat dan juga memberikan kado pada Lidia, Vanya pun menghampiri Winda yang terlihat tengah memilih lagu untuk dia nyanyikan.


"Mau nyanyi ga kak?" Tanya Winda.


Vanya menggelengkan kepalanya. "Engga ah, tenggorokan kakak lagi ga enak."


Winda pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


Merasa terlalu pusing dengan keramaian yang ada, Vanya memilih untuk duduk di kursi yang terletak di sudut pekarangan rumah Lidia.


Saat Vanya tengah menengadahkan kepalanya dengan mata yang tertutup, Vanya tiba-tiba saja berjengkit kaget saat seseorang menempelkan gelas yang cukup dingin ke lengannya.


Vanya lantas menoleh pada orang itu yang ternyata adalah Vino.


"Kaget ya?" Vino terlihat tidak enak hati.

__ADS_1


Vanya menyunggingkan senyum kecilnya kemudian mengangguk kecil.


"Sorry ya.." Ucap Vino.


"It's okay.. Gua ga sampe jantungan kok.." Sahut Vanya.


"Nih, minum." Vino mengulurkan segelas jus yang sebelumnya dia tempelkan lada lengan Vanya.


Vanya pun menerima segelas jus itu. "Thanks kak."


Vino mengangguk kecil. "Boleh gua duduk?"


Vanya menganggukkan kepalanya. "Sure."


Berhubung dengan kursi yang di duduki Vanya merupakan kursi taman yang panjang, Vino pun duduk di samping kiri Vanya tanpa ada pembatas apa pun.


Setelah melewati keheningan untuk beberapa saat, Vino pun membuka percakapan.


"Va?" Ucap Vino.


"Ya kak?" Vanya menoleh pada Vino.


Vino pun menoleh pada Vanya, pria itu menatap mata Vanya untuk sejenak. "Besok kan hari sabtu, kalo besok gua ngajakin lu buat makan bareng sama gua, lu bakal nolak gua buat yang ke tiga kalinya ga?"


Vanya seketika saja memalingkan wajahnya, dia sedikit gugup karena Vino menatapnya dengan terlalu intens.


"Ehmm.. Gimana ya.. Kalo kapan-kapan aja gimana?"


Vino menghela nafasnya. "Kapannya itu kapan?" Pria itu tidak mengalihkan tatapannya dari Vanya.


Vanya seketika saja mengusap tengkuknya canggung. "Coba deh ya, besok gua ada waktu apa engga."


Vino kembali menghela nafasnya, pria itu memalingkan wajahnya ke depan. "Gua ngajakin lu buat kencan Va.."


"Ha?" Vanya menoleh pada Vino dengan sedikit bingung. "Kencan?"


"Hmm.." Vino menganggukkan kepalanya. "Gua ngajakin lu buat kencan."


Vino lantas meletakkan selembar kertas note di samping Vanya. "Kalo lu nerima ajakan kencan dari gua, besok pagi lu bisa langsung hubungin gua."


Tanpa menunggu tanggapan apa pun dari Vanya, Vino beranjak dari sana kemudian berlalu pergi begitu saja.


Vanya yang masih merasa sedikit terkejut pun hanya bisa menatap Vino kemudian menatap kertas note yang terletak di sampingnya.


Haruskah Vanya menerima ajakan kencan dari Vino?


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2