
...Happy reading 💕...
...Hope you enjoyed......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebelumnya..
Namun, perasaan yang tumbuh di hati Haidar tidaklah berdasarkan kemiripan itu. Melainkan perasaan yang benar-benar tumbuh atas dasar keistimewaan lain yang di miliki oleh Vanya.
*****
Setelah berpikir untuk beberapa saat, Haidar tiba-tiba saja mengernyitkan dahinya tat kala teringat akan kalimat terakhir yang di katakan oleh Andi. "Papah pernah liat fotonya Vanya di mana?" Pria itu bertanya cepat.
Karena seingatnya, dia dan Vanya tidak pernah mengunggah foto di akun sosial media mana pun.
"Dari IG nya Angga." Andi menyahut dengan acuh tak acuh.
Haidar yang mendengar hal itu seketika tersenyum simpul dengan di penuhi rasa tidak percayanya. Karena sungguh, Haidar tidak menyangka jika Angga bisa dengan begitu mudahnya membocorkan informasi tentang hubungannya dengan Vanya kepada Andi. Tapi sedetik kemudian, Haidar merubah ekspresinya menjadi sedikit terkejut tat kala Andi berseru.
"Skak matt!"
"Bentar pah, kok bisa? Papah curang ya?" Haidar merasa sedikit tidak terima karena kini Andi bisa mengalahkannya.
Karena, ketahuilah.. Dulu, sewaktu ibunya masih ada, Haidar dan Andi sering sekali bermain catur. Dan selama mereka bermain, Andi selalu mengalami kekalahan karena Haidar memang benar-benar pandai dalam memainkan permainan itu.
Namun kini, setelah sekian lama mereka tidak pernah bermain. Haidar harus merasa sedikit terkejut karena Andi bisa mengalahkannya.
Sedangkan Andi, dia yang mendapatkan protesan dari anaknya pun berkata. "Loh, mana ada papah curang.. Kamu itu yang ga fokus. Nih liat, kamu tu salah ngambil langkah." Andi menunjuk pion catur yang sebelumnya di pindahkan oleh Haidar.
*Note : Maaf ya wakk, sensi ga bisa nge jelasin permainannya secara detail. Soalnya sensi ga begitu paham sama permainan catur. Sensi nambahanin adegan ini cuma sekedar pemanis aja.. Bosen soalnya kalo cuma nongkrong + ngopi doang.
__ADS_1
Setelah melihat kembali langkah yang dia ambil, Haidar seketika menggaruk pelipisnya yang tidak gatal karena dia benar-benar mengambil langkah yang salah. Yang mana hal itu membuat dirinya mengalami kekalahan.
Andi yang melihat tingkah Haidar yang seperti itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Masih mau bilang kalo papah curang?" Pria itu bertanya seraya bersedekap dada.
Haidar pun hanya bisa berdehem seraya memalingkan wajahnya karena merasa sedikit malu.
Yang mana, hal itu seketika membuat Andi terkekeh geli. "Udah terima aja kalo kalah.. Kali-kali ngalah lah sama papah.. Masa setiap main sama kamu, papah harus kalah terus.. Kayaknya papah emang harus bilang terima kasih sama Vanya. Nih gara-gara dia, papah jadi menang lawan kamu."
Andi kini tertawa renyah melihat ekspresi Haidar yang terlihat sedikit kesal.
Haidar yang melihat hal itu pun hanya bisa mengembangkan senyum kecilnya. Dia merasa sangat lega karena bisa kembali mengakrabkan diri dengan Andi.
"Pah, emangnya papah beneran setuju kalo Haidar ngejalin hubungan sama Vanya?" Tanya Haidar kemudian.
Dia mencoba untuk memastikan kalau Andi benar-benar merestui hubungannya dengan Vanya. Karena selain terngiang-ngiang dengan ketakutan Vanya akan Andi yang tidak merestui hubungan mereka. Haidar juga ingin mendengar secara langsung jika Andi benar-benar merestui hubungannya dengan Vanya.
Meskipun Andi secara tidak langsung memang terlihat seperti merestui. Tapi, tidak ada salahnya kan untuk memastikannya satu kali lagi?
"Cuma mau mastiin aja.." Haidar mengedikkan bahunya. "Jodoh emang ga ada yang tau, tapi ya siapa tau aja kan nanti Haidar beneran nikah sama Vanya. Ya, meskipun Haidar belum tau pasti latar belakang Vanya kayak gimana, Haidar bisa jamin kalo Vanya itu gadis baik-baik."
Andi mengembangkan senyum kecilnya. "Papah tau kok kalo Vanya itu gadis baik-baik. Kalo dia ga baik, ga mungkin dia bisa bikin kamu ngobrol sama papah kayak gini."
Haidar seketika mengusap tengkuknya canggung.
"Latar belakang itu memang perlu buat di cari tau. Tapi, kepribadian orangnya itu yang lebih penting. Banyak loh orang berkepribadian buruk yang berasal dari keluarga baik-baik. Begitu juga sebaliknya, banyak orang baik yang berasal dari keluarga yang buruk. Kalo buat papah sih, mau latar belakangnya kayak gimana, selama dia bisa bikin kamu seneng, bisa bikin kamu bahagia, papah sih ok-ok aja."
"Jadi papah beneran ngerestuin hubungan Haidar sama Vanya?"
Andi menganggukkan kepalanya. "Kalo papah ga ngerestuin hubungan kalian, mana mungkin papah minta kamu buat ngajak dia ke sini."
Haidar seketika mengembangkan senyum lebarnya. "Thanks pah.."
__ADS_1
"Tapi, ada beberapa hal yang papah minta dari kamu."
Haidar pun menatap Andi, nenyimak apa yang akan Andi katakan.
"Kalo kamu emang beneran mau serius sama dia, jangan di sakitin. Kalo kamu cuma mau sekedar main-main, mending stop dari sekarang. Yang kamu mainin ini hati, bukan kertas yang kalo udah ga kepake bisa kamu remas terus kamu buang gitu aja. Karena dalam suatu hubungan, laki-laki itu tanggung jawabnya lebih besar. Dan kamu juga harus inget, kalo nanti kalian ada masalah, se marah apa pun kamu ke dia, jangan pernah main fisik. Kalo sampe hal itu terjadi, harga diri kamu sebagai laki-laki bakalan hilang. Dan papah juga ga akan pernah maafin perbuatan kamu kalo kamu sampe ngelakuin hal itu." Tutur Andi.
Haidar mengembangkan senyumnya. "Haidar pasti bakalan selalu inget pesen papah. Haidar bakalan berusaha buat jadi laki-laki yang bertanggung jawab."
"Mending sekarang kamu istirahat, papah juga udah capek, mau istirahat." Andi lantas menghela nafasnya kemudian beranjak dari duduknya. Pria itu melangkah mendekati Haidar.
"Buat masalah kamu sama Vanya, semoga cepet selesai. Inget, se keras-kerasnya hati perempuan. Kalo kamu bisa ngebuktiin kalo kamu ga salah, dia pasti bakalan luluh lagi." Andi menepuk-nepuk bahu Haidar kemudian berlalu pergi dari sana.
Seperginya Andi, Haidar merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi. Pria itu mengangkat wajahnya untuk menatap langit malam yang terlihat sangat gelap.
Haidar kini merasa sedikit lega, meskipun dia belum bisa mendapatkan maaf dari Vanya. Tapi setidaknya, dia mendapatkan hal yang sangat penting dalam kelangsungan hubunganya dengan Vanya. Yaitu restu dari Andi.
Kini, yang harus Haidar lakukan adalah mencari Vanya dan menjelaskan kesalah pahaman di antara mereka berdua. Meskipun Haidar belum tau pasti tentang keberadaan Vanya, tapi Haidar tetap akan berusaha untuk mencari keberadaan gadis yang selalu memenuhi setiap ruang yang ada di dalam hatinya itu.
Setelah menghela nafasnya, Haidar pun beranjak dari duduknya kemudian berlalu pergi menuju kamarnya. Dengan harapan, esok hari atau pun lusa, Vanya bersedia menemuinya dan mendengarkan semua penjelasannya.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi 💕
__ADS_1
Bye bye..