
...Happy reading 💕...
...Hope you enjoyed.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian..
Terlihat Nisa menghampiri Vanya yang sedang duduk di bangkunya dengan sedikit tergesa-gesa..
Vanya yang melihat itu pun hanya menatap Nisa dengan alis yang sedikit menukik seakan bertanya "Ada apa?".
"Murid barunya dateng hari ini" Nisa lantas berkata dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal..
"Duduk dulu, nafas dulu, baru cerita" Vanya berkata seraya menarik Nisa agar duduk di sebelahnya.
Nisa pun segera menarik nafasnya secara perlahan kemudian berkata dengan mata yang berbinar. "Murid barunya dateng hari ini Vaaaa.. Gilaaaa, cakep banget ih, sumpah deh gua ga bohong.."
"Liat dimana emangnya?" Vanya bertanya dengan sebelah alisnya yang terangkat.
"Di kantor kepala sekolah.. Kebetulan banget tadi pas *Miss. Tata nyuruh gua buat nyerahin dokumen osis ke kepala sekolah. Asli Va ih.. Cakep banget orangnyaaaa.."
*Miss. Tata : Wali kelas A
"Oooh...." ucap Vanya seraya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Hah.. Oh doang???"
"Ya terus gua harus gimana Nis? Jungkir balik? Salto-salto? Atau kayang?"
"Lu mah gitu ah.." Nisa terlihat memanyunkan bibirnya. "Lagian nih ya.. Kalo misalkan dia masuk ke kelas ini kan gua bakalan seger tiap hari.. Secara, dia cakepnya ga ketulungan.." ucap gadis itu dengan sedikit berbisik.
Vanya seketika memutar bola matanya malas. "Jadi dari kemaren-kemaren lu nganggep murid cowok di kelas A pada jel.."
Nisa segera menutup mulut Vanya menggunakan tangan kirinya. "Shuuutt, jangan kenceng-kenceng, entar gua dia timpuk sama satu kelas lagi" ucap Nisa seraya menarik kembali tangannya. "Dengerin nih ya.. Maksud gua tuh gini loooh.. Murid cowok di kelas ini emang cakep-cakep, cuma si murid baru itu cakepnya beda aja gitu Vaa.."
Vanya pun hanya menanggapinya dengan mengedip-ngedipkan matanya.
"Ah elu mah ga asik.. Ga pernah mau berurusan sama cowok" Nisa berkata seraya memalingkan wajahnya lalu bersedekap dada.
Vanya pun menghela nafasnya. "Ya lagian nih ya, elu kenapa sih se exited itu??"
__ADS_1
"Atau jangan-jangan, Lu naksir ya sama si Haidar?" Vanya lantas menatap Nisa dengan memicingkan matanya.
"Ck.. Engga ih.." Nisa menggelengkan kepalanya cepat. "Gua cuma kagum aja sama tampangnya yang emang cakepnya ga ketulungan.. Lagian juga kan ga ada salahnya kalo ada bahan buat cuci mata tiap hari.. Kalo masalah naksir mah, tetep kak Bayu yang nomor 1 di hati gua..." Nisa berkata kemudian tersenyum lebar.
Vanya lagi-lagi memutar bola matanya malas. "Cih.. Mulai deh lebaynya"
Hingga ketika Nisa akan kembali menyahuti perkataan Vanya, kalimatnya seketika dia telan kembali tat kala Miss. Tata memasuki dengan kelas di Ãkuti oleh seorang siswa laki-laki yang sudah bisa kita tebak siapa orangnya.
Yap.. Siapa lagi jika bukan Haidar..
Yang mana, kedatangan Haidar sontak saja membuat para siswi-siswi yang ada di kelas itu menahan pekikan mereka.
"Good morning Class.." ucap Miss. Tata kemudian.
"Good morning Miss.." sahut semua murid secara bersamaan.
"So, hari ini.. Kelas kita kedatangan siswa baru.. Tolong bersikap baik ya"
"Yes Miss.." semua murid kembali menjawan secara bersamaan.
Miss. Tata lalu menoleh pada Haidar. "Kamu perkenalin diri dulu ya"
Haidar pun mengangguk lalu mulai memperkenalkan dirinya. "Nama gua Haidar Jarvis Oktavio, kalian bisa manggil gua Haidar. Gua pindahan dari SMK Garuda." Haidar memperkenalkan diri dengan suaranya yang berat sedikit serak.
Miss. Tata lantas kembali berkata. "Sebelum Haidar duduk di bangkunya. Ada yang mau kalian tanyakan?"
Lalu, ada satu siswi yang mengangkat tangannya. "Lu udah punya cewek belum??" siswi itu bertanya dengan suara yang cukup lantang.
"Huuuuu" Sontak saja pertanyaan yang di lontarkan salah satu siswi itu mengundang sorakan dari siswa siswi yang lain.
Miss. Tata yang mendengar hal itu pun hanya bisa tersenyum kecil seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mau di jawab ga?" Miss. Tata bertanya kemudian.
Haidar pun menganggukkan kepalanya.
Hingga ketika Haidar akan menjawab pertanyaan itu, tatapan tajamnya tak sengaja beradu pandang dengan tatapan Vanya.
Pict by : Santa PP
__ADS_1
Haidar lantas menjawab tanpa mengalihkan tatapannya dari Vanya. "Belum.. Tapi gua lagi ngincer cewe yang gua suka"
"Yaaaaah..." para siswi yang mendengar hal itu pun seketika menyahut dengan lesu.
Sedangkan Vanya, gadis itu seketika memalingkan wajahnya tat kala Haidar tak kunjung melepaskan tatapan tajamnya. Tanpa tahu, jika Haidar kini tengan menyunggingkan senyum kecilnya. Senyum kecil yang bahkan semua orang tidak dapat menyadarinya.
Lantas, ada satu siswi lagi yang berkata. "Kan baru ngincer, belum jadian, bisa dong gua daftarin diri..."
"Husss.. Udah-udah, malah jadi ajang pencalonan jodoh.." Miss. Tata berkata seraya menatap siswa siswinya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Haidar, kamu bisa duduk di bangku kosong yang di deket jendela" Miss. Tata kembali berkata seraya menunjuk bangku yang letaknya tepat berada di belakang Vanya.
Haidar pun segera melangkah mendekati bangku itu dengan tatapan yang tak lepas dari Vanya yang kini tengah menatap ke arah luar jendela.
Setelahnya, Miss. Tata pun segera memulai pembelajarannya..
Itulah Haidar Jarvis Oktavio, remaja laki-laki berwajah tampan nan tegas berusia 17 tahun yang memiliki tubuh tegap sempurna dengan tinggi badan 175cm. Remaja laki-laki yang kerap di sapa Haidar itu merupakan seseorang yang tidak bisa di ragukan lagi kepintarannya.
Seorang remaja laki-laki yang merupakan anak pertama dari pria bernama Andi Oktavio. Seorang duda kaya yang di tinggal pergi oleh istri dan anak bungsunya dalam tragedi kecelakaan pesawat ketika Haidar berusia 10 tahun.
Oleh sebab itu, Andi berusaha semaksimal mungkin membesarkan Haidar dengan penuh kasih sayang dan penuh kehati-hatian. Namun, sebanyak apa pun kasih sayang yang di berikan oleh Andi, pria itu tetap saja seakan memiliki jarak dengan anak semata wayangnya itu.
Karena semenjak kepergian ibu dan adiknya, Haidar tumbuh menjadi remaja yang dingin dan acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar. Bahkan, Haidar kini tumbuh menjadi remaja laki-laki yang tidak tersentuh.
Tapi, meskipun begitu, Andi tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Pria itu akan selalu berusaha untuk mewujudkan setiap keinginan Haidar.
Contohnya seperti sekarang ini.. Ketika Haidar mengatakan ingin pindah ke SMK Pelita Jaya guna menempuh pendidikan yang lebih baik, maka Andi tanpa berpikir panjang pun langsung menyetujuinya.
Tanpa tahu, jika anaknya itu pindah ke SMK Pelita Jaya tidak hanya dengan tujuan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.
Dan ya, di sinilah Haidar sekarang.. Duduk tenang seraya memperhatikan Miss Tata yang tengah memberikan pembelajaran, tapi dengan mata yang tak hentinya melirik ke arah Vanya.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
__ADS_1
Pokonya.. Salam sayang dari sensi 💕
Bye bye..