Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Emosi Yang Terkendali


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------------...


Satu bulan kemudian..


Setelah hari di mana Haidar mengungkapkan rasa sukanya pada Vanya, pria itu semakin gencar mendekati Vanya secara terang-terangan. Berbagai cara pria itu lakukan hanya untuk sekedar mendapatkan perhatian kecil dari Vanya. Meskipun hingga saat ini gadis itu tetap bersikap seolah Haidar tidak ada, tapi Haidar tetap saja tidak menyerah.


Justru, semakin Vanya menghindari Haidar, semakin besar pula tekad Haidar untuk mendapatkan Hati Vanya. Dan yang membuat Haidar semakin bersemangat adalah karena Nisa dan Angga yang kini juga mendukungnya secara terang-terangan.


Yang mana, hal itu membuat Haidar dan Vanya kini menjadi perbincangan hangat di seantero SMK Pelita Jaya. Karena bagaimana pun, Haidar dan Vanya merupakan bagian dari siswa atau siswi yang sangat populer. Jadi tidak heran jika kini mereka selalu menjadi buah bibir di setiap harinya.


Hingga banyak dari mereka yang kini mulai menjadi pendukung untuk hubungan Haidar dan Vanya. Bahkan, tidak satu atau dua orang yang kini selalu memposting perkembangan hubungan mereka di platform media sosial SMK Pelita Jaya.


Namun, tak sedikit pula siswa dan siswi yang tidak menyukai hal itu. Terutama mereka yang memang sejak awal sudah mengincar Haidar maupun Vanya.


Hingga tak jarang, Haidar maupun Vanya mendapatkan sedikit tindakan atau ucapan yang kurang menyenangkan. Tapi beruntungnya, karena Haidar dan Vanya bukanlah orang yang lemah, mereka selalu bisa mengatasi hal itu dengan mudah.


Contohnya seperti sekarang ini, Vanya dan Nisa yang kini tengah makan siang di kantin tiba-tiba saja di hampiri oleh 3 orang perempuan yang merupakan kakak kelas mereka. Yang mana, 1 di antara perempuan-perempuan itu adalah orang yang menyukai Haidar.


"Heh dungu, ga usah sok cantik lu ya.. Berani-beraninya ya lu deket-deket sama Haidar!! Gua cuma bakalan ngasih 1x peringatan buat lu, jangan pernah lagi lu deket-deket sama cowok inceran gua!! Atau lu bakalan ngerasain akibatnya!!" tutur gadis bernama Rina yang kini tengah berkacak pinggang seraya menatap Vanya dengan nyalang.


Yang mana, hal itu cukup membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sekitar kantin.


Namun, Vanya tetap terlihat tenang seakan tidak memperdulikan kehadiran mereka. Karena ini adalah kali pertama Rina dan kawan-kawannya mencari masalah dengan Vanya, jadi Vanya tidak mau repot-repot meladeni mereka.


Dan juga, karena sebentar lagi Vanya akan menjalani masa PKL nya, Vanya berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari setiap masalah yang mungkin akan mempengaruhi nilainya.


Toh bukankah lebih baik membiarkan anjing menggonggong hingga dia merasa puas? Jadi Vanya hanya akan membiarkan mereka berbicara sesuka hati mereka.


Begitu pula dengan Nisa, gadis itu juga terlihat tenang dan tidak menghiraukan keberadaan mereka. Bahkan gadis itu terlihat sibuk menyantap makan siangnya seraya memainkan ponselnya.

__ADS_1


Rina yang tidak mendapatkan respon apa pun lantas menggebrak meja tempat di mana Vanya dan Nisa kini tengah menyantap makan siang mereka.


"Heh.. Lu tuli ya!!" Rina kini sedikit meninggikan suaranya.


Vanya lantas menelan makanan yang tengah dia kunyah, lalu melirik Rina untuk beberapa saat.



Pict by : Baifern Pimchanok Luevisadpaibul


Dan tanpa mengatakan satu patah kata pun, Vanya kembali melanjutkan kegiatan menyantap makan siangnya.


Mendapatkan respon yang tidak sesuai dengan harapan, seketika membuat Rina menatap Vanya dengan penuh rasa tidak percaya. Karena sungguh, ini adalah kali pertama ada orang yang berani mengabaikan Rina.


Rina yang merasa emosi pun lantas meraih gelas minuman milik Vanya yang masih terisi penuh, lalu menumpahkan seluruh air yang ada di gelas itu ke kepala Vanya, di iringi kekehan puas yang keluar dari mulut Rina.


Yang mana, hal itu sontak membuat orang-orang yang kini tengah menatap mereka seketika terdiam dengan di penuhi rasa penasaran yang cukup besar. Karena jika orang yang kini tengah berurusan dengan Rina adalah orang lain, mungkin mereka tidak akan terlalu memperdulikannya.


Karena setiap orang yang berurusan dengan Rina, pasti akan berakhir dengan orang itu yang akan bertekuk lutut untuk meminta maaf kepada Rina. Oleh sebab itu, mereka tidak akan terlalu memperdulikannya.


Sama halnya dengan Nisa, gadis itu juga terdiam dengan rasa penasaran yang cukup tinggi tentang respon seperti apa yang akan di berikan oleh Vanya. Karena selama dia mengenal Vanya, ini adalah kali pertama ada orang yang berani melakukan hal seperti ini kepada Vanya.


Tapi tidak dengan Angga, pria itu segera berlari mencari Haidar untuk memberitahukan hal apa yang sedang terjadi.


Vanya yang mendapatkan hal itu pun memejamkan matanya sejenak, merasakan betapa dinginnya air yang kini membasahi kepalanya.


Ketahuilah, gadis itu kini tengah berusaha untuk menahan emosinya.


Vanya lantas sedikit memiringkan kepalanya seraya menatap Rina dengan tanpa rasa minat.



Pict by : Baifern Pimchanok Luevisadpaibul

__ADS_1


Rina yang mendapat tatapan dari Vanya yang seperti itu pun menaikan sebelah alisnya "Apa lu liat-liat?? Mau marah?? Hah?? Makanya, kalo ada orang ngomong tu di dengerin, jangan sok-sokan tuli!! Tau rasa kan lu" gadis itu berkata dengan sangat pongah.


Vanya lantas menarik sedikit sudut bibirnya kemudian beranjak dari duduknya. "Udah ngomongnya? Kalo udah, mending kalian minggir, gua mau ngeringin rambut. Takut kena flu.." gadis itu berkata dengan nada yang di buat setenang mungkin.


"Lu berani sama gua ha!! Lu pikir lu siapa dengan se enak jidat lu nyuruh gua buat minggir!!" Rina berkata dengan penuh emosi.


"Cih" Vanya seketika tersenyum mengejek. "Terus lu siapa kok dengan se enak jidat lu ngelarang gua buat ga deket-deket sama Haidar? Adiknya? Bukan.. Kakaknya? Bukan.. Pacarnya juga bukan.. Jadi ngapain lu ngelarang gua buat ga deket-deket sama Haidar??"


Yang mana, hal itu sontak membuat semua orang yang ada di sana menahan kekehan mereka. Mereka juga sedikit terkejut dengan respon Vanya yang jauh di luar perkiraan mereka.


Rina yang mendapat respon seperti itu pun seketika menggeram dengan penuh amarah. "Lu, lu bener-bener ga tau diri ya!!" gadis itu berkata dengan gigi yang terkatup rapat karena menahan rasa marah.


Vanya lagi-lagi menyunggingkan senyum mengejeknya. "Lebih ga tau diri lagi, cewek yang ngejar-ngejar cowok yang udah jelas-jelas ga peduli sama dia.."


"Ehmm.. Engga engga.." Vanya berkata seraya memejamkan matanya sekilas kemudian menggelengkan kepalanya. "Itu bukan ga tau diri, tapi lebih tepatnya ga punya harga diri" gadis itu kekmbali berkata lalu menatap Rina dengan tersenyum simpul.


Kali ini, orang-orang yang menyaksikan pun tidak lagi bisa menahan kekehan mereka. Mereka benar-benar terkekeh geli setelah mendengar perkataan Vanya yang selalu bisa membalas perkataan sarkas yang di ucapkan oleh Rina. Mereka juga merasa kagum kepada Vanya yang mampu mengendalikan emosinya dengan baik.


Sama halnya dengan Nisa, gadis itu kini merasa seperti ingin memberikan tepuk tangan untuk Vanya yang terlihat sangat mengagumkan. Sungguh, ini adalah kali pertama Nisa mendengar Vanya membalas setiap perkataan buruk yang orang katakan kepadanya. Karena selama ini, Vanya hanya akan diam dan bersikap seolah tidak memperdulikan setiap perkataan buruk yang di tujukan untuknya.


Sedangkan Rina, dia yang merasa harga dirinya di injak-injak pun semakin menatap Vanya dengan sangat nyalang. Hingga..


PLAAKKKK...


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi πŸ’•


Bye bye..


__ADS_2