
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Beberapa bulan setelahnya, kini Vanya yang sudah menempati bangku kelas 6 sekolah dasar itu tengah bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
Hingga Tok.. tok.. tok...
Terdengar suara Ayu di balik pintu.
"Vanya... Sayang.. Ayo nanti kamu telat berangkat ke sekolahnya.. Ini udah jam setengah 7 loh, bentar lagi upacara..."
"Iya maaahh.. Sebentar, Vanya lagi pake baju" sahut Vanya yang sedang mengancingkan baju seragamnya.
"Yaudah agak cepet ya, mamah tunggu di bawah."
"Iya mah.." Vanya menjawab lalu bergegas memakai sepatunya.
Selesai memakai sepatu, Vanya menyisir rambutnya terlebih dahulu lalu meraih tas nya dan bergegas untuk turun ke bawah.
"Nih sarapan dulu" ucap Ayu seraya menyerahkan sepiring makanan kepada Vanya yng sudah berada di meja makan.
"Terima kasih mamah.." ucap Vanya lalu mulai menyantap sarapannya.
"Sama-sama sayang.."
"Pwapwah manha mwah??"
"Hus.. di telen dulu makanannya, baru ngomong.. Keselek nanti kamu"
"Hehe.. papah mana mah?" Vanya mengulang pertanyaannya setelah menelan makanannya.
"Papah udah berangkat ke kios, katanya ada urusan penting. Jadi ga papa kan kalo mamah yang nganterin kamu ke sekolah?"
Vanya menganggukkan kepalanya
"Ga papa mah, sama aja, yang penting nyampe ke sekolah" jawab Vanya lalu kembali fokus melahap sarapannya.
"Vanya..."
Vanya pun menoleh pada Ayu yang sedang menatapnya dengan intens lalu berkata "Ya mah?"
"Vanya mau punya adek ga?"
Mendengar pertanyaan dari Ayu, Vanya seketika meletakkan alat makannya lalu menatap Ayu dengan serius.
"Mamah hamil ya?" Vanya bertanya dengan suara yang sedikit tertahan.
Namun, bukannya menjawab.. Ayu justru kembali memberikan pertanyaan pada Vanya
"Kamu ga seneng ya kalo mamah hamil?"
Vanya segera menggelengkan kepalanya lalu tersenyum
"Bukan gitu mah, Vanya cuma kaget aja.. Vanya malah seneng kalo Vanya bakalan punya adek" jawab Vanya.
"Beneran seneng??"
"Iya maaaah.. Seneng banget, kan Vanya jadi punya temen.. Jadi mamah beneran hamil??"
__ADS_1
Ayu menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lalu berkata "yaudah cepet abisin sarapannya, mamah ambil tas dulu, terus habis itu kita berangkat. Nanti keburu kamu telat"
"Ok mah.." ucap Vanya seraya menatap Ayu yang sudah melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Ya.. Kini, Vanya tidak lagi canggung dalam memanggil Ayu dengan sebutan mamah. Karena setelah hari pernikahan Ayu dan Bagas, hubungan Vanya dan Ayu menjadi semakin dekat. Itu semua berkat Ayu yang selalu bersikap lembut dan perhatian kepada Vanya, Ayu juga membuktikan ucapannya dengan selalu menjadi orang pertama yang akan membantu Vanya dalam hal apapun.
Bahkan, saat waktu itu Bagas hampir memarahi Vanya ketika mendapatkan masalah karena sebuah kesalah pahaman di sekolahnya, Ayu menjadi orang pertama yang membelanya karena Vanya memanglah tidak bersalah.
Jika kembali mengingat hal itu, Vanya benar-benar merasa seperti memiliki seorang ibu. Namun, setelah mengetahui kehamilan Ayu, entah kenapa perasaan Vanya menjadi sangat takut.. Vanya takut jika suatu saat nanti semuanya akan berubah.. Tapi, Vanya segera menepis pemikirannya itu ketika mendengar Ayu yang berbicara padanya
"Sayang.. Udah belum, ayo berangkat.. Malah ngelamun"
"Hehe, udah kok mah.."
"Yaudah ayok berangkat"
"Siap.. berangkat.." ucap Vanya lalu segera beranjak dari kursinya..
*****
Setelah pelaksanaan upacara bendera selesai, Nisa segera menghampiri Vanya yang berada di barisan belakang.
"Wiiiih.. Kayaknya tadi mobilnya beda nih.. Di anterin siapa?" Nisa bertanya seraya menggandeng lengan Vanya lalu berjalan menuju kelas.
"Mamah baru" jawab Vanya sedikit acuh tak acuh.
"Tumben.. Biasanya kalo ga om Bagas pasti Pak Diki"
"Ga tau.. Katanya sih papah lagi ada urusan penting"
Nisa pun mengangguk-anggukkan kepalanya lalu kembali bertanya "eh, ngomong-ngomong... PR pelajaran fisika kamu udah selesai semua belum Vaaa?"
Mendengar pertanyaan Nisa, Vanya seketika menoleh pada temannya itu seraya memicingkan matanya
"Hehe.. 2 soal aja.. No 6 sama no 11.. Ya ya ya... Engga mudeng aku tuh gimana cara ngerjainnya..." Nisa menjawab dengan menampilkan cengirannya.
"Kan ada rumusnya Nis.." ucap Vanya seraya melepaskan gandengan tangan Nisa lalu duduk di bangku kelasnya, bersama dengan Nisa yang juga duduk di satu meja dengannya.
"Masalahnya tuh ituuuuuu.. Aku ga paham sama rumusnya.. Atau kamu ngajarin aku aja deh, nanti aku kerjain sendiri.. Ya ya ya...." rengek Nisa seraya menggoyang-goyangkan lengan Vanya.
"Iya-iya.. Istirahat nanti aku ajarin"
"Ah, Vanya emang sahabat terbaik.."
"Heleh... Ga gratis tau..."
"Tenang.. Aku udah bawain susu kocok kesukaan kamu, khusus di buatkan oleh Nyonya Rima yang paling baik hati dan tidak sombong" Nisa berkata dengan suara yang sedikit keras seraya menengadahkan kedua tangannya.
"Hih.. Turunin tangan kamu Nis.. Di liatin temen-temen" Vanya berkata dengan tersenyum seraya sedikit menundukkan kepalanya kepada teman-temannya yang melihat ke arah mereka.
"Hehe.. Ya maap" ucap Nisa lalu menggaruk tengkuknya dengan canggung.
Hingga tak lama kemudian, guru yang bertugas untuk mengajar pun datang lalu berkata "selamat pagi anak-anak..."
"Pagi paaak..." ucap semua murid dengan serentak.
"Ok, buka halaman 32 ya" ucap guru itu kembali.
Lalu kegiatan belajar mengajar pun di mulai..
*****
__ADS_1
Kring.. kring.. kring...
Tak terasa bel tanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar hari ini pun berbunyi..
"Di jemput siapa kamu?" Vanya bertanya kepada Nisa seraya memasukkan alat-alat tulisnya ke dalam tas.
"Kayaknya mang Deden.. Soalnya tadi katanya mamah mau pergi ke bantul"
"Oooh..."
"Eh Va.. Nginep di rumahku yuk.. Kemaren mamah abis beliin aku laptop, ku kurang ngerti cara gunainnya" ucap Nisa seraya menggandeng lengan Vanya lalu berjalan keluar dari kelas.
"Loh, emangnya tante Rima ga ngajarin kamu?"
"Aku cuma di ajarin nyalain sama matiin doang, soalnya kemaren mamah punya banyak kerjaan, jadi ga sempet ngajarin yang lain-lain. Katanya suruh minta kamu yang ngajarin, kamu kan udah punya laptop dari lama"
Vanya mengangguk-anggukan kepalanya
"Ok, nanti aku minta papah buat nganterin aku ke rumah kamu, sama sekalian ada yang mau aku ceritain ke kamu"
Nisa pun memberikan tanda π menggunkan tangannya.
Lalu mereka segera melanjutkan langkahnya menuju gerbang sekolah.
"Hah.. Capek juga ya jadi kelas 6, harus naik turun tangga 3 kali, terus juga jalan ke gerbangnya jauh banget. Lagian juga kenapa sekolahnya ga masangin lift aja coba, atau engga nempatin kelas 6 di deket gerbang gitu. Kan kelas 6 lebih banyak belajarnya, harusnya lebih banyak istirahat" ucap Nisa setelah mereka sampai di depan gerbang dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal.
"Cih.."
Vanya seketika berdecih saat mendengar keluhan Nisa, lalu sekilas melirik Nisa yang sedang menunduk seraya memegangi lututnya.
"Bosen aku dengerin kamu ngeluh terus soal tangga dan ini dan itu.. Kenapa kamu ga langsung ngeluh sama Pak Rohmat aja" ucap Vanya dengan acuh tak acuh.
Nisa mendongakkan kepalanya untuk menatap Vanya lalu berkata "aku suruh ngeluh langsung sama Pak Kepala Sekolah yang galak itu?? Hiiiiiih... Bukannya di dengerin, yang ada malah kepalaku di toyor sama dia"
"Yaudah makanya jangan banyak ngeluh"
Nisa pun hanya mencebikkan bibirnya lalu menegakkan kembali tubuhnya, hingga tak lama kemudian mobil jemputannya pun datang.
"Aku pulang duluan ya... Byee byeeee" Nisa berkata lalu menghampiri mobil jemputannya seraya melambaikan tangannya kepada Vanya.
"Byee.." ucap Vanya membalas lambaian tangan Nisa
Beberapa saat setelah Nisa pergi, Ayu pun datang untuk menjemput Vanya.
Namun, saat Vanya memasuki mobil, ada yang berbeda dari Ayu.
"Mamah kenapa?" Vanya bertanya dengan kening yang sedikit mengerut.
Ayu menoleh pada Vanya dengan tatapan yang sulit di artikan
"Ga papa" jawab Ayu lalu kembali menoleh ke depan seraya mulai mengemudikan mobilnya.
Entah kenapa, Vanya tiba-tiba merasa sedikit takut karena tanggapan Ayu yang berbeda dari biasanya. Tapi, Vanya berusaha menepis segala pemikirannya, mungkin saja Ayu sedang merasa lelah.
Akhirnya, Vanya memilih untuk merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi mobil lalu menolehkan kepalanya kearah luar kaca mobil.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
Salam sayang dari sensi π
Byee byeeee..