Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Takdir Apa Lagi Ini?


__ADS_3

...Happy reading 💕...


...Hope you enjoyed......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari kemudian..


Setelah Nisa berbicara dengan Rima mengenai masalah yang tengah di hadapi Vanya, Rima pun mengijinkan Vanya untuk pindah ke salah satu tempat kos yang letaknya tidak begitu jauh dari sekolahan.


Meskipun Rima sedikit enggan melepaskan Vanya, tapi mau bagaimana pun, Rima sama sekali tidak memiliki hak dalam menentukan kehidupan gadis itu.


Dan ya.. Di sinilah Rima dan Nisa sekarang, membantu Vanya menata barang-barang gadis itu di dalam kamar kos barunya dengan di iringi canda dan tawa.


Setelah selesai menata barang-barang, mereka pun beristirahat dengan menikmati jus buah yang tadi di buatkan oleh Nisa.


"Kamu dapet kos ini dari siapa Va? Lumayan banget loh ini kalo buat kos-kosan, gede tempatnya.. Kamar mandinya juga kamar mandi dalem.." Rima berkata seraya mengamati kamar kos berukuran 5x5 itu dengan penuh kekaguman.


Vanya yang mendengar itu pun seketika menatap Rima dengan menampilkan cengiran lebarnya kemudian berkata. "Kemaren Vanya lagi pengen iseng jalan-jalan, terus nemu ini ya Vanya cek aja tan, kemaren kan di depan ada tulisannya. Tapi kayaknya ini kamar terakhir yang kosong, makanya sekarang tulisannya udah ga ada lagi."


"Mamah mah kaya ga tau Vanya aja, dia kalo udah punya niat kan gitu, apa-apa pasti serius banget di lakuinnya." Timpal Nisa yang kini tengah merebahkan tubuhnya di kasur.


Rima pun hanya menanggapinya dengan terkekeh kecil lalu kembali bertanya. "Di sini sebulannya berapa Va?"


"Harusnya sih 550 ribu tan, tapi berhubung Vanya minta kamarnya di kosongin, sama yang punya kos tau kalo Vanya masih anak smk, jadi Vanya di suruh bayar 450 ribu, hehe.." Jawab Vanya.


"Itu udah termasuk listrik sama air apa belum?"


"He, em.." Vanya menganggukkan kepalanya.


"Baguslah, lumayan bisa ngirit 100rb kan buat jajan kamu.. Terus soal kerjaan freelance kamu gimana?"


"Udah kok tan, Vanya udah bisa ngambil jobnya mulai besok."


"Terus soal bayarannya?"


"Bayarannya di kasih setiap selesai 1 kerjaan."


"Ok, tante jadi ga perlu terlalu khawatir sam uang saku kamu.." Rima berkata seraya melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. "Nis, mamah mau pulang, udah jam 11 nih, siang ini mamah mau ketemu sama temen mamah soalnya. Kamu mau di sini dulu apa ikut mamah pulang?"


"Ikut pulang aja mah, Nisa ga mau jadi nyamuk.." Nisa menyahut dengan sedikit sinis seraya beranjak dari kasur.


Rima yang mendengar itu pun menatap Nisa dengan alis yang sedikit menukik. "Maksudnya??"


"Ini kan hari minggu mah.. Mamah pasti udah tau dong kalo hari minggu gini di manfaatin buat ngapain sama orang yang lagi pacaran.."

__ADS_1


Mendengar perkataan sarkas dari Nisa, seketika membuat Rima dan Vanya terkekeh geli.


Rima lantas menatap Nisa dengan pandangan sedikit geli kemudian berkata. "Makanya, kamu tu juga pacaran, bisanya kok cuma jodoh-jodohin Vanya. Giliran sendirinya aja.."


Namun, belum sempat Rima menyelesaikan ucapannya, Nisa segera memotong ucapan Rima. "Weits... Kalem mah kalem, bukannya Nisa ga mau pacaran, tapi mas Bayu nya masih sok jual mahal ke Nisa. Tapi nanti kalo udah waktunya mah pasti jadi kok.."


Yang mana hal itu seketika membuat Rima dan Vanya tertawa terbahak-bahak.


Nisa yang melihat itu pun hanya bisa mencebikkan bibirnya.


Hingga ketika Rima akan kembali berkata, Nisa sudah lebih dulu menarik tangan Rima.


"Udah-udah, ayo pulang aja.. Emang bener-bener ga beres kalo mamah di satuin sama Vanya, auto semangat 45 nge buly Nisa.."


Rima pun akhirnya mengalah kemudian beranjak dari duduknya.


"Kamu harus banget sering-sering main ke rumah loh.. Kalo kamu nginep malah seneng tante jadinya.." Rima berkata ketika dia dan Nisa sudah berada di dalam mobil.


"Iya tan, Vanya pasti sering main ke rumah kok.." sahut Vanya.


"Yaudah kalo gitu, tante sama Nisa pulang dulu..."


"Iya tan, hati-hati di jalan yaa..."


"Iya.. byeee.."


Rima pun mulai melajukan mobilnya..


Setelah memastikan mobil Rima tidak dalam jarak pandangnya, Vanya lantas segera masuk kembali ke dalam kamar kos nya.


Hingga ketika Vanya hendak membersihkan diri, gadis itu mengurungkan niatnya tat kala mendengar ponselnya yang berbunyi pertanda ada seseorang yang tengah menelponnya.


Namun, ketika dia melihat siapa yang menelponnya, kedua alis mata gadis itu di buat menukik karena orang yang menelponnya menggunakan no yang tersembunyi.


Dan ketika Vanya hendak mengangkat panggilan itu, Vanya semakin menukikkan alisnya karena si pemanggil tiba-tiba saja mematikan telepon.


Vanya yang tidak ingin ambil pusing pun menaruh kembali ponselnya lalu segera membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri, saat Vanya kembali mengecek ponselnya, gadis itu di buat terheran heran ketika melihat 7 panggilan tak terjawab dari orang yang sama.


"Sebenernya siapa sih yang nelpon pake private number kek gini.. Kurang kerjaan banget ni orang.." Gadis itu bergumam seraya meletakkan ponselnya ke atas meja.


Vanya lantas segera bersiap dan menunggu Haidar menjemputnya.


Hingga tak lama kemudian, terdengar seseorang mengetuk pintu kamar kosnya.

__ADS_1


Vanya pun segera membuka kamar kosnya dan tersenyum kecil ketika melihat orang itu adalah Haidar.


"Ready??" Tanya Haidar.


Vanya menganggukkan kepalanya lalu mengambil tasnya.


Mereka lalu segera masuk ke dalam mobil Haidar.


"Kita mau kemana?" Vanya bertanya seraya memakai sabuk pengamannya.


Alih-alih menjawab, Haidar justru menatap Vanya dengan menampilkan cengiran lebarnya. "Enaknya kemana?? Bukit?? Atau pantai??"


Yang mana, hal itu seketika membuat Vanya mencebikkan bibirnya. Gadis itu lantas terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata. "Pantai aja deh.."


"Ok.." Ucap Haidar lalu mulai melajukan mobilnya.


*****


Setelah melewati perjalanan selama kurang lebih 2 jam, mereka pun sampai di tempat tujuan.


Namun, ketika Haidar tengah mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, Vanya terlihat gelisah tat kala dia melihat mobil dengan plat no yang tidak asing di dalam ingatannya.


"Engga mungkin kan?? Masa iya sih??" Gadis itu bertanya-tanya di dalam hatinya.


Hingga ketika Haidar sudah memarkirkan mobilnya, mereka lantas segera turun dari mobil.


Mereka lalu segera mencari tempat untuk menghabiskan hari libur mereka.


Namun, Haidar tidak menyadari perubahan ekpresi gadisnya ketika mereka sedang mencari tempat.


Karena satu hal yang tidak di ketahui oleh Haidar.


Di sana, di salah satu tempat yang ada di dekat pohon kelapa. Tengah duduk seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sangat di kenali oleh Vanya..


Siapa lagi jika bukan Bagas dan Ayu..


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi 💕


Bye bye..


__ADS_2