
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed......
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Ke esokan harinya...
Drrrt.. Drrrt.. Drrrt...
Suara dering ponsel yang terus berbunyi lantas membuat Vanya merasa sedikit terusik akan tidurnya.
Gadis itu lantas mengulurkan tangan kirinya untuk meraih ponselnya yang terletak di atas meja yang ada di samping kasur.
Dia menerima panggilan itu tanpa melihat siapa orang yang menelponya.
"Halo?" Ucap Vanya dengan suaranya yang serak khas seseorang yang baru saja bangun dari tidurnya.
π (Halo, selamat pagi Vanya? Apa saya ganggu waktu kamu?) Sahut seorang pria.
Mendengar suara pria yang sangat familiar untuknya, lantas membuat Vanya melihat nama orang yang tengah menelponnya.
Setelah membaca nama sang penelpon, Vanya seketika saja beringsut untuk duduk. Gadis itu lantas berdehem kecil guna menormalkan suaranya.
"Ah iya, halo.. Selamat pagi pak Tomi.. Maaf, gimana ya, ada yang bisa saya bantu?" Suara gadis itu kini terdengar normal.
π(Kamu free ga? Ada yang mau saya omongin sebentar ke kamu.)
"Iya pak, saya free kok. Bapak mau ngomongin apa ya?"
π(Begini.. Kamu kan udah kelulusan. Kalau bisa, saya mau narik kamu buat kerja di kantor. Ini soalnya ada satu bagian yang kosong, dan bagian yang kosong itu cocok buat kamu. Gimana? Bisa ga?)
Vanya tidak segera menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh pak Tomi. Gadis itu tampak berpikir untuk beberapa saat.
Vanya lantas menghela nafasnya kemudian berkata. "Maaf pak, bukannya saya ga mau. Tapi kalau boleh jujur, saya ga ada ijazah pak."
π(Loh.. Kok bisa gitu? Padahal nilai kamu bagus loh..)
"Saya kemaren ga bisa ikut ujian kelulusan karena ngalamin suatu hal. Jadi saya ga bisa lulus sekolah pak."
π(Owalah.. Tapi rekap nilai kamu ada kan?)
"Ada kok pak."
π(Yaudah, bawa itu aja. Nanti bisa kita diskusikan kalau kamu emang minat buat masuk kerja ke kantor.)
Mendengar hal itu, seketika saja membuat mata Vanya berbinar senang. "Ini beneran pak?"
__ADS_1
π(Iya, saya kan udah tau kinerja kamu kayak gimana. Jadi saya bisa mempertimbangkan hal itu. Asalkan kamu kayak dulu waktu PKL aja, rajin kerjanya.)
"Baik pak, saya mau."
π(Yaudah, kalo gitu saya tunggu kamu hari ini di kantor ya. Dateng jam berapa aja terserah kamu. Selama kamu datengnya masih di jam kantor, kamu masih bisa ketemu saya buat diskusikan hal ini lebih lanjut.)
Vanya lantas melirik jam yang terpasang di dinding. Di mana waktu kini menunjukkan pukul 08.17 WIB.
"Baik pak, nanti saya datang ke kantor di jam 11 pas."
π(Yaudah kalo gitu, saya tunggu ya.)
"Baik pak, terima kasih banyak."
π(Ya, jangan sungkan.)
"Baik pak."
Setelah sambungan terputus, Vanya lantas segera beranjak dari kasurnya kemudian menatap keadaan kamarnya yang terlihat seperti kapal pecah.
"Kok gua se jorok ini ya?" Gadis itu bergumam seraya menatap horor keadaan kamarnya.
Vanya lalu segera membersihkan setiap sudut kamarnya agar terlihat rapi dan bersih seperti semula.
Karena ya, beberapa hari terakhir ini Vanya terlalu malas untuk membersihkan kamarnya akibat dari keterpurukan yang dia alami.
Karena seperti yang kalian ketahui, Vanya tidak bisa lulus sekolah akibat dia yang tidak mengikuti ujian kelulusan.
Sebenarnya, Vanya bisa saja mengulang semua itu dari awal kelas 12. Hanya saja, Vanya terlalu malas untuk melakukan hal itu karena biaya sekolah yang terlalu tinggi.
Jadi, Vanya memutuskan untuk tidak mengulang kembali studynya dan fokus untuk mencari uang guna bisa bertahan hidup.
Hanya saja, Vanya sedikit bingung tentang pekerjaan apa yang harus dia lakukan karena dia tidak memiliki ijazah.
Karena tanpa ijazah, Vanya benar-benar kesulitan untuk mencari pekerjaan. Bahkan, karena hal itu, Vanya harus memendam keinginannya untuk melanjutkan studynya ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Perlu kalian ketahui, sedari dulu, hal yang selalu ingin Vanya capai adalah menjadi sarjana di bidang bisnis ekonomi. Dengan begitu, Vanya bisa memanfaatkan apa yang dia pelajari untuk membuka bisnisnya sendiri.
Tapi ya, begitulah.. Sayang seribu sayang.. Vanya harus memendam semua keinginan itu akibat dia yang tidak bisa lulus sekolah. Bahkan hal itu membuat dia merasa terpuruk hingga begitu dalam.
Namun, setelah mendapat panggilan telpon dari pak Tomi. Ada sedikit harapan bagi Vanya untuk melanjutkan kehidupannya.
Sejujurnya, Vanya bisa saja terfokus pada job freelancenya. Hanya saja, dia tidak bisa selalu mendapatkan pekerjaan. Hal itu membuat Vanya tidak bisa selalu mendapatkan uang untuk kelangsungan hidupnya.
Jadi, ketika pak Tomi memberikan tawaran untuk dia bekerja kembali di kantor. Benar-benar membuat Vanya merasa sangat bahagia.
Bahkan Vanya seketika itu juga berpikir kalau hal ini bisa dia jadikan sebagai pengalihan dari rasa sedihnya akibat di tinggalkan oleh Nisa dan juga Haidar.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan kamarnya, Vanya kemudian melirik jam yang terpasang di dinding. Melihat waktu yang kini sudah menunjukkan pukul 9.45, lantas membuat Vanya segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai dengan membersihkan diri, Vanya pun segera bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Ok Done.." Ucap Vanya seraya meletakkan sisir yang dia gunakan ke atas meja rias.
Gadis itu lalu segera melajukan mobilnya menuju kantor. Mobil yang sengaja di pinjamkan oleh Rima untuk Vanya gunakan sebagai kendaraannya.
.....
Dan ya, sesuai dengan apa yang Vanya katakan sebelumnya, gadis itu benar-benar datang ke kantor pada jam 11.00 tepat, tidak kurang dan tidak lebih.
Setelah memarkirkan mobilnya, Vanya lantas segera menemui pak Tomi untuk menbahas tawaran yang sebelumnya di berikan oleh pak Tomi.
Dan sesuai dengan apa yang pak Tomi katakan, Vanya bisa langsung bekerja karena pak Tomi tau betul tentang bagaimana kinerja Vanya.
Jadi, Vanya hanya perlu menandatangani kontrak untuk 2 tahun dia bekerja di perusahaan itu.
"Tapi pak, engga yang 6 bulan kerja? Bukannya kalo karyawan baru seharusnya tanda tangan kontrak yang 6 bulan kerja dulu ya?" Vanya bertanya pada pak Tomi dengan sedikit bingung.
Karena ya, ada urutan untuk kontrak kerja. 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, lalu menjadi karyawan tetap.
"Saya kan udah bilang, saya tau kinerja kamu kayak gimana. Setelah kontrak 2 tahun kamu selesai, kamu kan bisa langsung jadi karyawan tetap. Untuk soal ijazah, kamu kan bisa make gaji kamu buat ngikutin ujian paket C. Jadi ga ada masalah kan untuk hal itu? Atau saya perlu ngerubah kontraknya jadi 6 bulan aja?" Tutur pak Tomi.
Vanya yang memang sudah akrab dengan pak Tomi pun seketika menampilkan cengiran lebarnya.
"Ga usah deh pak, yang 2 tahun langsung aja ga papa.." Ucap gadis itu kemudian segera menandatangani kontraknya.
"Yaudah, kalo gitu kamu langsung kerjanya hari ini aja ya.. Meja kamu masih ada di ruangan yang sama kayak yang sebelumnya. Cuma, kali ini kamu nempatin mejanya Wulan." Tutur Pak Tomi.
mendengar hal itu, lantas membuat Vanya sedikit mengernyitkan dahinya. "Loh.. Kak Wulan emangnya udah ga kerja di sini lagi pak?"
"Kamu ga tau ya? Wulan udah setahun lebih loh ga kerja di sini. Dia keluar beberapa hari setelah kamu selesai magang."
"Hah?" Gadis itu menatap pak Tomi dengan dahi yang semakin mengernyit bingung.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi π
__ADS_1
Bye bye..