Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Bayangan


__ADS_3

...Happy reading 💕...


...Hope you enjoyed......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Namun, sebelum Yoko kembali memberikan penjelasan. Nisa lebih dulu bersuara.


"Bentar-bentar.. Kalo semalem Bapak ngebobol pintu galeri, terus sekarang Vanya di mana?"


Yoko pun menoleh pada Nisa yang berdiri di belakang Haidar. Pria itu mengembangkan senyum kecilnya kemudian berkata. "Non Vanya sekarang ada di rumah sakit.."


"Sama siapa?" Tanya Haidar cepat.


Yoko Kembali menoleh pada Haidar. "Dari semalam di tungguin sama Tuan Besar, Tuan Muda.."


"Papah?" Haidar mengernyitkan dahinya karena merasa sedikit bingung atas apa yang terjadi.


"Ya, Tuan Muda.. Non Vanya ada sama Tuan Besar." Yakin Yoko.


Ya, semalam, Vanya di kelurkan dari museum oleh Andi. Ah, tidak.. Lebih tepatnya oleh orang-orang yang bekerja untuk Andi.


Kalian ingat kan kalau Andi menempatkan bayangan untuk Haidar dan juga Vanya?


Bayangan yang di tempatkan oleh Andi itulah yang berhasil mengeluarkan Vanya dari dalam galeri.


Lantas, jika Vanya memiliki bayangan, kenapa bayangan itu sedikit terlambat mengeluarkan Vanya dari dalam sana?


Hal itu bisa terjadi akibat kecerobohan kecil yang di buat oleh sang bayangan.


Karena pada waktu itu, tepat saat Vanya dan Nisa masuk ke dalam galeri. Sang bayangan tiba-tiba saja mendapatkan panggilan yang mengabarkan kalau ibunya masuk rumah sakit akibat penyakit ibunya yang kambuh.


Sang bayangan yang berpikir kalau Vanya akan aman karena bersama dengan Winda, membuat sang bayangan nekat meninggalkan tugasnya untuk menjaga Vanya demi melihat ibunya yang ada di rumah sakit.


Namun, ketika sang bayangan kembali ke galeri untuk memastikan keadaan Vanya. Dirinya melihat kalau pintu galeri itu sudah tertutup rapat. Yang mana, hal itu membuat dia mengira kalau Vanya dan Winda sudah meninggalkan galeri itu.


Jadi, sang bayangan memutuskan untuk mencari keberadaan Vanya di apartemen Haidar, karena selama dia menjaga Vanya, gadis itu lebih sering menghabiskan waktunya di apartment milik Haidar.


Namun, sesampainya di apartment Haidar. Sang bayangan sama sekali tidak melihat tanda-tanda keberadaan Vanya.


Dang bayangan lalu segera menuju tempat kos Vanya, dengan harapan kalau Vanya berada di sana.

__ADS_1


Tapi sayangnya, sang bayangan juga sama sekali tidak bisa melihat tanda-tanda keberadaan Vanya di tempat kos gadis itu.


Merasakan ada yang sedikit janggal, sang bayangan pun lantas kembali menuju ke galeri.


Dan ketika sang bayangan sampai di galeri, dia melihat kalau lampu galeri sudah gelap gulita.


Awalnya, dia sempat berpikir kalau Winda tidak mungkin melakukan hal bodoh dengan mengurung Vanya di sana.


Tapi, setelah di pikir kembali.. Hal itu mungkin saja terjadi mengingat betapa kerapnya dia melihat Winda diam-diam menatap Vanya dengan penuh kebencian.


Ya, meskipun dia tidak tau tentang alasan kenapa Winda melakukan hal itu. Namun tetap saja, kecurigaan atas kemungkinan terburuk tetap ada di dalam pikirannya.


Tidak ingin membuat Vanya dalam keadaan bahaya, dan juga tidak ingin membuat dirinya sendiri berada dalam masalah karena kecerobohannya yang telah lalai dalam bertugas. Sang bayangan pun memutuskan untuk memeriksa keadaan di dalam galeri dengan memanjat jendela yang memungkinkan.


Setelah melihat ke dalam melalui jendela yang satu ke jendela yang lainnya, sang bayangan pun akhirnya dapat melihat siluet seseorang yang tengah tergeletak di bawah tangga. Yang mana bisa dia pastikan kalau orang itu adalah Vanya.


Sang bayangan lalu mencoba untuk membobol jendela yang dia gunakannya untuk melihat ke dalam sana. Namun sayangnya, karena semua jendela yang ada di sana merupakan jendela tanam yang tidak bisa di buka, sang bayangan pun memutuskan untuk masuk ke dalam galeri melalui pintu depan.


Namun dan namun lagi, dia sama sekali tidak bisa membobol pintu masuk galeri itu karena memiliki keamanan yang lumayan sulit untuk di bobol menggunakan tangan kosong. Hal itu di sebabkan karena pintu galeri yang di tutupi dengan besi baja yang sangat tebal.


Jadi, sedikit sulit untuk dia membobol besi penutup pintu galeri itu jika hanya dengan menggunakan kawat kecil yang selalu dia bawa kemana-mana.


*Note : Maksudnya sensi tu kek pintu besi besar yang biasanya ada di museum luar negri itu loh.. Yang pintunya terbuat dari besi yang tebel-tebel. Cuma bedanya kalo yang ini ukurannya kecil. Paham lah ya wakk apa yang sensi maksud.. sensi rada susah ngejelasinnya.


Dan ya, seperti apa yang di perkirakannya. Sang bayangan mendapatkan kemurkaan dari Andi karena dia Telah lalai dalam menjaga Vanya.


Namun, meskipun begitu, Andi tetap segera mengirimkan bantuan untuk dia membobol pintu galeri itu.


Sang bayangan itu pun menunggu bantuan datang dengan terus mencoba untuk membuka pintu itu. Namun sayangnya, sekuat apa pun mencoba, dia tetap tidak bisa membuka pintu itu sampai-sampai hal itu membuatnya sedikit frustasi.


Hingga tak selang lama setelah itu, bantuan yang di kirimkan oleh Andi pun akhirnya datang. Dan yang membuat sang bayangan merasa sedikit terkejut adalah karena Andi yang juga ikut datang bersama dengan bantuan.


Namun, tidak ada perdebatan di sana..


Yang mereka lakukan adalah segera membobol pintu itu untuk mengeluarkan Vanya dari dalam galeri.


Dan setelah mengahabiskan waktu selama hampir 15 menit, pintu besi itu pun akhirnya bisa terbuka dengan menggunakan bantuan pemotong besi dan kini tinggal menyisakan pintu kayu.


Tapi, tidak membutuhkan waktu lama untuk membobol pintu kayu itu karena pintu itu merupakan pintu kayu yang di kunci secara normal.


Dan ys, seperti yang sebelumnya sudah di ketahui, tanpa menunggu apa pun lagi, Andi pun segera membawa Vanya menuju rumah sakit.

__ADS_1


Namun, Haidar yang masih belum bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi karena pikirannya hanya tertuju pada Vanya, Haidar pun terus menerus menatap Yoko dengan tatapan bingung.


Yoko yang mengerti pun berkata. "Sebaiknya Tuan Muda segera menuju rumah sakit.. Untuk apa yang sebenarnya terjadi, Tuan Besar yang akan menjelaskannya pada Tuan Muda."


Haidar menganggukkan kepalanya. "Di rumah sakit mana?"


"Rumah sakit Y, Tuan Muda."


"Ok, kalo gitu aku ke sana aja.." Ucap Haidar.


"Baik Tuan.. Saya akan menyusul setelah saya menyelesaikan semuanya."


Haidar menganggukkan kepalanya kemudian hendak berlalu pergi dari sana.


Namun, sebelum Haidar berlalu pergi, Heru menahan Haidar untuk sejenak.


"Ah, Tuan Muda Haidar." Kata Heru.


Haidar pun mengurungkan niatnya lalu menoleh pada Heru.


"Ya?" Haidar menaikkan sebelah alisnya.


"Begini, sebelumnya maafkan saya atas apa yang telah terjadi pada kekasih Tuan Mu.."


"Cukup panggil Haidar aja, om.." Haidar segera memotong perkataan Heru.


"Ah ya.. Haidar.. Maaf kan saya untuk semuanya dan maafkan atas kecerobohan keponakan saya yang tidak sengaja melakukan hal itu.. Saya akan meminta keponakan saya untuk lebih berhati-hati lagi.. Mohon untuk tidak membawa hal ini ke jalur hukum." Tutur Hery dengan sangat berhati-hati.


Karena ya, Heru tidak mengetahui kalau Winda sengaja melakukan hal itu. Yang dia ketahui kalau itu hanyalah sebuat ketidak sengajaan. Namun, meskipun begitu, hal yang dia ketahui sebagai ketidak sengajaan itu tetap membuat dia rela kembali ke jogja pada waktu dini hari.


Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Heru, lantas membuat Haidar kembali menaikkan sebelah alisnya. Pria itu lantas menatap Yoko seolah meminta sebuah kejelasan.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..

__ADS_1


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi 💕


Bye bye..


__ADS_2