Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Sisi Gelap Vanya


__ADS_3

...Happy reading 💕...


...Hope you enjoyed......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bereng..sek emang!!"


"Ga ada otak!!'


"Baji..ngan!!!"


"Sial...an!!"


"Anji...ng!!!"


"Fuc..k lah!!!"


Vanya terus mengumpat seraya memukul-mukul strir kemudi dengan cukup keras hingga membuat tangannya memerah. Namun anehnya, hal itu tidak membuat dia merasa kesakitan sama sekali.


Karena hal yang lebih menyakitkan untuk dia saat ini adalah rasa sakit di hatinya.


Oh ayolah.. Bagaimana tidak, di hari yang sama, dia harus menerima kenyataan kalau dia di tinggalkan oleh sahabat satu-satunya dan juga di tinggalkan oleh pria yang sangat di percayainya. Atau bahkan mungkin, bisa di katakan kalau pria itu adalah pria yang Vanya sayangi.


Mungkin, untuk di tinggalkan oleh sahabat, Vanya bisa memaklumi hal itu karena Nisa memiliki alasan yang jelas kenapa harus meninggalkan Vanya.


Tapi, untuk di tinggalkan oleh Haidar. Vanya benar-benar merasa sakit hati karena pria itu meninggalkannya tanpa ada alasan yang jelas. Hal yang membuat Vanya lebih sakit hati lagi adalah karena pria itu yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana.


Andai saja pria itu meninggalkannya karena gadis lain dan Vanya masih bisa melihat wujud pria itu. Mungkin saja Vanya masih bisa memakluminya, karena jika hal itu terjadi, Vanya hanya akan berpikir kalau pria itu meninggalkannya karena bosan. Jadi Vanya tidak akan terlalu peduli kenapa pria itu bisa meninggalkannya.


Tapi ini? Tanpa alasan yang jelas, bahkan di malam sebelum pria itu menghilang, hubungan mereka baik-baik saja. Sangat baik malah.


Lantas, alasan apa yang membuat pria itu bisa menghilang seperti ini?


Arrrgghhhh.. Memikirkannya saja benar-benar membuat kepala Vanya terasa akan pecah.


Karena sungguh, di antara banyaknya pria yang mendekatinya, hanya Haidar yang Vanya berikan kepercayaan untuk masuk ke dalam hidupnya.


Alasan Vanya bisa memberikan kepercayaan pada Haidar bukanlah hanya karena tampang atau pun kekayaan. Melainkan karena kegigihan pria itu dalam mendekati Vanya.


Tanpa harus di jelaskan pun, kalian sudah pasti mengerti seberapa gigih usaha Haidar untuk mendapatkan kepercayaan dari Vanya.


Namun, ketika Vanya sudah memberikan kepercayaannya pada Haidar secara utuh, kenapa pria itu harus tiba-tiba menghilang begitu saja?

__ADS_1


Bukan Vanya tidak ingin di tinggalkan oleh Haidar. Hanya saja, Vanya ingin sebuah alasan kenapa Haidar bisa sampai meninggalkannya.


Vanya benar-benar tidak tahu harus mencari Haidar kemana. Vanya benar-benar merasa sangat bingung kenapa Haidar meninggalkannya.


Apakah Vanya melakukan suatu kesalahan yang tidak di sadarinya? Tapi, jika pun memang Vanya melakukan kesalahan, Haidar sudah pasti akan segera menegurnya.


Ataukah hidup Vanya memang harus selalu berakhir seperti ini? Di tinggalkan dan di campakkan??


Merasakan kepalanya yang berdenyut karena memikirkan hal ini, lantas membuat Vanya menutuskan untuk menepikan mobilnya di tepi jalan yang cukup sepi.


Gadis itu lantas mengeluarkan sebungkus rokok dan pematik api yang selalu di bawanya ke mana-mana tanpa sepengetahuan Haidar.


Vanya lalu membuka pintu mobil kemudian duduk menghadap ke arah luar.


Gadis itu mengeluarkan sebatang rokok dari tempatnya kemudian menyalakan rokok tersebut sebelum akhirnya mulai menghisap gulungan tembakau itu dengan khidmat.


Hal yang selalu menemaninya di saat dia dalam keterpurukan.


Ya, perlu kalian ketahui, Vanya sudah berurusan dengan benda yang mengandung nikotin itu sejak Bagas berhenti membayar uang sekolah Vanya.


Hanya saja, Vanya terlalu pintar menyembunyikan hal itu sehingga Nisa maupun Rima tidak menyadarinya.


Tidak hanya itu saja, ketika Vanya menduduki bangku sekolah menengah atas. Merasakan betapa tertekannya dia harus mencari uang untuk belajar dan bertahan hidup, Vanya mulai berurusan dengan minuman beralkohol.


Namun, perlu kalian ketahui juga. Setelah Vanya mulai menjalin hubungan dengan Haidar. Vanya mulai menjauhi 2 hal itu. Karena ketika dia merasa tertekan, Vanya akan melampiaskannya dengan mengobrol bersama Haidar. Hingga Vanya akhirnya benar-benar bisa menjauhi 2 hal itu.


Tapi, semenjak Haidar menghilang, Vanya memulai 2 hal itu kembali.


Awalnya, Vanya hanya berurusan dengan gulungan tembakau yang mengandung nikotin itu dengan tujuan untuk mengurangi sedikit rasa stressnya.


Namun, karena Haidar yang tak kunjung memberikan kabar dan semakin membuat Vanya tertekan. Vanya mulai menegak kembali minuman beralkohol itu.


Vanya sadar, sangat sadar kalau langkah yang di ambilnya itu merupakan langkah yang salah. Hanya saja, Vanya tidak tau lagi harus melampiaskan rasa kesalnya pada apa.


Healing dengan mencari tempat yang bagus, sudah Vanya lakukan. Melampiaskannya pada olahraga, sudah Vanya lakukan. Bahkan melakukan olahraga ekstream sekalipun, sudah Vanya lakukan.


Tapi, tidak ada satu hal pun dari itu yang bisa membantu mengurangi rasa stress yang di derita oleh Vanya.


Namun, ketika Vanya menghisap gulungan tembakau yang mengandung nikotin itu, rasa stress yang di deritanya bisa sedikit berkurang. Vanya merasa kalau rasa penatnya itu ikut terhembuskan bersamaan dengan asap tembakau yang dia hembuskan melalui mulutnya


Setelah menghabiskan sebatang rokok, Vanya lantas memutuskan untuk kembali melajukan mobilnya.


Gadis itu melajukan mobilnya ke tempat yang beberapa hari terakhir ini selalu menjadi tempat tujuannya di kala malam tiba.

__ADS_1


Setelah sampai di tempat tujuan yang bernama Black Barr, Vanya segera memarkirkan mobilnya kemudian keluar dari dalam mobil.


Para penjaga yang memang sudah mengenal Vanya pun mempersilahkan Vanya untuk masuk ke dalam tanpa meminta identitas gadis itu.


Saat berada di dalam bar, Vanya menggulirkan matanya ke setiap penjuru arah untuk mencari kursi yang bisa dia duduki karena tempat itu sudah lumayan ramai oleh pengunjung.


Namun, ketika Vanya hendak mendekati kursi yang kosong, seseorang lebih dulu memanggil Vanya.


"Hey Iv.." Ucap seseorang itu.


"Oh, hai Lea.." Sahut Vanya.


Seseorang itu bernama Lea. Gadis berusia 21 tahun yang bekerja di bar ini yang sudah menjadi teman Vanya dari semenjak pertama kali Vanya menginjakkan kakinya di bar ini.


"Are you okay? Lu semalem habis dari sini loh Iv.." Kata Lea.


"Yeah, i'm okay.." Vanya mengedikkan bahunya. "*I just want to spend my night here."


*Note : Aku hanya ingin menghabiskan malamku di sini.


"Are you sure?" Tanya Lea.


Vanya menganggukkan kepalanya. "Yeah, i'm sure.."


Lea tersenyum kecil lalu berkata. "Yaudah, kalo gitu mending lu ikut gua ke meja bar. Kebetulan ini shift gua buat jadi bartender."


"Okay.. Itu ide yang bagus."


Mereka lantas menuju meja bar di mana Lea bertugas sebagai bartender.


Dan ya, begitulah.. Vanya memilih untuk menghabiskan malamnya di bar yang sudah menjadi langganannya semenjak awal dia menduduki bangku sekolah menengah atas.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Dan jangan lupa beri dukungan..


Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..


Pokoknya.. Salam sayang dari sensi 💕

__ADS_1


Bye bye..


__ADS_2