Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Hadirnya Wajah Baru


__ADS_3

...Happy reading 💕...


...Hope you enjoyed.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Liburan semester 1 pun telah tiba..


Sesuai dengan apa yang Vanya ucapkan sebelumnya, gadis kecil itu banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan Nisa. Karena semenjak janji yang mereka ucapkan, mereka menjadi teman yang lebih dekat lagi.


Hingga ketika di mana pun ada Vanya, di situ pasti ada Nisa. Begitu pula sebaliknya, di mana pun ada Nisa, di situ juga pasti ada Vanya. Tidak hanya itu, mereka juga sering bergantian untuk menginap. Bahkan, saking seringnya mereka bergantian menginap, hampir setengah dari lemari baju dua gadis kecil itu terisi dengan baju satu sama lain.


Begitulah kedekatan Vanya dan Nisa, mereka berdua hampir seperti saudara kembar yang susah untuk di pisahkan.


Seperti sekarang ini, mereka memutuskan untuk melewati tahun baru bersama di kediaman Vanya..


"Loh Nis, mamah kamu ga ikut?" tanya Bagas saat melihat Nisa yang masuk ke dalam rumahnya seorang diri.


"Engga om, katanya mamah lagi ga enak badan" jawab Nisa seraya menyalimi Bagas.


"Yaudah, kamu taro tas kamu dulu terus habis itu nyusul ke halaman belakang ya. Vanya udah nunggu disana, ini om mau nyiapin dagingnya dulu"


"Ok om"


Nisa pun berlalu ke kamar Vanya, dia menyimpan tas nya di sana lalu kembali turun menuju halaman belakang.


Nisa berjalan dengan sedikit mengendap-endap untuk mendekati Vanya yang sedang duduk memunggunginya, dia hendak mengagetkan Vanya yang terlihat sedang melamun.


"Dor!!"


Tapi hening, tidak ada tanggapan apapun dari Vanya.


"Eh kok kamu ga kaget?" tanya Nisa lalu mendudukkan dirinya di samping Vanya.


Vanya terkekeh geli lalu menunjuk rumah kaca tempat menanam mawar yang terletak agak jauh di depan sana.


"Kamu lupa kalo di sana ada rumah kaca?"


Nisa pun seketika ikut terkekeh geli karena kekonyolannya.


"Hehe.. iya, aku lupa" ucap Nisa seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu datang sendirian?"


Nisa menganggukkan kepalanya


"Heem, mamahku lagi ga enak badan"


"Terus ga papa kalo kamu nginep di sini?"

__ADS_1


"Ga papa, mamahku malah seneng kalo aku nginep di sini."


"Bisa gitu?"


"Iya, katanya kalo ada aku berisik, jadi mamahku ga bisa tenang istirahatnya" sahut Nisa seraya terkekeh geli.


"Hayoooooooo, anak gadis lagi pada ngomongin apa, seru banget kayanya.." ucap Bagas seraya menghampiri mereka dengan membawa senampan daging dan beberapa bahan makanan lainnya.


Vanya memicingkan matanya


"Issshh.. Papah kepooo, ini rahasia anak muda.." ucap Vanya seraya terkekeh.


Bagas hanya tertawa gemas atas kelakuan putrinya itu, dia lalu mulai menata bahan-bahan makanan itu di atas meja. Rencananya, mereka akan memanggang daging selagi menunggu malam pergantian tahun baru.


"Ini pertama kalinya loh Nisa ngerayain tahun baru di luar rumah" ucap Nisa tiba-tiba.


"Emang biasanya kamu ngerayain tahun baru di mana?" tanya Bagas lalu mulai menyalakan arang yang akan di gunakan sebagai pemanas panggangan.


"Di rumah aja, ngerayain berdua sama mamah" jawab Nisa.


"Aku juga dulu kalo ngerayain tahun baru biasanya cuma berdua sama nenek" sahut Vanya dengan suara yang sedikit tercekat.


Bagas yang mendengar hal itu seketika terdiam mematung, jantungnya berdetak dengan sangat cepat, dia tidak tau apa yang harus dia katakan untuk menanggapi ucapan putri kecilnya itu. Sungguh, hati bagas terasa bagai di iris sembilu ketika mendengar suara putrinya yang begitu tercekat.


Namun, saat Bagas hendak berbicara, Vanya sudah lebih dulu bersuara


"Eh, siapa yang ngelamun, papah lagi mikir bahan apa yang kurang" Bagas menyahut dengan cepat.


"Terus ada yang kurang ga om? Kalo ada, biar Nisa bantu ambilin" tanya Nisa.


"Kayanya engga, udah cukup kok ini" jawab Bagas.


"Emang kamu bisa ngambilinnya?" Vanya bertanya cepat seraya memicingkan matanya.


"Engga.. Kan minta tolong Bi Asih.. Hehe"


"Heleh... Terus kapan kita mulainya pah?"


"Bentar lagi ya, ada seseorang yang mau papah kenalin ke kamu" ucap Bagas.


"Siapa?"


"Tu, orangnya udah dateng" Ucap Bagas seraya mengedikkan dagunya ke arah pintu yang kebetulan ada di belakang dua gadis kecil itu.


Dua gadis kecil itu sontak menolehkan kepala mereka.


Vanya sedikit mengerutkan keningnya, karena dia tidak mengenali wanita dewasa yang sedang berjalan menghampirinya itu. Kening Vanya semakin mengerut saat melihat wanita dewasa yang mungkin hampir se usia Bagas itu memeluk Bagas dengan begitu mesra.


Begiti pula dengan Nisa, dia merasa sedikit risih saat melihat penampilan wanita itu. Karena menurutnya, pakaian wanita itu terlalu mewah jika hanya untuk sebuah acara kecil seperti ini.

__ADS_1


Namun, dua gadis kecil itu segera menormalkan ekspresi mereka saat Bagas dan Wanita dewasa itu menoleh kepada mereka.


"Nah ini yang mau papah kenalin ke kamu, namanya tante Ayu" ucap Bagas.


Vanya menyalami wanita yang bernama Ayu itu.


"Nama kamu Vanya kan?" tanya wanita itu.


Vanya menganggukkan kepalanya lalu menjawab "Iya tante"


"Wah, anak kamu ternyata jauh lebih cantik aslinya dari pada di foto ya mas" ucap Ayu lalu mencubit pipi Vanya dengan gemas.


"Iya dong" ucap Bagas dengan bangga.


Vanya pun hanya menanggapinya dengan tersenyum.


Ayu beralih untuk menatap Nisa "kalo ini pasti namanya Nisa"


"Iya tante, aku temennya Vanya" ucap Nisa seraya menyalami Ayu.


"Kamu juga jauh lebih imut aslinya dari pada di foto" ucap Ayu seraya mengulurkan tangannya untuk mengusak kepala Nisa dengan gemas.


"Makasih tante" ucap Nisa lalu tersenyum kecil.


"Kalo gitu, sekarang Vanya sama Nisa bantuin tante Ayu bikin minuman ya, biar papah aja yang manggang dagingnya" ucap Bagas.


Dua gadis kecil itu menganggukan kepala, lalu mulai melakukan tugas mereka sesuai dengan arahan yang di berikan oleh Ayu. Begitu pula dengan Bagas yang juga mulai melalukan tugasnya untuk memanggang daging dan beberapa lauk pendamping.


Setelah semuanya siap, mereka pun berkumpul untuk menanti malam pergantian tahun baru dengan menyantap hidangan yang ada, juga dengan penuh canda dan tawa.


Tapi tidak untuk Vanya. Selama mereka berkumpul, gadis kecil itu tidak terlalu banyak tertawa atau pun bercanda, dia hanya akan berbicara jika ada yang mengajaknya berbicara.


Karena entah kenapa, Vanya merasa sedikit tidak nyaman akan Ayu yang hadir di antara mereka. Juga, setiap kali Vanya melihat cara Ayu berbicara dan memperlakukan Bagas, seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati gadis kecil itu, hingga membuat dia sedikit enggan untuk mendekatkan diri dengan Ayu.


Berbeda dengan Bagas dan Ayu yang tidak memyadari ketidak nyamanan Vanya, Nisa justru sangat menyadarinya. Nisa yang mengerti perasaan Vanya pun segera memikirkan cara untuk membawa Vanya menjauh dari Bagas dan Ayu.


Akhirnya, Nisa menatap Vanya sejenak. Dia menyentuh lutut temannya itu lalu sedikit meremasnya.


"Va, kamu ga enak badan ya? Muka kamu merah" Nisa bertanya dengan matanya yang dia kedipkna dengan sedikit lambat.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..


Salam sayang dari sensi 💕


Bye bye..

__ADS_1


__ADS_2