Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)

Ivanya Basudewi (Belenggu Kehidupan)
Retno Ayu Galuh


__ADS_3

...Happy reading 💕...


...Hope you enjoyed.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebelumnya..


Akhirnya, Nisa menatap Vanya sejenak. Dia menyentuh lutut temannya itu lalu sedikit meremasnya.


"Va, kamu ga enak badan ya? Muka kamu merah" Nisa bertanya dengan matanya yang dia kedipkna dengan sedikit lambat.


*****


Vanya menoleh pada Nisa lalu menjawabnya dengan sedikit tersenyum canggung "hehe, iyaa, badan aku agak ga enak. Anginnya kenceng banget soalnya, padahal aku udah pake jaket"


Bagas yang mendengar itu seketika menghela nafas lelah, dia lagi dan lagi merasa gagal menjadi seorang ayah. Karena untuk hal seperti ini saja dia tidak bisa menyadarinya.


"Kalo gitu kalian balik ke kamar aja ya?" hanya itu yang mampu Bagas katakan.


"Tapi pah, Vanya pengen liat kembang api" ucap Vanya dengan sedikit memelas.


"Kita kan masih bisa liat kembang api dari jendela kamar Iv" ucap Nisa.


"He em, mending kamu balik ke kamar aja sayang. Muka kamu udah merah banget tuh, nanti bisa sakit beneran" Ayu berkata seraya mengusap pipi Vanya yang memang terlihat memerah.


Vanya pun menunduk lesu "Yudah deh, Vanya balik ke kamar aja"


"Yok papah anterin" ucap Bagas.


"Atau mau tante aja yang nganterin?" timpal Ayu.


Vanya menggelengkan kepalanya "Ga usah, ga papa, kan Vanya sama Nisa"


"Iya, biar Vanya sama Nisa aja" ucap Nisa cepat.


"Beneran ga papa?" tanya Ayu.


Vanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Yaudah kalo gitu" ucap Bagas.


Nisa pun segera menuntun Vanya untuk kembali ke kamar.


*****


Setelah di dalam kamar, mereka berdua memutuskan untuk berbaring di atas kasur seraya menatap langit-langit kamar.


Vanya melirik Nisa sekilas lalu berkata "makasih ya Nis.."

__ADS_1


"Sama-sama.. Lagian, aku juga rada ga suka sama tante Ayu"


"Kenapa?"


"Ga tau, ga suka aja.." jawab Nisa lalu dia beranjak untuk duduk di depan jendela, di ikuti oleh Vanya.


Vanya menyenggol bahu Nisa "punya harapan di tahun baru ga Nis?"


"Pasti punya lah"


"Apa?"


"Bisa ranking 3 besar pas kenaikan kelas" jawab Nisa lalu menampilkan cengirannya.


Vanya yang mendengar itu seketika terkekeh geli "aku ga yakin sih.. Tapi aku aminin aja deh, siapa tau kamu masuk ranking 3 besar beneran"


"Haha.. Aku juga aslinya ga yakin sih.. Lha kamu sendiri punya harapan apa?"


"Tadinya aku bingung mau berharap apa.. Tapi, aku sekarang cuma berharap supaya kedepannya papah ga berubah sedikitpun" Vanya menjawab seraya menerawang langit.


"Aku aminin" sahut Nisa cepat.


Hingga tak lama kemudian, kembang api yang di tunggu-tunggu pun mulai menyala, menandakan tahun baru telah tiba.


Vanya menoleh untuk menatap Nisa "Selamat tahun baru Tanisa Na Kinan"


Nisa pun membalas tatapan Vanya lalu tersenyum "Selamat tahun baru juga Ivanya Basudewi"


Tahun baru tiba, begitu pula dengan kehidupan Vanya. Tidak hanya soal dia yang mulai memasuki semester baru, tapi juga ada wajah baru yang mengisi kehidupannya.


Ya, wajah baru itu adalah Ayu, wanita yang sempat menghabiskan malam tahun baru bersama dengan Vanya, Nisa, dan juga Bagas.


Wanita yang memiliki nama lengkap Retno Ayu Galuh itu adalah seorang wanita yang berusia 29 tahun, dia 6 tahun lebih muda jika di bandingkan dengan Bagas. Seorang wanita yang memiliki bisnis kecantikan, juga merupakan salah satu pelanggan di toko gorden milik Bagas.


Yang mana beberapa hari yang lalu, Bagas menberitahu Vanya jika Ayu adalah seorang wanita yang Bagas kencani dalam kurun waktu hampir 3 tahun lamanya.


Tidak hanya itu saja, Bagas juga memberi tahu Vanya jika Ayu adalah orang yang sudah mencarikan sekolah untuk Vanya. Bahkan, Ayu juga lah orang yang selalu membantu Bagas dalam memilihkan baju yang akan Bagas belikan untuk Vanya.


Tadinya, Bagas berniat memperkenalkan Ayu pada Vanya di malam setelah Vanya menghadiri acara ulang tahun Nisa. Namun, karena kabar duka tentang kematian nenek Indah adalah hal yang lebih penting, Bagas pun memilih untuk menunda niatnya itu dan menunggu waktu yang lebih tepat lagi.


Hingga akhirnya, Bagas memutuskan untuk mengenalkan Ayu pada Vanya tepat di malam pergantian tahun baru. Karena Bagas pikir, akan sangat bagus jika Ayu bisa mengisi kehidupan baru Vanya di tahun yang baru itu.


Dan ya, semenjak malam di mana Ayu datang untuk merayakan malam tahun baru bersama, Ayu menjadi lebih sering datang ke rumah Bagas untuk hanya sekedar mengobrol atau pun bermain bersama Vanya. Bahkan, wanita itu juga tak segan untuk menginap di rumah Bagas.


Contohnya seperti malam ini, Ayu kembali datang untuk menginap di rumah Bagas. Setelah berbincang sebentar dengan Bagas, Ayu langsung menuju kamar Vanya dengan membawa beberapa camilan kesukaan Vanya.


Setelah berada di depan kamar Vanya, Ayu segera mengetuk pintu kamar gadis kecil itu.


Tok.. Tok.. Tok..

__ADS_1


"Haiii.. tante ganggu ga?" tanya Ayu ketika Vanya membukakan pintu untuknya.


Vanya menggelengkan kepalanya


"Engga kok tan, masuk aja, Vanya baru aja selesai ngerjain PR" jawab Vanya seraya mempersilahkan Ayu untuk masuk ke dalam kamarnya.


Ayu pun masuk ke dalam kamar, lalu mendudukan diri di tepi kasur


"Rajin banget kamu.. Nih tante bawain camilan kesukaan kamu" ucap Ayu lalu menyerahkan camilan itu pada Vanya.


"Makasih tan" ucap Vanya seraya menerima camilan itu, lalu segera menyimpannya di atas meja belajar.


"Tante tidur sama kamu lagi ya?" tanya Ayu kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Vanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, lalu segera membaringkan tubuhnya di samping Ayu setelah mematikan lampu kamarnya.


Ayu melirik Vanya sekilas lalu berkata "sayang, besok kan hari minggu, tante mau jalan-jalan sama papah kamu ke pantai, kamu mau ikut ga?"


"Mau" Vanya menjawab dengan sedikit lesu.


Ayu beringsut untuk memiringkan tubuhnya agar menghadap ke arah Vanya, lalu sejenak menatap gadis kecil itu yang terlihat sedang menatap langit-langit kamarnya.


"Kamu mikirin apa? kok kayanya lesu gitu.."


"Engga mikirin apa-apa kok tan, Vanya cuma kangen sama nenek" jawab Vanya lalu memiringkan tubuhnya agar berhadapan dengan Ayu.


"Sini tidurnya sambil peluk tante" ucap Ayu seraya merentangkan tangannya, meminta Vanya untuk masuk ke dalam pelukannya.


Vanya pun beringsut untuk masuk ke dalam pelukan Ayu.


"Good night sayang" ucap Ayu seraya menepuk-nepuk punggung Vanya dengan lembut.


"Good night juga tantee"


Vanya pun mulai memejamkan matanya di iringi helaan nafasnya yang sedikit panjang.


Karena entah kenapa, meskipun kini Vanya sudah tidak lagi merasa canggung dengan kehadiran wanita itu, masih saja ada sedikit rasa ragu yang menyelimuti hatinya.


Padahal, selama beberapa bulan mereka saling mengenal, Ayu selalu memperlakukan Vanya dengan begitu lembut. Saking lembutnya perlakuan Ayu pada Vanya, berhasil membuat gadis kecil itu merasakan kasih sayang seorang ibu.


Tapi tetap saja, hati kecil Vanya seakan menolak untuk menerima kehadiran Ayu. Begitu pula tentang perasaan Vanya terhadap Bagas. Hingga saat ini, masih saja ada setitik rasa yang mengganjal di dalam hati Vanya.


Namun, meskipun begitu, Vanya akan tetap mencoba untuk menerima kehadiran mereka berdua. Untuk saat ini, Vanya hanya bisa berdoa dan berharap agar semuanya baik-baik saja.


...-TBC-...


Thanks for reading..


Jangan lupa kritik dan saran..

__ADS_1


Salam sayang dari sensi 💕


Bye bye..


__ADS_2