
...Happy reading 💕...
...Hope you enjoyed......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu pun berlalu, tak terasa, kini Haidar dan Vanya sudah menduduki bangku kelas 12.
Lalu, bagaimana dengan job freelance yang sebelumnya di kerjakan oleh Vanya? Gadis itu masih mengerjakan job freelance itu hingga saat ini. Bahkan, gadis itu kini mendapatkan pekerjaan yang lebih banyak.
Tapi, yang membuat Nisa dan Haidar kagum pada Vanya adalah karena sebanyak apa pun pekerjaan yang di terima oleh gadis itu, gadis itu tetap saja tidak pernah melewatkan waktu untuk belajar. Terbukti dari dia yang masih saja menempati posisi pertama di peringkat umum.
Tapi, di balik Vanya yang masih menempati peringkat pertama, ada Nisa, Angga dan Haidar yang kini mengalami kemajuan. Dengan Nisa yang menempati posisi ke 2, Haidar yang menempati posisi ke 3, dan Angga yang menempati posisi ke 6.
Lalu untuk Victor sendiri? Sayangnya, pria itu harus mengalami penurunan peringkat karena keterbatasannya dalam menjalani ujian.
Karena 2 hari sebelum mereka melaksanakan ujian, Victor mengalami kecelakaan tabrak lari yang mengakibatkan dia mendapatkan luka yang cukup parah. Hal itu menyebabkan dia harus menjalani perawatan intensive di Rumah Sakit selama 1 minggu penuh.
Beruntungnya, pihak sekolah memaklumi hal itu sehingga mengijinkan Victor untuk mengikuti ujian di RS. Tapi ya, karena mengalami luka yang cukup parah, membuat Victor sedikit tidak fokus dalam menjalani ujian.
Jadi ya.. Mau tidak mau, dia harus berbesar hati mendapatkan peringkat ke 9. Tapi, dia tidak patah semangat.. Dia akan berusaha menaikkan peringkatnya kembali di saat kelulusan nanti.
Dan kini, setelah melewati libur panjang, mereka mulai masuk kembali ke sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar seperti biasanya.
Dengan Vanya dan Nisa yang tetap berada di kelas yang sama, yaitu kelas 12 A. Dan Haidar, Victor juga Angga yang kini berada di kelas yang sama, yaitu kelas 12 C.
Setelah melaksanakan kegiatan belajar seperti biasanya, kini mereka memasuki waktu istirahat. Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu istirahat mereka dengan berkumpul di kantin.
Mereka kini tengah berkumpul di meja yang biasa mereka tempati, yaitu di dekat jendela di mana mereka bisa melihat pemandangan luar.
"Gimana, udah baikan lu?" Nisa bertanya pada Victor yang duduk di samping kirinya.
__ADS_1
Victor menganggukkan kepalanya. "Udah.. Sekarang gua udah bisa lari-larian lagi malah.. Tapi ya tetep masih harus hati-hati sih, soalnya kaki gua belum sembuh total."
Karena ya, efek dari kecelakaan itu, Victor harus mengalami cedera kaki yang cukup parah karen terlindas ban mobil orang yng menabraknya.
"Terus, kelanjutan dari orang yang nabrak lu gimana? Bukannya itu mobil rentalan ya?" Tanya Angga yang duduk di samping kanan Nisa.
Ya, mobil yang di gunakan oleh pelaku dalam kecelakaan tabrak lari itu merupakan mobil sewaan. Sehingga sedikit susah untuk menemukan sang pelaku tabrak lari.
"Udah ketangkep kok, soalnya dia make KTP dia yang asli pas nyewa mobil itu. Untungnya juga rumahnya ga terlalu susah buat di cari, jadi ga susah juga buat nangkepnya." Victor menjawab kemudian mulai melahap makan siangnya.
Nisa segera menelan makanannya kemudian kembali bertanya pada Victor. "Terus gimana? Orangnya mau tanggung jawab?"
Victor menganggukkan kepalanya. "Mau, itu juga setelah di tunjukkin bukti CCTV. Soalnya dia nabrak guanya pas banget di lampu merah, jadi ga susah buat nyari rekaman CCTVnya."
"Tapi kok lu bisa ketabrak gitu sih? Gua masih penasaran. Waktu itu gua mau nanya, tapi kondisi elu nya masih sekarat. Ga jadi deh gua nanya nya." -Angga.
"Ga tau, namanya juga orang mabok.. Pohon diem di tempat aja bisa di tabrak, apa lagi gua yang lagi naik sepeda. Ya jelas di tubruk lah.." Victor menjawab dengan sedikit kesal.
Nisa menoleh pada Victor dengan tatapan sedikit gemas. "Ya lagian lu ngapain jam 11 malem sepedaan."
"Udah ah ngomongin guanya, nanti yang ada malah emosi lagi gua.." Victor kembali melanjutkan melahap makan siangnya.
"Yaudah si.." Nisa mencebikkan bibirnya, gadis itu menatap Haidar dan Vanya yang duduk di hadapannya. "Eh, elu berdua, kalian ga bisa gitu berubah dikit jadi lebih ramah. Diem mulu, nimbrung omongan kek. Berasa kek temenan sama debog pisang nih gua.."
Mendengar apa yang di katakan oleh Nisa, lantas membuat Vanya melirik Nisa sekilas. Alih-alih menjawab gadis itu, Vanya hanya menanggapinya dengan mengangkat bahunya acuh.
Berbeda dengan Vanya, Hidar justru bersikap acuh tak acuh seolah tisk mendengarkan apa yang sebelumnya di katakan oleh Nisa.
"Udah lah, ga usah di ajak ngomong, capek hati sendiri lu nanti." Angga berkata dengan acuh tak acuh.
Nisa pun hanya menanggapinya dengan mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"Eh, btw, adek kelas cakep-cakep ya.." Angga berkata kemudian.
Yang mana, perkataannya itu seketika di hadiahi pukulan dari Haidar menggunakan sendok makan yang sama sekali tidak dia pakai.
"Ga usah mulai, fokus belajar, udah kelas 3." Haidar berkata dengan acuh tak acuh.
"Si ******, dari tadi diem, sekalinya gerak nyakitin orang." Angga mengusap-ngusap dahinya yang di pukul oleh Haidar.
Nisa, Vanya, dan Victor yang melihat hal itu pun hanya bisa menahan tawa mereka.
Angga lantas menatap Vanya yang sedang memainkan ponselnya. "Va, lu ga ada niatan buat nyari cowok selain Haidar? Betah amat keknya sama tiang listrik satu ini. Kalo mau, gua cariin.. Brondong lah gitu, tuh adek kelas banyak yang cakep.."
Angga mengabaikan Haidar yang kini menatapnya dengan sangat tajam. Andai saja mata Haidar di lengkapi dengan laser, mungkin sana tubuh Angga kini sudah terbelah dua.
Namun sayangnya, tatapan Haidar itu sia-sia karena.
"Boleh deh, cariin yang agak warasan dikit ya.."
Vanya menyahut dengan santainya seolah tanpa beban, gadis itu lalu beranjak dari duduknya sebelum akhirnya berlalu pergi begitu saja.
Meninggalkan Haidar yang terdiam mematung seraya menatap kepergian Vanya dengan wajah yang sangat terkejut. Juga meninggalkan Nisa, Angga dan Victor yang tengah menahan tawa mereka karena melihat ekspresi Haidar yang seolah tak bisa berkutik.
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Dan jangan lupa beri dukungan..
Karena sesungguhnya, semangat sensi dalam membuat karya adalah dukungan dari wakk wakk sekalian..
__ADS_1
Pokoknya.. Salam sayang dari sensi 💕
Bye bye..